DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Harga Emas Turun Dengan Dolar yang Menguat untuk 2 Sesi Beruntun

Harga emas menghapus kenaikan sebelumnya untuk berakhir sedikit lebih rendah pada hari Selasa, terbebani oleh sesi keuntungan kedua untuk dolar AS. Ekspektasi untuk perlambatan laju kenaikan suku bunga masa depan oleh Federal Reserve AS, bagaimanapun, membantu mengurangi kerugian untuk logam. Emas untuk pengiriman Februari di Comex turun $ 2,20, atau 0,2%, untuk berakhir di level $ 1,247.20 per ons, turun dari level tertinggi sebelumnya di atas $ 1,255. Perak Maret naik 2,3 sen, atau 0,2%,...

Emas Berakhir Lebih Tinggi Terkait Data Inflasi November yang Memenuhi Ekspektasi

Emas berjangka berakhir lebih tinggi pada hari Rabu, catatkan keuntungan pertama mereka dalam tiga sesi setelah data menunjukkan inflasi AS tetap datar pada bulan November dan dolar turun pasca penguatan selama dua sesi terakhir. Emas untuk pengiriman Februari di Comex naik $ 2,80, atau 0,2%, untuk berakhir di $ 1.250 per ons, sementara perak Maret bertambah 22,3 sen, atau 1,5%, menjadi $ 14,851 per ons. Indeks harga konsumen tidak berubah pada bulan November, sesuai dengan perkiraan ekonom...

Emas Naik seiring Kepemilikan ETF Meningkat Ke 4-Bulan Tertinggi

Emas menguat karena kepemilikan dalam dana yang diperdagangkan di bursa bullion diperluas di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan potensi jeda dalam kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Bank sentral AS tidak mungkin menaikkan suku bunga pada 2019 dan 2020 berdasarkan indikator pasar obligasi dan greenback diperkirakan akan melemah, menurut Jeffrey Gundlach, kepala investasi dari DoubleLine Capital. Spot emas naik 0,2% menjadi $ 1,245.96 / oz pada pukul...

Emas Melonjak ke Level Tertinggi Sesi Pasca Data Inflasi AS

Harga emas sedikit lebih tinggi pada Rabu ini, yang menyentuh level terbaik dari sesi setelah data menunjukkan bahwa pertumbuhan harga konsumen AS melambat pada November. Emas berjangka Comex naik $ 4,00, atau sekitar 0,3%, pada level $1,251.20 per troy ounce pada 08:45 pagi waktu timus AS (13:45 GMT), tidak jauh dari level puncak lima bulan di level $1,256.60 yang disentuh pada awal pekan ini. Sementara itu, harga spot emas diperdagangkan pada $1,246.28 per ons, naik $ 3,30, atau...

Emas Stabil karena Kepemilikan ETF Meningkat Hingga Tertinggi Empat Bulan

Emas stabil seiring kepemilikan dalam dana yang diperdagangkan di bursa bullion berekspansi di tengah kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan potensi jeda dalam kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Bank sentral AS tidak mungkin menaikkan suku bunga pada 2019 dan 2020 berdasarkan indikator pasar obligasi dan greenback diperkirakan akan melemah, menurut Jeffrey Gundlach, kepala investasi dari DoubleLine Capital. Manajer uang mengurangi spekulasi bearish pada...

Jumlah Warga Sipil Tewas Meningkat di Afghanistan
Thursday, 11 October 2018 01:37 WIB | GLOBAL |Global

Jumlah korban tewas di kalangan warga sipil terus meningkat di Afghanistan, dan bahkan membukukan rekor baru.

Sebuah laporan baru yang dirilis Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA), Rabu (10/10), mengatakan, dari awal tahun hingga akhir September, PBB mencatat ada 8.050 korban sipil -- 2.798 di antara mereka tewas dan sisanya terluka.

Sebuah grafik yang dipresentasikan dalam laporan UNAMA menunjukkan, selama 17 tahun konflik, lima tahun terakhir merupakan periode waktu yang paling banyak menelan korban sipil.

Laporan itu juga menyebutkan, penggunaan bom rakitan dalam serangan-serangan bunuh diri meningkat dalam hal frekuensi dan akibat yang ditimbulkannya.

Menurut UNAMA, kebanyakan korban sipil jatuh akibat aksi-aksi yang dilancarkan unsur-unsur non-pemerintah, termasuk Taliban dan ISIS. Persentasenya mencapai 65 persen.

Penyebab terbesar keduanya jatuhnya korban sipil, 29 persen, adalah bentrokan antar faksi yang bersaingan.

Propinsi yang paling banyak menjatuhkan korban sipil adalah Nangarhar, di mana ISKP, cabang ISIS di Afghanistan, masih memiliki kubu pertahanan. Propinsi tersebut juga tercatat sebagai propinsi yang paling banyak menelan koban jiwa di kubu pasukan AS pada 2017.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Kongres Akan Larang Sabung Ayam di Teritorial AS ...
Thursday, 13 December 2018 18:19 WIB

Kongres hari Rabu menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang akan menutup sabung ayam yang legal di teritorial Amerika termasuk Puerto Rico dan Kepulauan Virgin Amerika, mengakhiri institusi dari e...

