DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Pesawat Ethiopia Jatuh, 157 Penumpang Tewas
Tuesday, 12 March 2019 03:01 WIB | GLOBAL |

Pesawat Ethiopia dari Addis Ababa jatuh tak lama setelah lepas landas hari Minggu (10/3), menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 157 orang.

Kantor berita Ethiopia mengatakan pesawat yang jatuh di dekat kota Bishoftu itu membawa penumpang dari 33 negara. CEO maskapai penerbangan itu, Tewolde Gebremariam, sebagaimana dikutip Associated Press mengatakan diantara korban terhadap warga negara Kenya, Kanada, China, Amerika, Ethiopia, Italia, Perancis, Inggris, Mesir, India, Slovakia dan beberapa negara lain.

VOA belum berhasil menghubungi KBRI di Addis Ababa untuk memastikan ada tidaknya warga negara Indonesia yang menjadi korban.

Maskapai penerbangan itu mengatakan pesawat kehilangan kontak dengan bandara internasional Bole, hanya enam menit setelah lepas landas jam 8:38 pagi waktu setempat.

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed lewat Twitter menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini.

Menurut database maskapai penerbangan sipil, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang jatuh ini baru saja dikirim ke Addis Ababa November lalu.

Tak lama setelah kecelakaan ini pihak Boeing mengeluarkan pernyataan melalui Twitter, menyampaikan belasungkawa dan mengatakan œTim teknis Boeing bersiap memberikan bantuan teknis berdasarkan permintaan dan petunjuk Dewan Keselamatan Penerbangan AS NTSB.

Flightradar 24 mencuit di Twitter bahwa œkecepatan vertikal pesawat Ethiopia itu œtidak stabil setelah lepas landas.

Boeing 737-MAX 8 yang jatuh di Addis Ababa ini adalah model yang sama dengan yang jatuh di Tanjung Karawang, Jakarta, Oktober lalu, yang menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 189 orang. Pesawat juga mengalami masalah tak lama setelah lepas landas dari bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Jakarta.

Tim penyelidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi KNKT, dalam laporan pendahuluan November lalu, mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari perekam data penerbangan, sistem keselamatan otomatis pesawat itu berulangkali mendorong hidung pesawat ke bawah, meskipun pilot berupaya keras mempertahankan kendali. KNKT yakin sistem otomatis yang mencegah pesawat berhenti jika terbang terlalu tinggi, pada pesawat Boeing versi baru itu menerima informasi yang salah dari sensor pada badan pesawat.

Pesawat Boeing 737-MAX 8 yang jatuh di Selat Sunda itu, juga mengalami masalah yang sama ketika terbang dari Bali pada malam sebelumnya.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
China Minta AS "Koreksi" Sanksi-Sanksi terhadap Iran...
Friday, 19 July 2019 23:56 WIB

China mendesak Washington, Jumat (19/7) agar mengoreksi sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap berbagai perusahaan China yang dituduh membantu Iran mendapatkan material untuk program nuklirnya. Tek...

Iran Isyaratkan Bersedia Kurangi Ketegangan dengan AS...
Friday, 19 July 2019 17:11 WIB

Iran telah mengisyaratkan kesediaannya mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan terkait program nuklirnya dengan pemerintahan Trump. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengata...

Pejabat Keamanan Dalam Negeri AS Bela Tindakan Petugas Perbatasan...
Friday, 19 July 2019 11:36 WIB

Pejabat tinggi Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika membela perlakuan petugas terhadap migran yang ditahan dan anak-anak yang tidak disertai orangtuanya di perbatasan AS-Meksiko, dalam sidang pada Kami...

Saudara Pria Pengebom Manchester Diekstradisi ke Inggris...
Thursday, 18 July 2019 23:36 WIB

Adik laki-laki pelaku bom bunuh diri yang bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap 22 orang pada konser Ariana Grande di Manchester, diekstradisi ke Inggris dari Libya. Hashem Abedi, 22 tahun, dita...

Angkatan Udara 'Sangat' Mencegah Orang Dari Pangkalan Rahasia Area 51...
Thursday, 18 July 2019 17:12 WIB

Angkatan Udara A.S. memberi peringatan untuk lebih dari 1 juta orang yang telah mendaftar ke " Area 51" untuk mencari alien sebagai bagian dari lelucon internet yang menjadi viral. "Setiap upaya untu...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.