DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas berjangka turun dari kenaikan mereka di hari sebelumnya

Emas berjangka melemah hampir 2% pada hari Selasa, dengan harga mengembalikan hampir semua apa yang mereka peroleh sehari sebelumnya. "Sementara kekhawatiran pertumbuhan ekonomi di sekitar coronavirus adalah dorongan terbaru yang mendukung harga emas, ada sedikit alasan bagi harga emas untuk bergerak secara signifikan lebih rendah mengingat lingkungan global saat ini," kata Jeff Klearman, manajer portofolio di GraniteShares. "Harga emas telah diuntungkan dari tiga faktor utama, termasuk...

Emas berjangka berakhir melemah untuk sesi kedua beruntun

Emas berjangka jatuh pada hari Rabu untuk sesi kedua beruntun, tertekan oleh beberapa penguatan pada dolar AS, bahkan ketika kekhawatiran atas tekanan ekonomi dari COVID-19 tetap ada. "Tampaknya emas membutuhkan tanda yang jelas terkait pandemi dan tanda-tanda jelas perlambatan global yang parah untuk memicu kembalinya pembelian investasi yang agresif," kata analis di Zaner Metals, dalam catatan harian. "Perdagangan khawatir tentang potensi kemunduran berkelanjutan dalam pembelian emas fisik...

Minyak turun 3% untuk ditutup di bawah $ 50 untuk pertama kalinya dalam 2 minggu

\Minyak turun di bawah $ 55 per barel pada hari Selasa, turun untuk hari ketiga, seiring kekhawatiran terkait penyebaran virus corona dan dampaknya terhadap permintaan minyak melebihi penurunan produksi OPEC dan kerugian pasokan Libya. Minyak mentah turun hampir 4% pada hari Senin, dengan komoditas lain juga melaporkan kerugian sementara ekuitas AS dan Eropa mengalami penurunan tertajam sejak pertengahan 2016 karena kekhawatiran wabah koronavirus bisa berubah menjadi pandemi. Minyak mentah...

Emas Naik karena Komentar Trump Gagal untuk Meredakan Kekhawatiran Virus

Emas naik untuk ketujuh kalinya dalam delapan hari karena investor terus mengkaji dampak dari wabah virus korona, dengan komentar oleh pemerintahan Trump gagal untuk menghilangkan kekhawatiran mengenai wabah tersebut. Banyak kasus yang dilaporkan di negara-negara selain China dalam 24 jam terakhir untuk pertama kalinya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, dengan infeksi baru di negara-negara dari Pakistan ke Brasil. Presiden Donald Trump meyakinkan orang Amerika bahwa mereka...

Emas Naik Karena Kekhawatiran Virus Mengembalikan Permintaan Haven

Emas rebound setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS AS memperingatkan orang-orang Amerika untuk bersiap menghadapi kemungkinan wabah koronavirus di rumah dan jumlah total kasus di Korea Selatan melampaui angka 1.000. Harga emas spot sebanyak + 0,7% menjadi $ 1,646.33 / oz, dan berada di $ 1,643.66 pada jam 9:18 pagi di Singapura Logam -1,5% Selasa setelah menyentuh $ 1,689.31 pada hari Senin, level tertinggi sejak 2013 Indeks Spot Dollar Bloomberg stabil setelah -0,2%...

Pengangguran Global Capai Level Terendah dalam Satu Dekade
Thursday, 14 February 2019 12:05 WIB | GLOBAL |Global

Sebuah laporan baru menemukan bahwa tingkat pengangguran dunia telah turun menjadi lima persen, level terendah sejak krisis ekonomi global pada tahun 2008. Namun, menurut Organisasi Buruh Internasional lapangan kerja yang diciptakan adalah pekerjaan berkualitas rendah yang membuat sebagian besar pekerja di dunia terperosok dalam kemiskinan.

