DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas Stabil Setelah Anjlok Terhadap Divergensi Suku Bunga

Emas stabil, setelah jatuh pada Jumat lalu karena divergensi dalam prospek suku bunga di negara-negara ekonomi besar. Bullion untuk pengiriman segera naik 0,2% menjadi $ 1,281.63 per ons pada pukul 09:54 pagi di Tokyo; logam kuning telah meluncur sebanyak 2,1% pada hari Jumat ke level rendah untuk tahun ini. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1% setelah pada minggu lalu menguat 1,4%, sebagian besar sejak November 2016, karena Federal Reserve mengatakan akan terus menaikkan suku bunga secara...

Kekhawatiran Perdagangan Global Menyeret Turun Bursa Jepang

Saham-saham Jepang turun karena investor tetap waspada atas ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China. Indeks Topix turun 1% menjadi 1.771,57 pada pukul 09:31 pagi di Tokyo. Nikkei 225 melemah 0,8% menjadi 22.680,24. Sementara Yen naik 0,2% ke 110,47 terhadap dolar. Produsen elektronik dan perusahaan mesin sangat membebani indek acuan Topix dalam perdagangan awal di Tokyo. Eksplorasi minyak juga turun menyusul penurunan harga minyak global. Presiden AS Donald Trump...

Yen dan Dolar Menguat Karena Ketegangan Perdagangan Angkat Permintaan Haven

Yen dan dolar menguat karena meningkatnya friksi perdagangan antara AS dan Cina mendorong permintaan untuk aset haven. Mata uang Jepang menguat terhadap semua 16 mata uang utama setelah Cina menanggapi AS yang mengenakan tarif $ 50 miliar terhadap impor Cina dengan menempatkan tambahan 25% retribusi pada $ 34 miliar ekspor pertanian dan mobil AS mulai bulan Juli. Treasury naik untuk hari ketiga, sementara dolar Selandia Baru mengalami penurunan dalam mata uang Grup-10. USD/JPY turun 0,2%...

Minyak Turun Di Bawah $ 65 Karena Perselisihan OPEC Memuncak, Perang Perdagangan

Minyak turun di bawah $ 65 per barel karena Arab Saudi dan Rusia bersiap-siap untuk gesekan dengan sekutu produsen minyak mentah mengenai apakah akan meningkatkan produksi sementara Cina dan AS bertukar ancaman perdagangan. Minyak berjangka di New York turun sebanyak 1,4 persen setelah penurunan 2,7 persen pada Jumat lalu. Iran mengatakan Venezuela dan Irak akan bergabung dalam memblokir proposal untuk meningkatkan produksi yang didukung oleh Arab Saudi dan Rusia ketika OPEC dan sekutunya...

Sedikitnya 3 tewas dalam gempa 6.1 skala Richter di Jepang

Associated Press melaporkan, gempa kuat di dekat Osaka, Jepang, Senin pagi menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai sedikitnya 41 orang, mengutip dari pemerintah setempat. Gempa berkekuatan 6,1 skala Richter melanda sekitar pukul 8 pagi, menyebabkan kerusakan sedang, meskipun beberapa bangunan dilaporkan sebagian roboh. Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan. The Japan Times melaporkan bahwa pembangkit nuklir di dekatnya tidak rusak, tetapi jalur kereta peluru dan beberapa jalan...

SNB dalam Mode Wait and See seiring Franc yang Lebih Lemah Bantu Prospek Inflasi
Thursday, 14 December 2017 15:59 WIB | FISCAL & MONETARY |SwissBank Sentral Swiss,

Swiss National Bank mempertahankan suku bunga pada rekor terendah, berada dalam mode wait and see sambil memantau dampak dari franc yang lemah terhadap inflasi.

Meski penurunan 8 persen franc terhadap euro tahun ini mendorong momentum ekonomi dan menjaga pertumbuhan harga terkendali, Presiden SNB Thomas Jordan mewaspadai langkah-langkah apa pun yang mungkin menarik investor untuk kembali ke mata uang sehingga memicu rally.

