DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Saham AS Ditutup Melemah untuk Dua Sesi Beruntun Ditengah Gejolak Perang Dagang

Saham AS ditutup lebih rendah pada Senin ini, dengan saham teknologi memimpin penurunan untuk sesi kedua beruntun. Indeks S&P 500 turun sekitar 0,7% berakhir pada level 2.840, sementara indeks Dow Jones Industrial turun 0,3% pada level 25.679. Indeks Nasdaq Composite turun 1,5% ke level 7.702. Kekhawatiran atas hubungan perdagangan AS-China semakin memanas setelah perusahaan teknologi AS mulai mematuhi pembatasan ekspor baru yang dilakukan minggu lalu oleh administrasi Trump terhadap...

Emas catat kenaikan moderat pasca berakhir di level terendah 2-minggu

Harga emas berakhir dengan kenaikan moderat pada Senin pasca menetap di level terendah 2 minggu di sesi sebelumnya, dengan dolar menunjukkan beberapa kelemahan dan saham AS menurun. Emas Juni di Comex menambahkan $ 1,60, atau 0,1%, menjadi menetap di $ 1,277.30 per ounce. Jumat lalu berakhir pada $ 1,275.70, penyelesaian kontrak paling aktif terendah sejak 2 Mei, menurut data FactSet. Emas berjangka mencatat kerugian mingguan 0,9% minggu lalu di belakang lonjakan sentimen konsumen A.S. dan...

Emas Berakhir di Level 3 Minggu Terendah Terkait Dolar, Saham Menguat

Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Selasa ini karena saham global melakukan rebound dan dolar sedikit menguat, menumpulkan daya tarik emas dan mengirimkan harga ke penutupan terendah dalam hampir tiga minggu. Emas Juni di Comex kehilangan $ 4,10, atau 0,3%, menetap di $ 1,273.20 per ounce, setelah mengalami kenaikan moderat pada hari Senin. Logam kuning mencatatkan penyelesaian kontrak paling aktif paling aktif sejak 2 Mei, dan berubah sedikit lebih rendah pada minggu ini, menurut data...

Emas Pertahankan Penurunan Mingguan Seiring Stabilnya Dolar Ditengah Perang Dagang

Emas mempertahankan kerugian mingguannya karena dolar yang stabil dan pasar tetap rapuh setelah terjadinya eskalasi perang perdagangan AS-China. Spot emas turun 0,1% di $ 1,275.92 per ons pada 7:24 pagi di London, setelah turun 0,7% minggu lalu. Indeks Bloomberg Dollar Spot  stabil, setelah menguat 0,8% minggu lalu. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah panggilan pada hari Sabtu bahwa sementara masih mungkin untuk...

Emas Bergerak Naik Dari Terendahnya 2 Minggu Terkait Dolar, Saham Mengarah Lebih Rendah

Harga emas berjangka bergerak naik dari posisi terendahnya dua minggu yang berakhir pekan lalu, dengan dolar dan saham mengarah lebih rendah pada hari Senin. Jalur perdagangan sempit terus menghambat gerakan signifikan untuk logam heaven, yang biasanya dapat menarik permintaan yang kuat berdasarkan kekhawatiran perang dagang yang berkepanjangan yang membuat pasar aset berisiko, termasuk saham, terus berubah. Sebagai gantinya, harga emas berjangka mencatat kerugian mingguan 0,9% minggu lalu...

Pesawat Ethiopia Jatuh, 157 Penumpang Tewas
Tuesday, 12 March 2019 03:01 WIB | GLOBAL |

Pesawat Ethiopia dari Addis Ababa jatuh tak lama setelah lepas landas hari Minggu (10/3), menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 157 orang.

Kantor berita Ethiopia mengatakan pesawat yang jatuh di dekat kota Bishoftu itu membawa penumpang dari 33 negara. CEO maskapai penerbangan itu, Tewolde Gebremariam, sebagaimana dikutip Associated Press mengatakan diantara korban terhadap warga negara Kenya, Kanada, China, Amerika, Ethiopia, Italia, Perancis, Inggris, Mesir, India, Slovakia dan beberapa negara lain.

VOA belum berhasil menghubungi KBRI di Addis Ababa untuk memastikan ada tidaknya warga negara Indonesia yang menjadi korban.

Maskapai penerbangan itu mengatakan pesawat kehilangan kontak dengan bandara internasional Bole, hanya enam menit setelah lepas landas jam 8:38 pagi waktu setempat.

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed lewat Twitter menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini.

Menurut database maskapai penerbangan sipil, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang jatuh ini baru saja dikirim ke Addis Ababa November lalu.

Tak lama setelah kecelakaan ini pihak Boeing mengeluarkan pernyataan melalui Twitter, menyampaikan belasungkawa dan mengatakan œTim teknis Boeing bersiap memberikan bantuan teknis berdasarkan permintaan dan petunjuk Dewan Keselamatan Penerbangan AS NTSB.

Flightradar 24 mencuit di Twitter bahwa œkecepatan vertikal pesawat Ethiopia itu œtidak stabil setelah lepas landas.

Boeing 737-MAX 8 yang jatuh di Addis Ababa ini adalah model yang sama dengan yang jatuh di Tanjung Karawang, Jakarta, Oktober lalu, yang menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 189 orang. Pesawat juga mengalami masalah tak lama setelah lepas landas dari bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Jakarta.

