DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Dolar AS tergelincir pada optimisme perdagangan, pembicaraan AS-Cina ditunggu

Dolar melemah pada hari Senin seiring permintaan investor untuk mata uang safe haven itu surut pada optimisme atas meredanya ketegangan perdagangan AS-Cina, dengan fokus pada pembicaraan antara kedua negara itu yang dijadwalkan dilangsungkan pekan ini. Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama sedikit berubah pada 96,126 setelah kehilangan 0,55 persen pada hari Jumat. Meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya, di samping merosotnya lira...

Saham Tokyo awali pekan di garis datar

Saham Tokyo dibuka datar pada hari Senin seiring para investor mencari pijakan pembelian baru setelah naik pekan lalu di tengah meningkatnya harapan resolusi terhadap kebuntuan perdagangan AS-China. Indeks acuan Nikkei 225 naik tipis 0,04 persen, atau 8,16 poin, ke level 22.278,54 pada awal perdagangan sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,13 persen, atau 2,24 poin, ke level 1,695.29. Sumber: AFP

Minyak Pertahankan Gain pada Tanda-Tanda Perlambatan dalam Produksi AS

Minyak mempertahankan gainnya untuk berada di dekat level $ 66 per barel pada tanda-tanda perlambatan pertumbuhan dalam produksi minyak mentah AS. Berjangka di New York stabil setelah kenaikan 0,7 persen pada hari Jumat. Anjungan minyak yang beroperasi di AS tidak berubah di angka 869, menurut data dari Baker Hughes pada hari Jumat. Meskipun ini merupakan level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, jumlah rig hanya tumbuh 10 sejak akhir Mei lalu. Minyak telah jatuh sekitar 11 persen dari...

Pemerintahan Trump akan Biarkan Kecerdasan Buatan 'Berkembang Bebas' di AS
Wednesday, 16 May 2018 01:16 WIB | GLOBAL |Global

Pemerintah Trump tidak akan menghalangi pengembangan kecerdasan buatan di Amerika Serikat, ujar seorang pejabat tinggi hari Kamis, yang mengakui teknologi yang semakin berkembang ini akan menggantikan beberapa lapangan kerja.

Dalam sebuah pertemuan puncak Gedung Putih yang pesertanya antara lain perusahaan-perusahaan seperti Google Alphabet, Facebook, dan Amazon.com, penasihat kebijakan teknologi, Michael Kratsios mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump tidak ingin mendikte œapa yang diteliti dan dikembangkan.

œSebisa mungkin, kami akan biarkan ilmuwan dan pakar teknologi untuk dapat bebas mengembangkan ciptaan hebat mereka yang berikutnya di sini di Amerika Serikat, ujarnya, menurut salinan pidatonya yang disediakan oleh Gedung Putih.

Kecerdasan buatan dan deep machine learning (pembelajaran mesin - cabang dari kecerdasan buatan) menimbulkan keprihatinan dari segi etika menyangkut kendali, privasi, keamanan cyber, dan masa depan lapangan kerja, sebagaimana diutarakan oleh berbagai perwakilan perusahaan dan para pakar.

Kratsios mengakui hingga œtingkat tertentu, hilangnya lapangan kerja tidak dapat dihindarkan.

Ia menambahkan: œNamun kita tidak dapat hanya berdiam diri, berharap pasar akan menyeleksinya. Kita harus lakukan apa yang warga Amerika selalu lakukan: beradaptasi.

Gedung Putih, yang sebelumnya bersebrangan dengan kalangan ilmuwan, terkait berbagai persoalan seperti perubahan iklim, konservasi, dan pemotongan anggaran, mengatakan pihaknya akan menciptakan sebuah komite baru untuk Kecerdasan Buatan. Komite ini akan terdiri dari para pejabat penelitian dan pengembangan paling senior di seluruh jajaran pemerintah AS, yang bertugas untuk menyusun prioritas penelitian dan pengembangan dan koordinasi yang lebih baik terkait investasi yang dilakukan pemerintah federal.

œKita tidak dapat hanya bersikap pasif. Untuk mewujudkan potensi Kecerdasan Buatan secara seutuhnya bagi warga Amerika, upaya ini akan membutuhkan berbagai upaya gabungan dari kalangan industri, akademis, dan pemerintahan, ujar Kratsios.

œDi sektor swasta, kita tidak akan mendikte apa yang bisa diteliti dan dikembangkan. Sebaliknya kita akan menawarkan sumberdaya dan kebebasan untuk bereksplorasi, ujarnya.

