DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Mengakhiri Pekan yang Sulit di Level Rendah (review)

Saham-saham Hong Kong merosot pada hari Jumat, melampaui pekan yang panas terik lainnya, karena investor khawatir tentang meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Indeks Hang Seng turun 1,16 persen, atau 328,61 poin, ke level 27.946,46. Indeks Shanghai Composite melemah 2,48 persen, atau 73,41 poin, ke level 2.882,30, sedangkan Indeks Shenzhen Composite, yang melacak saham di bursa kedua China, merosot 3,26 persen, atau 51,59 poin, ke level 1.533,22. Sumber : AFP

Minyak melemah pada sesi ini, tetapi naik untuk pekan ini terhadap pertemuan komite OPEC

Minyak berjangka berakhir lebih rendah pada Jumat, dengan harga A.S. turun untuk pertama kalinya dalam empat sesi, tetapi naik untuk pekan ini, seiring setiap kekhawatiran permintaan potensial terkait dengan volatilitas pasar saham diimbangi oleh kekhawatiran pasokan terkait dengan ketegangan Timur Tengah. Pergerakan harga terjadi menjelang pertemuan paa Minggu Komite Gabungan Menteri Pemantauan anggota dan bukan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak di Jeddah, Arab Saudi. Komite...

Saham AS berakhir lebih rendah seiring berlanjutnya gejolak perang perdagangan berlanjut

Saham AS berakhir lebih rendah pada Jumat ini, dengan indeks utama mencatat penurunan mingguan, karena kekhawatiran atas gejolak perdagangan AS-China. Saham S&P 500 turun 0,6% berakhir di dekat 2.859, menurut data sementara, Dow Jones Industrial Average turun sekitar 99 poin, atau 0,4%, berakhir di dekat 25.763. Nasdaq Composite turun 1% menjadi ditutup dekat 7.816. Untuk pekan ini, S&P 500 kehilangan 0,8%, sementara Dow turun 0,7% dan Nasdaq turun 1,3%. Aksi jual saham tajam pada...

Korea Selatan Luncurkan Jaringan 5G Nasional Pertama di Dunia
Friday, 5 April 2019 23:51 WIB | GLOBAL |Global

Korea Selatan hari Jumat meluncurkan jaringan telekomunikasi selular 5G pertama di dunia, langkah perubahan pertama yang membuat negara-negara adidaya berlomba untuk memegang kendali untuk inovasi terhadap perubahan yang akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari miliaran manusia.

Sarana komunikasi dengan kecepatan tinggi yang disebut sebagai teknologi nirkabel generasi ke lima pada akhirnya akan mampu mendukung berbagai peralatan dari pemanggang roti hingga telepon, dari mobil listrik hingga jaringan distribusi tenaga listrik.

Meskipun Seoul telah memenangkan perlombaan sebagai yang pertama untuk menyediakan pengalaman bagi pengguna, namun perlombaan ini hanya satu bagian dari pertempuran yang membuat Amerika Serikat dan China berhadap-hadapan dan menarik perusahaan-perusahaan raksasa seperti Huawei.

Korea Selatan yang terhubung luas oleh jaringan elektronik sejak lama memiliki reputasi keunggulan dalam bidang teknik, dan Seoul membuat peluncuran teknologi komunikasi 5G sebagai sebuah prioritas karena negara itu berusaha untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang tersendat-sendat.

Sistem ini akan membuat ponsel pintar dengan sistem sambungan yang hampir seketika “ 20 kali lebih cepat dibandingkan dengan teknologi 4G yang ada saat ini “ yang memungkinkan para penggunanya untuk mengunduh film kurang dari satu detik.

Kondisinya mirip saat mencoba mengakses situs web pada perangkat bergerak pada teknologi 3G dan teknologi 4G yang baru membuat semua aplikasi dapat berjalan lancar berkisar dari media sosial hingga Uber, teknologi komunikasi 5G akan menawarkan tingkat konektivitas yang baru, yang didukung oleh kecepatan.

Kemampuan ini krusial untuk perkembangan perangkat di masa yang akan datang yang berkisar dari kendaraan swa-kemudi yang mengirimkan data antara satu sama lain dalam waktu nyata hingga robot industri, pesawat nirawak, dan elemen-elemen lain dari Internet of Things.

