DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas Berjangka Berakhir dengan Kerugian

Emas berjangka membukukan sedikit kerugian pada hari Selasa, bertahan di atas utama $ 1.800 per ons. Emas "jelas terkena imbas aksi ambil untung tetapi lebih menunggu dan melihat" menjelang langkah besar berikutnya, kata James Hatzigiannis, kepala strategi pasar di Ploutus Capital Advisors. Ada sejumlah perkembangan yang bullish untuk harga, bagaimanapun, termasuk peningkatan dalam kasus coronavirus, yang mendukung logam safe-haven, katanya. Emas untuk pengiriman Agustus turun 70 sen, atau...

Emas Berjangka Berakhir Naik, Didukung Pelemahan Dolar AS

Emas berjangka membukukan kenaikan moderat pada hari Rabu, dengan didukung oleh pelemahan dalam dolar AS. Penguatan dalam pasar saham global, di tengah berita positif seputar vaksin coronavirus membatasi kenaikan dalam harga emas. Emas untuk pengiriman Agustus naik 40 sen, atau 0,02%, menetap di $ 1.813,80 per ounce.(Arl) Sumber : Marketwatch

Emas Bertahan di Atas $1.800, Perak Berjangka Naik

Emas menahan kenaikan dua harinya di atas $1.800 per ons karena investor menelusuri ketegangan antara AS dan China serta kemajuan dalam pengembangan vaksin virus corona, serta prospek yang bervariasi untuk ekonomi global. Perak berjangka mendekati level $20 per ons. Sementara Presiden Donald Trump memerintahkan untuk mengakhiri status khusus Hong Kong dengan AS. Trump juga mengatakan dia tidak punya rencana untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping. Harga emas di pasar...

Dolar Jatuh seiring Penguatan pada Euro dan Saham AS

Dolar jatuh pada perdagangan hari Selasa di Amerika Utara seiring euro menguat di tengah optimisme tentang kemungkinan paket stimulus Uni Eropa dan karena saham AS melonjak. Indeks dolar AS, terhadap sekumpulan enam mata uang rivalnya, turun 0,31% menjadi 96,265. Dolar yang melemah sebagian disebabkan oleh pergerakan yang lebih tinggi pada euro di tengah harapan Uni Eropa akan menyetujui paket pembiayaan penyelamatan yang akan membatasi kerusakan ekonomi pada blok dari pandemi virus corona....

Minyak Lanjutkan Penurunan Ditengah Ketegangan AS-China

Minyak turun untuk hari kedua di tengah ekspektasi bahwa OPEC+ akan mulai mengurangi pemangkasan produksi bulan depan serta karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing memperburuk sentimen di seluruh pasar finansial. Minyak berjangka di New York turun di bawah $40 per barel setelah turun sebanyak 1,1% pada hari Senin. Pertemuan OPEC dan Komite Joint Ministerial Monitoring Committee, atau JMMC pada hari Rabu diharapkan tetap pada rencananya untuk melakukan pengurangan produksi...

Pejabat Fed lebih optimis akan prospek ekonomi tahun ini
Thursday, 20 February 2020 02:35 WIB | FISCAL & MONETARY |Fiskal & Moneter

Pejabat Federal Reserve dan staf bank sentral mengatakan ekonomi AS tampak lebih kuat pada akhir Januari dari yang yang harapkan, menurut risalah pertemuan akhir Januari yang dirilis Rabu.

Risiko terhadap prospek lebih menguntungkan daripada yang muncul pada pertemuan mereka pada pertengahan Desember.

Ada kekhawatiran yang diungkapkan selama diskusi mereka mengenai ancaman wabah virus corona di Cina, serta ketegangan di Timur Tengah.

Dewan The Fed memproyeksikan pertumbuhan PDB AS lebih kuat pada pertemuan Januari dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. Dewan juga mengatakan bahwa risiko penurunan telah berkurang.

Ada juga beberapa optimisme mengenai prospek inflasi, yang telah dibiarkan di bawah target 2% The Fed.

Mayoritas pejabat Fed mengatakan mereka umumnya memperkirakan inflasi akan bergerak lebih dekat ke target 2% bank sentral.

Meskipun optimis, para pejabat Fed berhati-hati untuk tidak membiarkan suku bunga tidak berubah.

Bank sentral memangkas suku bunga tiga kali tahun lalu dan telah mengisyaratkan sikap kebijakan yang ditahan, tidak ada perubahan signifikan pada prospek.

Dalam diskusinya, pejabat Fed melihat alasan bagus untuk membiarkan suku bunga acuan tidak berubah.

Mereka membahas mengenai bagaimana "mempertahankan sikap kebijakan saat ini untuk sementara waktu dapat membantu dalam mendukung aktivitas ekonomi AS dalam menghadapi perkembangan global yang telah membebani keputusan pengeluaran," unkap berita acara.

