DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas perpanjang penurunan karena dolar menguat ke level tertinggi 1,5 tahun

Harga emas pada hari Senin menetap lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut karena indeks dolar menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 17 bulan, sehingga membebani permintaan untuk logam mulia. Emas Desember turun $ 5,10, atau 0,4%, untuk menetap di level $ 1,203.50 per ons, setelah membukukan penurunan 2% pekan lalu, jatuh hampir 1,4% pada hari Jumat saja. Senin menandai penutupan terendah untuk kontrak paling aktif sejak 10 Oktober, menurut data FactSet. Harga untuk logam sekarang...

Emas Bertahan Dekati Satu Bulan Terendah Karena Data Inflasi Menjadi Fokus

Emas bertahan mendekati level terendahnya dalam sebulan terakhir seiring para investor menunggu rilis data inflasi pada akhir pekan ini sebagai tanda-tanda bahwa Federal Reserve memiliki kasus untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Laporan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat menunjukkan harga produsen di AS mengalami kenaikan terbesarnya sejak 2012 lalu didorong kenaikan yang lebih luas dalam biaya untuk barang dan jasa. Inflasi konsumen mungkin rebound pada Oktober setelah merosot pada...

Minyak Naik Ditengah Kemungkinan OPEC untuk Mengurangi Produksinya di 2019

Minyak naik untuk pertama kalinya dalam 11 sesi terakhir ditengah kemungkinan bahwa OPEC dan sekutunya akan memangkas produksinya tahun depan dan setelah Arab Saudi mengatakan akan mengurangi penjualan pada bulan Desember. Sementara kontrak berjangka di New York naik sebanyak 1,3 persen pada hari Senin, masih turun sekitar 20 persen dari level tertingginya pada tahun 2014 yang dicapai awal bulan lalu. Anggota OPEC teratas Arab Saudi mengatakan ekspor akan dikurangi sekitar 500.000 barel per...

Emas Didekat Level 1 Bulan Terendahnya Karena Laporan Inflasi Jadi Fokus

Emas bertahan mendekati level terendah dalam sebulan karena investor menunggu data inflasi yang akan dirilis pada akhir pekan ini untuk tanda-tanda bahwa Federal Reserve memiliki kasus menaikkan suku bunga lebih lanjut. Laporan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat menunjukkan harga produsen di AS mengalami kenaikan terbesarnya sejak 2012 didorong kenaikan secara luas dalam biaya untuk barang dan jasa. Inflasi konsumen mungkin rebound pada bulan Oktober setelah berkurang pada bulan...

Bursa Tokyo Dibuka Lebih Rendah pada hari Senin

Bursa saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Senin mengikuti penurunan di Wall Street pada pekan lalu di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global yang berlanjut. Indeks Nikkei 225 turun 0,55 persen, atau 121,75 poin, ke level 22.128,50 pada awal perdagangan, sementara Indeks Topix yang lebih luas melemah sebesar 0,50 persen, atau 8,30 poin, di level 1,664.68. (knc) Sumber : AFP

AS Kembali Tolak Sebut China Sebagai Manipulator Mata Uang
Thursday, 18 October 2018 18:00 WIB | GLOBAL |

Pemerintahan Trump kembali menolak untuk menyebut China sebagai manipulator mata uang. Tetapi mengatakan Amerika menempatkan China dan lima negara lainnya dalam daftar pengawasan.

"Khususnya terkait kurangnya transparansi mata uang dan melemahnya mata uang China baru-baru ini," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam laporan dua tahunannya kepada Kongres.

"Kedua hal itu menjadi tantangan besar untuk mencapai perdagangan yang lebih adil dan lebih seimbang dan kita akan terus memantau dan meninjau praktek mata uang China, termasuk terus berunding dengan Bank Rakyat China," kata Mnuchin.

Mnuchin mengatakan China bersama Jerman, India, Jepang, Korea Selatan dan Swiss - akan dimasukkan dalam daftar negara yang praktik mata uangnya membutuhkan apa yang dikatakan laporan itu "diamati secara cermat".

Pemerintah-pemerintah memanipulasi mata uang dengan menjaga nilai tukarnya secara artifisial rendah agar barang dan jasanya lebih murah di pasar dunia.

Tapi itu membuat mitra dagang dan yang negara lainnya dirugikan.

Presiden Donald Trump sepanjang kampanyenya berjanji untuk mencap China sebagai manipulator mata uang setelah ia menjabat. Namun, sejauh ini menolak untuk melakukannya.

Sebaliknya, Trump telah memberlakukan tarif impor miliaran dolar terhadap China untuk mengatasi apa yang dikatakannya sebagai praktek perdagangan yang tidak adil dan defisit.