Lebih dari 172 juta orang di seluruh dunia menganggur pada tahun 2018. Itu sekitar 2 juta lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Organisasi Buruh Internasional, ILO, memperkirakan tingkat pengangguran global sebesar lima persen pada dasarnya tetap tidak berubah selama beberapa tahun ke depan.

Namun, laporan ILO itu menemukan bahwa mayoritas dari 3,3 miliar orang yang dipekerjakan di seluruh dunia, bekerja dalam kondisi yang buruk yang tidak menjamin mereka hidup layak.

Deputi Direktur Jenderal untuk Kebijakan ILO, Deborah Greenfield mengatakan banyak orang memiliki pekerjaan yang tidak menawarkan keamanan ekonomi, kurangnya kesejahteraan material dan peluang kerja yang layak.

"Pekerjaan ini cenderung informal dan ditandai dengan upah rendah, tidak aman dan akses ke perlindungan sosial dan hak-hak di tempat kerja sedikit atau tidak ada. Di seluruh dunia, 2 miliar pekerja, atau 61 persen, berada dalam sektor informal," ujarnya.

Selama 30 tahun terakhir, laporan ini menemukan penurunan besar dalam jumlah pekerja miskin di negara-negara berpenghasilan menengah. Tetapi situasinya tetap serius di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah. Laporan itu mengatakan seperempat dari mereka yang bekerja di sana tidak mendapatkan cukup uang untuk keluar dari kemiskinan ekstrem atau sedang.

Secara regional, ILO melaporkan hanya 4,5 persen dari penduduk usia kerja di Sub-Sahara Afrika yang menganggur, dengan 60 persen bekerja. Direktur

Penelitian ILO, Damian Grimshaw, mengatakan data statistik yang baik ini menyesatkan.

"Di sub-Sahara Afrika kami menemukan 18 dari 20 negara dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Dan mereka juga negara-negara dengan lapangan kerja informal yang sangat, sangat tinggi. Jadi, lebih tinggi dari 80 persen di sebagian besar negara di sub-Sahara Afrika, meskipun memiliki tingkat pengangguran terendah di dunia," ungkapnya.

Grimshaw mengatakan tingkat pengangguran bukan ukuran yang baik untuk kinerja pasar tenaga kerja atau kinerja ekonomi di negara-negara dengan tingkat pekerjaan informal yang tinggi.

Para ahli ILO juga menyoroti kurangnya kemajuan dalam menutup kesenjangan gender dalam partisipasi angkatan kerja. Mereka mencatat hanya 48 persen perempuan yang bekerja, dibandingkan dengan 75 persen laki-laki.

Masalah lain yang mengkhawatirkan adalah tingginya pengangguran kaum muda. ILO mengatakan satu dari lima orang muda berusia di bawah 25 tahun menganggur dan tidak memiliki keterampilan, menurunkan prospek pekerjaan mereka pada masa depan.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS
Penembakan di Milwaukee, Enam Tewas ...
Thursday, 27 February 2020 13:11 WIB

Seorang penembak di Milwaukee, Wisconsin, Rabu (26/2), membunuh lima orang sebelum bunuh diri di tempat pembuatan bir Molson Coors. Polisi mengidentifikasi penembak sebagai seorang laki-laki berusia ...

WHO Desak Semua Negara Bersiap Tanggapi Virus Korona...
Wednesday, 26 February 2020 23:13 WIB

Sementara China melaporkan terjadinya perlambatan laju pertambahan kasus baru virus korona, para pejabat kesehatan dunia memuji respon negara itu dan mengingatkan pemerintah-pemerintah lainnya untuk b...

Mantan Penguasa Mesir Hosni Mubarak Tutup Usia...
Wednesday, 26 February 2020 16:11 WIB

Pemimpin yang lama berkuasa di Mesir, Hosni Mubarak, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kematiannya diberitakan hari Selasa (25/2) oleh televisi pemerintah. Mubarak berkuasa di Mesir selama hampir 3...