Mempertahankan suku bunga deposito di level rendah minus 0,75 persen dan mengulangi janji untuk melakukan intervensi pasar mata uang jika diperlukan, SNB mengatakan pada hari Kamis bahwa franc tetap "berharga tinggi". Jordan dan rekannya Fritz Zurbruegg dan Andrea Maechler akan menjelaskan keputusan mereka pada pukul 10 pagi di Bern.

"Depresiasi franc Swiss mencerminkan fakta bahwa safe havens saat ini kurang diminati," kata SNB. "Namun, perkembangan ini masih rapuh."

Pengumuman tersebut disampaikan di tengah keputusan-keputusan bank sentral di dunia  - yang dimulai dengan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada hari Rabu dan yang berlanjut dengan Bank of England dan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis. Para pembuat kebijakan suku bunga dihadapkan pada pesatnya pertumbuhan global yang akhirnya dapat meningkatkan tekanan harga dan memungkinkan mereka untuk melepas kebijakan ultra-longgar mereka yang sudah diimplementasikan selama beberapa tahun terakhir.

SNB telah menanggapi penurunan franc, mengganti pendapatnya pada bulan September untuk mengatakan bahwa langkah tersebut telah membantu mengekang "overvaluation signifikan", sentimen tersebut berulang pada hari ini.

Mata uang saat ini berada di sekitar level 1,16 per euro, turun dari level 1,07 tahun lalu.

Namun, bank sentral, yang menggunakan nilai tukar minimum 1,20 antara 2011 dan 2015 untuk menangkis arus masuk valuta asing di tengah krisis utang zona euro, secara efektif memiliki kebijakan terkait sampai ECB menaikkan suku bunga. Bank ini merubah batas atas franc pada awal 2015.

Mario Draghi diperkirakan hanya akan mulai menaikkan biaya pinjaman area euro pada 2019, menurut survei ekonom Bloomberg yang dipublikasikan minggu ini. SNB tidak diperkirakan akan melakukan perubahan sebelumnya.

Bank sentral Swiss juga memperbarui perkiraan ekonominya pada hari Kamis dan sekarang melihat inflasi pada 0,7 persen untuk 2018 dan 1,1 persen untuk 2019, dibandingkan dengan prediksi bulan September masing-masing 0,4 persen dan 1,1 persen. Diperkirakan tekanan harga akan meningkat menjadi 2,1 persen pada kuartal ketiga tahun 2020.

SNB juga mengeluarkan perkiraan pertumbuhan pertama tahun depan, memprediksi ekspansi sekitar 2 persen dibandingkan dengan 1 persen pada 2017. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
ECB berencana melanjutkan program pembelian obligasi hingga akhir Desember...
Thursday, 14 June 2018 19:16 WIB

Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan mengakhiri program pembelian obligasinya hingga akhir tahun ini. ECB dalam pernyataannya pasca pertemuan Dewan pemerintah, mengatakan akan melanjutkan program...

Fed Menaikkan Suku Bunga, Saat ini Melihat 4 Kenaikan Pada Tahun ini...
Thursday, 14 June 2018 01:14 WIB

Federal Reserve pada hari Rabu memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan federal funds-nya sebesar seperempat persen poin ke kisaran 1,75% dan 2% dan mengatakan akan menaikkan suku bunga sebanyak em...

Powell The Fed Mengatakan Bank Sentral Menghadapi 'Momentum yang Menantang'...
Friday, 25 May 2018 20:46 WIB

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank-bank sentral seharusnya tidak mengambil kebebasan mereka begitu saja pada saat kepercayaan di lembaga-lembaga publik berada "di terendah dalam berse...

