DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Petani AS Resah atas Taktik Perdagangan Trump
Thursday, 12 April 2018 10:53 WIB | GLOBAL |

Ketegangan perdagangan yang makin meningkat antara Amerika dan China meresahkan para petani Amerika. Banyak produk petani AS akan dibebani tarif di China. Para petani yang pernah mendukung Presiden Trump, semakin waspada atas sikapnya dalam perdagangan global, yang akhirnya akan berdampak pada keuntungan mereka.

Brent Scholl adalah seorang petani di Illinois, dan setiap tahun ia menjual lebih dari 6.000 ekor babi.

Memelihara ternak baginya adalah proses padat karya dan mahal tetapi kadang menguntungkan, dan ini disebabkan karena adanya permintaan dari luar negeri untuk daging babi.

Brent mengatakan, œSatu dari empat babi saya dikirim ke luar negeri."

Itu berarti 25 hingga 28 persen penghasilannya berasal dari ekspor daging babi.

Penghasilan dari ekspor ini akan berisiko, jika tarif 25 persen yang diajukan China atas produk daging babi AS diberlakukan. Langkah China ini merupakan tanggapan atas tarif terhadap aluminium dan baja China oleh AS yang akan diterapkan kemudian pada tahun ini.

Tamara Nelsen adalah Direktur Komoditas di Biro Pertanian Illinois. Dia mengatakan, setelah beberapa tahun penghasilan peternak turun akibat biaya yang semakin meningkat, pemberlakuan tarif oleh China akan semakin menipiskan keuntungan petani Amerika.

Dan bukan hanya babi. Brent Scholl juga membudidayakan kacang kedelai, dan ancaman China untuk memberlakukan tarif pada komoditas itu juga akan membebani pendapatan Scholl.

Brent Scholl khawatir China akan beralih ke negara lain untuk mendapatkan komoditi itu dengan lebih murah, sehingga pasar ekspor kedele AS semakin terdesak. Dia merasa hanya ada satu orang yang disalahkan atas prospek keuangannya yang tidak pasti.

Dia merasa Presiden Trump melakukan langkah yang tidak tepat dan kini menyebabkan prospek pendapatan dan keuangannya menjadi tidak pasti. Selama kampanye, Presiden Trump memang sudah berjanji akan bertindak tegas dalam bidang perdagangan, namun waktu itu Brent Scholl memilihnya.

Kata Presiden Trump waktu itu, seandainya China merugikan petani Amerika, meskipun itu disesalkannya, namun dia yakin petani Amerika akan berani menanggungnya karena mereka adalah patriot, dan mereka faham bahwa pengorbanan itu adalah untuk negara. Trump juga berjanji, Amerika akan membalas pengorbanan petani-petani ini dan mereka akan semakin kuat kedudukannya.

Sumber: VOA

RELATED NEWS
Xinhua: China to Lift Tariffs on US Soybeans, Other Farm Goods...
Saturday, 14 September 2019 02:18 WIB

China says it will lift tariffs on U.S. soybeans, pork and some other farm goods in yet another sign of easing tensions between the two countries ahead of trade talks scheduled for next month. The an...

Did Boris Johnson Lie to the Queen?...
Friday, 13 September 2019 18:10 WIB

Britain™s Prime Minister Boris Johnson flatly denied Thursday that he lied to Britain™s monarch when asking Queen Elizabeth to suspend parliament for five weeks in the run-up to a Brexit deadline ...

Saudi Princess Found Guilty of Having Worker Beaten in France...
Friday, 13 September 2019 11:12 WIB

The sister of Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman has been found guilty in France of having a plumber beaten and held captive in her Paris apartment. Princess Hassa bint Salman, who was tried in a...

China Considering US Agricultural Purchases as Trade Rivals Exchange Good Will...
Friday, 13 September 2019 02:29 WIB

China on Thursday extended the latest gesture of goodwill in its trade dispute with the United States, as the world's two largest economies prepare for high-level trade talks. Chinese Commerce Minist...

Trump Postponing Tariffs on China as a 'Good Will' Gesture...
Thursday, 12 September 2019 17:43 WIB

President Donald Trump is postponing tariffs on $250 billion in Chinese goods as a œgesture of good will. Trump made the announcement in a late Wednesday tweet, saying Chinese Vice Premier Liu H...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.