CEO Intel Corp. Brian Krzanich, yang hadir dalam pertemuan puncak itu menulis dalam postingan di blognya bahwa œtanpa strategi Kecerdasan Buatan nya sendiri, para pemimpin teknologi dunia berisiko tertinggal.

Kecerdasan buatan telah digunakan di sejumlah bidang. Contohnya, National Institute of Health sedang menjajaki cara-cara pemanfaatan machine learning untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi kanker dan pengobatannya, sementara General Services Administration menggunakan Kecerdasan Buatan untuk mengurangi kebutuhan akan auditor federal, ujar Gedung Putih.

Lebih dari 30 perusahaan besar hadir dalam pertemuan itu termasuk di antaranya para pejabat yang mewakili Ford, Boeing, Mastercard, dan Microsoft.

Pentagon dan berbagai badan pemerintah mengambil bagian, bersama dengan para pejabat senior Gedung Putih termasuk Jared Kushner dan Andrew Bremberg, yang mengepalai Dewan Kebijakan Domestik.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Imigran Sudan Disebut Sebagai Pelaku Serangan Mobil London...
Thursday, 16 August 2018 21:15 WIB

Polisi kontraterorisme Inggris menggeledah beberapa properti, sambil mencoba menentukan penyebab pemuda berusia 29 tahun, kelahiran Sudan, menabrakkan mobil di luar gedung Parlemen Inggris. Polisi men...

Qatar dikatakan akan berinvestasi $ 15 miliar di Turki...
Thursday, 16 August 2018 04:03 WIB

Qatar akan menginvestasikan $ 15 miliar di Turki, situs berita Turki NTV melaporkan hari Rabu, mengutip para pejabat Turki. Berita itu menyusul pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan dan...

Aktivis Kemerdekaan Hong Kong Katakan China ˜Rusak™ Kota Itu...
Wednesday, 15 August 2018 18:39 WIB

Andy Chan, pendiri Partai Nasional Hong Kong, mengatakan kepada para anggota Klub Koresponden Wartawan Asing (FCC) bahwa Hong Kong, sebagai suatu bangsa œdengan cepat dicaplok dan dihancurkan oleh C...

Ratusan pastor di AS 'melecehkan ribuan anak'...
Wednesday, 15 August 2018 13:12 WIB

Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, merilis laporan panel juri berisi rincian dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik yang menuduh lebih dari 300 pastor. Laporan investigasi pane...

Presiden Erdogan Ingin Boikot Barang Elektronik AS...
Wednesday, 15 August 2018 04:12 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (14/8) mengancam akan memboikot barang-barang elektronik Amerika, untuk menanggapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat...

POPULAR NEWS
Dolar AS tergelincir pada optimisme perdagangan, pembicaraan AS-Cina ditunggu

Dolar melemah pada hari Senin seiring permintaan investor untuk mata uang safe haven itu surut pada optimisme atas meredanya ketegangan perdagangan AS-Cina, dengan fokus pada pembicaraan antara kedua negara itu yang dijadwalkan dilangsungkan pekan ini. Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama sedikit berubah pada 96,126 setelah kehilangan 0,55 persen pada hari Jumat. Meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya, di samping merosotnya lira...

Saham Tokyo awali pekan di garis datar

Saham Tokyo dibuka datar pada hari Senin seiring para investor mencari pijakan pembelian baru setelah naik pekan lalu di tengah meningkatnya harapan resolusi terhadap kebuntuan perdagangan AS-China. Indeks acuan Nikkei 225 naik tipis 0,04 persen, atau 8,16 poin, ke level 22.278,54 pada awal perdagangan sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,13 persen, atau 2,24 poin, ke level 1,695.29. Sumber: AFP

Minyak Pertahankan Gain pada Tanda-Tanda Perlambatan dalam Produksi AS

Minyak mempertahankan gainnya untuk berada di dekat level $ 66 per barel pada tanda-tanda perlambatan pertumbuhan dalam produksi minyak mentah AS. Berjangka di New York stabil setelah kenaikan 0,7 persen pada hari Jumat. Anjungan minyak yang beroperasi di AS tidak berubah di angka 869, menurut data dari Baker Hughes pada hari Jumat. Meskipun ini merupakan level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, jumlah rig hanya tumbuh 10 sejak akhir Mei lalu. Minyak telah jatuh sekitar 11 persen dari...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.