Tim penyelidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi KNKT, dalam laporan pendahuluan November lalu, mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari perekam data penerbangan, sistem keselamatan otomatis pesawat itu berulangkali mendorong hidung pesawat ke bawah, meskipun pilot berupaya keras mempertahankan kendali. KNKT yakin sistem otomatis yang mencegah pesawat berhenti jika terbang terlalu tinggi, pada pesawat Boeing versi baru itu menerima informasi yang salah dari sensor pada badan pesawat.

Pesawat Boeing 737-MAX 8 yang jatuh di Selat Sunda itu, juga mengalami masalah yang sama ketika terbang dari Bali pada malam sebelumnya.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Mencari Dukungan Brexit, Mei Menawarkan Vote pada Referendum Baru...
Wednesday, 22 May 2019 00:03 WIB

Dalam sebuah konsesi besar, Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Selasa menawarkan kepada anggota parlemen kesempatan untuk memberikan suara apakah akan mengadakan referendum baru mengenai ke...

Perang Dagang Persulit Bisnis Eropa di China...
Tuesday, 21 May 2019 18:31 WIB

Perang dagang AS “ China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya aka...

USS Preble Berlayar Dekat Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan...
Tuesday, 21 May 2019 10:53 WIB

Militer Amerika Serikat mengatakan salah satu kapal perangnya di Laut Cina Selatan, Senin (20/5), berlayar di dekat Scarborough Shoal yang disengketakan yang diklaim oleh Cina dan Filipina. Scarboroug...

Saudi: Pasokan Minyak Dunia Mencukupi dan Cadangan Bertambah...
Monday, 20 May 2019 23:58 WIB

Pasokan minyak mencukupi dan cadangan bertambah meskipun terjadi penurunan produksi besar-besaran dari Venezuela dan Iran, ujar gembong OPEC, Arab Saudi, dan produsen utama Uni Emirat Arab (UEA), hari...

Diperkirakan Kalah, PM Morrison Raih Kemenangan Mengejutkan dalam Pemilu Australia...
Monday, 20 May 2019 18:22 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pergi ke gereja Pentekosta hari Minggu (19/5) setelah mendapat kemenangan yang tidak diduga dalam pemilihan umum hari Sabtu. Berbagai jajak pendapat menunjukk...

POPULAR NEWS
Saham AS Ditutup Melemah untuk Dua Sesi Beruntun Ditengah Gejolak Perang Dagang

Saham AS ditutup lebih rendah pada Senin ini, dengan saham teknologi memimpin penurunan untuk sesi kedua beruntun. Indeks S&P 500 turun sekitar 0,7% berakhir pada level 2.840, sementara indeks Dow Jones Industrial turun 0,3% pada level 25.679. Indeks Nasdaq Composite turun 1,5% ke level 7.702. Kekhawatiran atas hubungan perdagangan AS-China semakin memanas setelah perusahaan teknologi AS mulai mematuhi pembatasan ekspor baru yang dilakukan minggu lalu oleh administrasi Trump terhadap...

Emas catat kenaikan moderat pasca berakhir di level terendah 2-minggu

Harga emas berakhir dengan kenaikan moderat pada Senin pasca menetap di level terendah 2 minggu di sesi sebelumnya, dengan dolar menunjukkan beberapa kelemahan dan saham AS menurun. Emas Juni di Comex menambahkan $ 1,60, atau 0,1%, menjadi menetap di $ 1,277.30 per ounce. Jumat lalu berakhir pada $ 1,275.70, penyelesaian kontrak paling aktif terendah sejak 2 Mei, menurut data FactSet. Emas berjangka mencatat kerugian mingguan 0,9% minggu lalu di belakang lonjakan sentimen konsumen A.S. dan...

Emas Berakhir di Level 3 Minggu Terendah Terkait Dolar, Saham Menguat

Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Selasa ini karena saham global melakukan rebound dan dolar sedikit menguat, menumpulkan daya tarik emas dan mengirimkan harga ke penutupan terendah dalam hampir tiga minggu. Emas Juni di Comex kehilangan $ 4,10, atau 0,3%, menetap di $ 1,273.20 per ounce, setelah mengalami kenaikan moderat pada hari Senin. Logam kuning mencatatkan penyelesaian kontrak paling aktif paling aktif sejak 2 Mei, dan berubah sedikit lebih rendah pada minggu ini, menurut data...

Emas Pertahankan Penurunan Mingguan Seiring Stabilnya Dolar Ditengah Perang Dagang

Emas mempertahankan kerugian mingguannya karena dolar yang stabil dan pasar tetap rapuh setelah terjadinya eskalasi perang perdagangan AS-China. Spot emas turun 0,1% di $ 1,275.92 per ons pada 7:24 pagi di London, setelah turun 0,7% minggu lalu. Indeks Bloomberg Dollar Spot  stabil, setelah menguat 0,8% minggu lalu. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah panggilan pada hari Sabtu bahwa sementara masih mungkin untuk...

Emas Bergerak Naik Dari Terendahnya 2 Minggu Terkait Dolar, Saham Mengarah Lebih Rendah

Harga emas berjangka bergerak naik dari posisi terendahnya dua minggu yang berakhir pekan lalu, dengan dolar dan saham mengarah lebih rendah pada hari Senin. Jalur perdagangan sempit terus menghambat gerakan signifikan untuk logam heaven, yang biasanya dapat menarik permintaan yang kuat berdasarkan kekhawatiran perang dagang yang berkepanjangan yang membuat pasar aset berisiko, termasuk saham, terus berubah. Sebagai gantinya, harga emas berjangka mencatat kerugian mingguan 0,9% minggu lalu...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.