Menlu AS: Iran Tingkatkan Kegiatan Misil Balistik...
Thursday, 13 December 2018 11:15 WIB

Menlu Amerika Mike Pompeo Rabu (12/12) memberi tahu DK PBB bahwa kegiatan misil balistik Iran semakin meningkat sejak persetujuan nuklir pada 2015 disepakati. œIran telah memanfaatkan goodwill dari...

CEO Twitter Akui Penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar...
Thursday, 13 December 2018 01:24 WIB

CEO Twitter, Jack Dorsey dikecam karena tidak menyoroti krisis kemanusiaan yang dialami Muslim Rohingya dalam retret meditasinya di Myanmar baru-baru ini. Dorsey memposkan serangkaian cuitan di akun ...

Perdana Menteri Inggris Berusaha Selamatkan Kesepakatan Brexit...
Wednesday, 12 December 2018 18:51 WIB

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa, Selasa (11/12) selagi ia berusaha untuk tetap mempertahankan kesepakatan dalam rangka penarikan diri Inggris dari Uni Erop...

China Tahan Mantan Diplomat Kanada...
Wednesday, 12 December 2018 11:10 WIB

Michael Kovrig, mantan diplomat Kanada di Beijing dan Hongkong antara tahun 2003 sampai 2016 ditahan di China di tengah ketegangan antara kedua negara karena ditangkapnya seorang pimpinan perusahaan t...

POPULAR NEWS
Harga Emas Turun Dengan Dolar yang Menguat untuk 2 Sesi Beruntun

Harga emas menghapus kenaikan sebelumnya untuk berakhir sedikit lebih rendah pada hari Selasa, terbebani oleh sesi keuntungan kedua untuk dolar AS. Ekspektasi untuk perlambatan laju kenaikan suku bunga masa depan oleh Federal Reserve AS, bagaimanapun, membantu mengurangi kerugian untuk logam. Emas untuk pengiriman Februari di Comex turun $ 2,20, atau 0,2%, untuk berakhir di level $ 1,247.20 per ons, turun dari level tertinggi sebelumnya di atas $ 1,255. Perak Maret naik 2,3 sen, atau 0,2%,...

Emas Berakhir Lebih Tinggi Terkait Data Inflasi November yang Memenuhi Ekspektasi

Emas berjangka berakhir lebih tinggi pada hari Rabu, catatkan keuntungan pertama mereka dalam tiga sesi setelah data menunjukkan inflasi AS tetap datar pada bulan November dan dolar turun pasca penguatan selama dua sesi terakhir. Emas untuk pengiriman Februari di Comex naik $ 2,80, atau 0,2%, untuk berakhir di $ 1.250 per ons, sementara perak Maret bertambah 22,3 sen, atau 1,5%, menjadi $ 14,851 per ons. Indeks harga konsumen tidak berubah pada bulan November, sesuai dengan perkiraan ekonom...

Emas Naik seiring Kepemilikan ETF Meningkat Ke 4-Bulan Tertinggi

Emas menguat karena kepemilikan dalam dana yang diperdagangkan di bursa bullion diperluas di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan potensi jeda dalam kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Bank sentral AS tidak mungkin menaikkan suku bunga pada 2019 dan 2020 berdasarkan indikator pasar obligasi dan greenback diperkirakan akan melemah, menurut Jeffrey Gundlach, kepala investasi dari DoubleLine Capital. Spot emas naik 0,2% menjadi $ 1,245.96 / oz pada pukul...

Emas Melonjak ke Level Tertinggi Sesi Pasca Data Inflasi AS

Harga emas sedikit lebih tinggi pada Rabu ini, yang menyentuh level terbaik dari sesi setelah data menunjukkan bahwa pertumbuhan harga konsumen AS melambat pada November. Emas berjangka Comex naik $ 4,00, atau sekitar 0,3%, pada level $1,251.20 per troy ounce pada 08:45 pagi waktu timus AS (13:45 GMT), tidak jauh dari level puncak lima bulan di level $1,256.60 yang disentuh pada awal pekan ini. Sementara itu, harga spot emas diperdagangkan pada $1,246.28 per ons, naik $ 3,30, atau...

Emas Stabil karena Kepemilikan ETF Meningkat Hingga Tertinggi Empat Bulan

Emas stabil seiring kepemilikan dalam dana yang diperdagangkan di bursa bullion berekspansi di tengah kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan potensi jeda dalam kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Bank sentral AS tidak mungkin menaikkan suku bunga pada 2019 dan 2020 berdasarkan indikator pasar obligasi dan greenback diperkirakan akan melemah, menurut Jeffrey Gundlach, kepala investasi dari DoubleLine Capital. Manajer uang mengurangi spekulasi bearish pada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.