Source : VOA

RELATED NEWS
Palestina Tembakkan Roket, Israel Balas dengan Serangan Udara...
Tuesday, 13 November 2018 11:27 WIB

Palestina telah menembakkan puluhan roket ke bagian selatan Israel dan Israel membalas dengan serangan udara terhadap Gaza, sehari setelah bentrokan yang menimbulkan korban jiwa di perbatasan Israel-G...

IAEA: Iran Masih Patuhi Perjanjian Nuklir...
Tuesday, 13 November 2018 01:40 WIB

Badan pengawas atom Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan Iran tetap mematuhi perjanjian nuklir 2015, bahkan ketika sanksi baru Amerika meningkatkan kekhawatiran tentang apakah kesepakatan itu dapat b...

Kebakaran Hutan California Berkecamuk, 31 Tewas...
Monday, 12 November 2018 19:52 WIB

Kebakaran hutan masih berkecamuk di dua wilayah California hari Minggu (11/11), dan baru sedikit yang berhasil dikendalikan. Jumlah korban tewas tercatat 31 orang dan diperkirakan akan bertambah seme...

Kekerasan Pecah di Gaza, Netanyahu Persingkat Lawatan ke Paris...
Monday, 12 November 2018 11:28 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempersingkat lawatannya ke Paris untuk pulang setelah kekerasan pecah di Gaza. Belum jelas apa yang memicu pertikaian yang kata Hamas telah menewaskan enam ...

Presiden China akan Melawat ke Filipina, Bahas Kesepakatan Ekonomi...
Saturday, 10 November 2018 01:15 WIB

Kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Filipina bulan ini menjanjikan adanya lebih banyak bantuan pembangunan dan kemajuan dalam proyek bersama eksplorasi minyak di bawah laut untuk Filipin...

POPULAR NEWS
Emas perpanjang penurunan karena dolar menguat ke level tertinggi 1,5 tahun

Harga emas pada hari Senin menetap lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut karena indeks dolar menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 17 bulan, sehingga membebani permintaan untuk logam mulia. Emas Desember turun $ 5,10, atau 0,4%, untuk menetap di level $ 1,203.50 per ons, setelah membukukan penurunan 2% pekan lalu, jatuh hampir 1,4% pada hari Jumat saja. Senin menandai penutupan terendah untuk kontrak paling aktif sejak 10 Oktober, menurut data FactSet. Harga untuk logam sekarang...

Emas Bertahan Dekati Satu Bulan Terendah Karena Data Inflasi Menjadi Fokus

Emas bertahan mendekati level terendahnya dalam sebulan terakhir seiring para investor menunggu rilis data inflasi pada akhir pekan ini sebagai tanda-tanda bahwa Federal Reserve memiliki kasus untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Laporan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat menunjukkan harga produsen di AS mengalami kenaikan terbesarnya sejak 2012 lalu didorong kenaikan yang lebih luas dalam biaya untuk barang dan jasa. Inflasi konsumen mungkin rebound pada Oktober setelah merosot pada...

Minyak Naik Ditengah Kemungkinan OPEC untuk Mengurangi Produksinya di 2019

Minyak naik untuk pertama kalinya dalam 11 sesi terakhir ditengah kemungkinan bahwa OPEC dan sekutunya akan memangkas produksinya tahun depan dan setelah Arab Saudi mengatakan akan mengurangi penjualan pada bulan Desember. Sementara kontrak berjangka di New York naik sebanyak 1,3 persen pada hari Senin, masih turun sekitar 20 persen dari level tertingginya pada tahun 2014 yang dicapai awal bulan lalu. Anggota OPEC teratas Arab Saudi mengatakan ekspor akan dikurangi sekitar 500.000 barel per...

Emas Didekat Level 1 Bulan Terendahnya Karena Laporan Inflasi Jadi Fokus

Emas bertahan mendekati level terendah dalam sebulan karena investor menunggu data inflasi yang akan dirilis pada akhir pekan ini untuk tanda-tanda bahwa Federal Reserve memiliki kasus menaikkan suku bunga lebih lanjut. Laporan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat menunjukkan harga produsen di AS mengalami kenaikan terbesarnya sejak 2012 didorong kenaikan secara luas dalam biaya untuk barang dan jasa. Inflasi konsumen mungkin rebound pada bulan Oktober setelah berkurang pada bulan...

Bursa Tokyo Dibuka Lebih Rendah pada hari Senin

Bursa saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Senin mengikuti penurunan di Wall Street pada pekan lalu di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global yang berlanjut. Indeks Nikkei 225 turun 0,55 persen, atau 121,75 poin, ke level 22.128,50 pada awal perdagangan, sementara Indeks Topix yang lebih luas melemah sebesar 0,50 persen, atau 8,30 poin, di level 1,664.68. (knc) Sumber : AFP

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.