Tingkat kecepatan yang ditawarkan ini akan bersifat vital bagi infrastruktur di masa datang, dan standar 5G diharapkan dapat menghasilkan pemasukan sebesar $565 miliar dalam manfaat ekonomi global menjelang tahun 2034, menurut sebuah aliansi industri Global System for Mobile Communication yang berpusat di London.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Ketegangan Perdagangan Terlihat Memperketat Pasar Kerja untuk Lulusan Cina...
Saturday, 18 May 2019 00:13 WIB

Sejumlah rekor 8,34 juta lulusan universitas akan memasuki pasar kerja Cina musim panas ini di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Pengamat mengatakan bahwa keti...

Serangan Udara Pimpinan Saudi Hantam Ibukota Yaman...
Friday, 17 May 2019 09:28 WIB

Koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman melancarkan serangkaian serangan udara, Kamis (16/5) di Sanaa, yang menewaskan sedikitnya enam orang. Serangan tersebut menghantam banyak sasara...

Wakil Pemerintah, Oposisi Venezuela Lakukan Pembicaraan di Norwegia...
Thursday, 16 May 2019 23:41 WIB

Wakil-wakil pemerintah Venezuela dan oposisi berada di Norwegia untuk melakukan pembicaraan, guna menyelesaikan kebuntuan yang membuat negara di Amerika Selatan itu terperosok ke dalam krisis politik ...

AS Stop Penerbangan Komersial Dari dan Ke Venezuela...
Thursday, 16 May 2019 18:37 WIB

Amerika Serikat telah menghentikan semua penerbangan komersial yang melayani rute Amerika dan Venezuela. Menteri Perhubungan Elaine Chao mengatakan, dia bersama menteri luar negeri dan menteri keaman...

AS Ingin Pengadilan Terhadap Staf Konsulatnya di Istanbul Segera Berakhir...
Thursday, 16 May 2019 09:30 WIB

Seorang pejabat AS menyerukan agar pengadilan terhadap seorang pegawai Konsulat AS berkewarganegaraan Turki di Istanbul atas tuduhan spionase dilangsungkan segera secara transparan dan adil. Sidang p...

POPULAR NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Mengakhiri Pekan yang Sulit di Level Rendah (review)

Saham-saham Hong Kong merosot pada hari Jumat, melampaui pekan yang panas terik lainnya, karena investor khawatir tentang meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Indeks Hang Seng turun 1,16 persen, atau 328,61 poin, ke level 27.946,46. Indeks Shanghai Composite melemah 2,48 persen, atau 73,41 poin, ke level 2.882,30, sedangkan Indeks Shenzhen Composite, yang melacak saham di bursa kedua China, merosot 3,26 persen, atau 51,59 poin, ke level 1.533,22. Sumber : AFP

Minyak melemah pada sesi ini, tetapi naik untuk pekan ini terhadap pertemuan komite OPEC

Minyak berjangka berakhir lebih rendah pada Jumat, dengan harga A.S. turun untuk pertama kalinya dalam empat sesi, tetapi naik untuk pekan ini, seiring setiap kekhawatiran permintaan potensial terkait dengan volatilitas pasar saham diimbangi oleh kekhawatiran pasokan terkait dengan ketegangan Timur Tengah. Pergerakan harga terjadi menjelang pertemuan paa Minggu Komite Gabungan Menteri Pemantauan anggota dan bukan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak di Jeddah, Arab Saudi. Komite...

Saham AS berakhir lebih rendah seiring berlanjutnya gejolak perang perdagangan berlanjut

Saham AS berakhir lebih rendah pada Jumat ini, dengan indeks utama mencatat penurunan mingguan, karena kekhawatiran atas gejolak perdagangan AS-China. Saham S&P 500 turun 0,6% berakhir di dekat 2.859, menurut data sementara, Dow Jones Industrial Average turun sekitar 99 poin, atau 0,4%, berakhir di dekat 25.763. Nasdaq Composite turun 1% menjadi ditutup dekat 7.816. Untuk pekan ini, S&P 500 kehilangan 0,8%, sementara Dow turun 0,7% dan Nasdaq turun 1,3%. Aksi jual saham tajam pada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.