Tingkat akomodasi saat ini juga akan berguna dalam mendorong inflasi ke target 2%, ungkap para pejabat.(yds)

Sumber: Marketwatch

RELATED NEWS
Bailey BoE Berkata Sekaranglah Saatnya Merencanakan Era Pasca Libor...
Monday, 13 July 2020 23:22 WIB

Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan lembaga keuangan harus memiliki rencana sekarang untuk batas waktu hingga akhir-2021 untuk menjatuhkan Libor (London Interbank Offered Rate), patokan ...

RBA Menyoroti Ketidakpastian Pemulihan Terkait Ancaman Virus Gelombang Kedua ...
Tuesday, 7 July 2020 14:06 WIB

Kepala bank sentral Australia menyoroti kekhawatiran di dalam kegiatan domestik dan bisnis tentang prospek kesehatan dan ekonomi, karena keberhasilan menjalankan penahanan Covid-19 di negara itu digun...

Christine Lagarde: Pemulihan ekonomi akan menjadi masalah yang rumit...
Friday, 26 June 2020 15:19 WIB

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde, saat memberikan presentasi pada Pertemuan Online Tingkat Tinggi yang diselenggarakan oleh Konvensi Para Pemimpin Bisnis Eropa, mengatakan bahwa kit...

Bank of England Tingkatkan Perlawanan Terhadap Virus Dengan Peningkatan Pembelian Obligasi...
Thursday, 18 June 2020 18:35 WIB

Bank of England mengintensifkan reaksinya terhadap dampak dari virus corona dengan memperluas program pembelian obligasi, mengambil langkah lain dalam perjuangan berat untuk mengangkat ekonomi keluar ...

SNB Berfokus pada Intervensi Franc Dengan Suku Bunga Tidak Berubah...
Thursday, 18 June 2020 14:48 WIB

Swiss National Bank mengatakan intervensi valuta asing yang agresif tetap menjadi alat utama untuk mendorong kembali terhadap apresiasi dalam franc yang disebabkan oleh pandemi coronavirus. Menjaga s...

POPULAR NEWS
Emas Berjangka Berakhir dengan Kerugian

Emas berjangka membukukan sedikit kerugian pada hari Selasa, bertahan di atas utama $ 1.800 per ons. Emas "jelas terkena imbas aksi ambil untung tetapi lebih menunggu dan melihat" menjelang langkah besar berikutnya, kata James Hatzigiannis, kepala strategi pasar di Ploutus Capital Advisors. Ada sejumlah perkembangan yang bullish untuk harga, bagaimanapun, termasuk peningkatan dalam kasus coronavirus, yang mendukung logam safe-haven, katanya. Emas untuk pengiriman Agustus turun 70 sen, atau...

Emas Berjangka Berakhir Naik, Didukung Pelemahan Dolar AS

Emas berjangka membukukan kenaikan moderat pada hari Rabu, dengan didukung oleh pelemahan dalam dolar AS. Penguatan dalam pasar saham global, di tengah berita positif seputar vaksin coronavirus membatasi kenaikan dalam harga emas. Emas untuk pengiriman Agustus naik 40 sen, atau 0,02%, menetap di $ 1.813,80 per ounce.(Arl) Sumber : Marketwatch

Emas Bertahan di Atas $1.800, Perak Berjangka Naik

Emas menahan kenaikan dua harinya di atas $1.800 per ons karena investor menelusuri ketegangan antara AS dan China serta kemajuan dalam pengembangan vaksin virus corona, serta prospek yang bervariasi untuk ekonomi global. Perak berjangka mendekati level $20 per ons. Sementara Presiden Donald Trump memerintahkan untuk mengakhiri status khusus Hong Kong dengan AS. Trump juga mengatakan dia tidak punya rencana untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping. Harga emas di pasar...

Dolar Jatuh seiring Penguatan pada Euro dan Saham AS

Dolar jatuh pada perdagangan hari Selasa di Amerika Utara seiring euro menguat di tengah optimisme tentang kemungkinan paket stimulus Uni Eropa dan karena saham AS melonjak. Indeks dolar AS, terhadap sekumpulan enam mata uang rivalnya, turun 0,31% menjadi 96,265. Dolar yang melemah sebagian disebabkan oleh pergerakan yang lebih tinggi pada euro di tengah harapan Uni Eropa akan menyetujui paket pembiayaan penyelamatan yang akan membatasi kerusakan ekonomi pada blok dari pandemi virus corona....

Minyak Lanjutkan Penurunan Ditengah Ketegangan AS-China

Minyak turun untuk hari kedua di tengah ekspektasi bahwa OPEC+ akan mulai mengurangi pemangkasan produksi bulan depan serta karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing memperburuk sentimen di seluruh pasar finansial. Minyak berjangka di New York turun di bawah $40 per barel setelah turun sebanyak 1,1% pada hari Senin. Pertemuan OPEC dan Komite Joint Ministerial Monitoring Committee, atau JMMC pada hari Rabu diharapkan tetap pada rencananya untuk melakukan pengurangan produksi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.