Laporan Fed tunjukkan dukungan untuk kenaikan suku bunga bulan Juni...
Thursday, 24 May 2018 01:07 WIB

Pejabat Federal Reserve dalam pertemuan mereka pada awal Mei menegaskan bahwa mereka berencana untuk menaikkan suku bunga pada bulan Juni dan tidak khawatir mereka berada di belakang kurva inflasi. "...

Powell kecilkan risiko ekonomi pasar berkembang dari kebijakan Fed...
Tuesday, 8 May 2018 14:34 WIB

Ekonomi pasar negara berkembang harus dapat mengatur dirinya seiring ekonomi pasar negara maju bergerak menuju kebijakan moneter yang lebih ketat, kata pimpinan Federal Reserve Jerome Powell, pada har...

POPULAR NEWS
Emas Stabil Setelah Anjlok Terhadap Divergensi Suku Bunga

Emas stabil, setelah jatuh pada Jumat lalu karena divergensi dalam prospek suku bunga di negara-negara ekonomi besar. Bullion untuk pengiriman segera naik 0,2% menjadi $ 1,281.63 per ons pada pukul 09:54 pagi di Tokyo; logam kuning telah meluncur sebanyak 2,1% pada hari Jumat ke level rendah untuk tahun ini. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1% setelah pada minggu lalu menguat 1,4%, sebagian besar sejak November 2016, karena Federal Reserve mengatakan akan terus menaikkan suku bunga secara...

Kekhawatiran Perdagangan Global Menyeret Turun Bursa Jepang

Saham-saham Jepang turun karena investor tetap waspada atas ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China. Indeks Topix turun 1% menjadi 1.771,57 pada pukul 09:31 pagi di Tokyo. Nikkei 225 melemah 0,8% menjadi 22.680,24. Sementara Yen naik 0,2% ke 110,47 terhadap dolar. Produsen elektronik dan perusahaan mesin sangat membebani indek acuan Topix dalam perdagangan awal di Tokyo. Eksplorasi minyak juga turun menyusul penurunan harga minyak global. Presiden AS Donald Trump...

Yen dan Dolar Menguat Karena Ketegangan Perdagangan Angkat Permintaan Haven

Yen dan dolar menguat karena meningkatnya friksi perdagangan antara AS dan Cina mendorong permintaan untuk aset haven. Mata uang Jepang menguat terhadap semua 16 mata uang utama setelah Cina menanggapi AS yang mengenakan tarif $ 50 miliar terhadap impor Cina dengan menempatkan tambahan 25% retribusi pada $ 34 miliar ekspor pertanian dan mobil AS mulai bulan Juli. Treasury naik untuk hari ketiga, sementara dolar Selandia Baru mengalami penurunan dalam mata uang Grup-10. USD/JPY turun 0,2%...

Minyak Turun Di Bawah $ 65 Karena Perselisihan OPEC Memuncak, Perang Perdagangan

Minyak turun di bawah $ 65 per barel karena Arab Saudi dan Rusia bersiap-siap untuk gesekan dengan sekutu produsen minyak mentah mengenai apakah akan meningkatkan produksi sementara Cina dan AS bertukar ancaman perdagangan. Minyak berjangka di New York turun sebanyak 1,4 persen setelah penurunan 2,7 persen pada Jumat lalu. Iran mengatakan Venezuela dan Irak akan bergabung dalam memblokir proposal untuk meningkatkan produksi yang didukung oleh Arab Saudi dan Rusia ketika OPEC dan sekutunya...

Sedikitnya 3 tewas dalam gempa 6.1 skala Richter di Jepang

Associated Press melaporkan, gempa kuat di dekat Osaka, Jepang, Senin pagi menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai sedikitnya 41 orang, mengutip dari pemerintah setempat. Gempa berkekuatan 6,1 skala Richter melanda sekitar pukul 8 pagi, menyebabkan kerusakan sedang, meskipun beberapa bangunan dilaporkan sebagian roboh. Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan. The Japan Times melaporkan bahwa pembangkit nuklir di dekatnya tidak rusak, tetapi jalur kereta peluru dan beberapa jalan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.