Trump: AS 'Hampir Sampai' pada Kesepakatan Damai di Afghanistan...
Wednesday, 26 February 2020 11:54 WIB

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan pemerintahannya bergerak lebih dekat ke kesepakatan damai dengan Taliban di Afghanistan, dan mengatakan gencatan senjata untuk pengurangan kekerasan selama ...

Tidak Perlu Checkout: Amazon Membuka Toko Kelontong Tanpa Kasir...
Tuesday, 25 February 2020 23:49 WIB

Raksasa ritel daring ini membuka supermarket tanpa kasir pertamanya, pertanda terbaru bahwa Amazon serius mengguncang industri bahan makanan senilai $ 800 miliar. Di toko baru, yang dibuka Selasa di ...

POPULAR NEWS
Emas berjangka turun dari kenaikan mereka di hari sebelumnya

Emas berjangka melemah hampir 2% pada hari Selasa, dengan harga mengembalikan hampir semua apa yang mereka peroleh sehari sebelumnya. "Sementara kekhawatiran pertumbuhan ekonomi di sekitar coronavirus adalah dorongan terbaru yang mendukung harga emas, ada sedikit alasan bagi harga emas untuk bergerak secara signifikan lebih rendah mengingat lingkungan global saat ini," kata Jeff Klearman, manajer portofolio di GraniteShares. "Harga emas telah diuntungkan dari tiga faktor utama, termasuk...

Emas berjangka berakhir melemah untuk sesi kedua beruntun

Emas berjangka jatuh pada hari Rabu untuk sesi kedua beruntun, tertekan oleh beberapa penguatan pada dolar AS, bahkan ketika kekhawatiran atas tekanan ekonomi dari COVID-19 tetap ada. "Tampaknya emas membutuhkan tanda yang jelas terkait pandemi dan tanda-tanda jelas perlambatan global yang parah untuk memicu kembalinya pembelian investasi yang agresif," kata analis di Zaner Metals, dalam catatan harian. "Perdagangan khawatir tentang potensi kemunduran berkelanjutan dalam pembelian emas fisik...

Minyak turun 3% untuk ditutup di bawah $ 50 untuk pertama kalinya dalam 2 minggu

\Minyak turun di bawah $ 55 per barel pada hari Selasa, turun untuk hari ketiga, seiring kekhawatiran terkait penyebaran virus corona dan dampaknya terhadap permintaan minyak melebihi penurunan produksi OPEC dan kerugian pasokan Libya. Minyak mentah turun hampir 4% pada hari Senin, dengan komoditas lain juga melaporkan kerugian sementara ekuitas AS dan Eropa mengalami penurunan tertajam sejak pertengahan 2016 karena kekhawatiran wabah koronavirus bisa berubah menjadi pandemi. Minyak mentah...

Emas Naik karena Komentar Trump Gagal untuk Meredakan Kekhawatiran Virus

Emas naik untuk ketujuh kalinya dalam delapan hari karena investor terus mengkaji dampak dari wabah virus korona, dengan komentar oleh pemerintahan Trump gagal untuk menghilangkan kekhawatiran mengenai wabah tersebut. Banyak kasus yang dilaporkan di negara-negara selain China dalam 24 jam terakhir untuk pertama kalinya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, dengan infeksi baru di negara-negara dari Pakistan ke Brasil. Presiden Donald Trump meyakinkan orang Amerika bahwa mereka...

Emas Naik Karena Kekhawatiran Virus Mengembalikan Permintaan Haven

Emas rebound setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS AS memperingatkan orang-orang Amerika untuk bersiap menghadapi kemungkinan wabah koronavirus di rumah dan jumlah total kasus di Korea Selatan melampaui angka 1.000. Harga emas spot sebanyak + 0,7% menjadi $ 1,646.33 / oz, dan berada di $ 1,643.66 pada jam 9:18 pagi di Singapura Logam -1,5% Selasa setelah menyentuh $ 1,689.31 pada hari Senin, level tertinggi sejak 2013 Indeks Spot Dollar Bloomberg stabil setelah -0,2%...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.