DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Harga emas menetap di level puncak hampir 2 pekan

Emas berjangka naik tipis pada Senin ini, yang menetap di level tertinggi dalam hampir dua pekan terakhir karena harga melanjutkan kenaikan baru-baru ini seiring harapan pemagkasan suku bunga Federal Reserve AS pada akhir bulan. Emas untuk pengiriman Agustus di Comex naik $1,30, atau sekitar 0,1%, menjadi $1,413,50 per ons. Itu merupakan penyelesaian kontrak paling aktif paling tinggi sejak 3 Juli, yang melihat penyelesaian di $1.420,90 -- tertinggi sejak Mei 2013, data FactSet menunjukkan....

Emas stabil ditengah data China yang bervariasi, ekuitas yang lebih tinggi batasi kenaikan

Harga Emas stabil pada hari Senin pasca data menunjukkan pertumbuhan ekonomi china melambat ke level terendah dalam sekitar 27 tahun, sementara kenaikan dalam ekuitas menahan minat terhadap emas bullion, karena investor terpikat pada beberapa data positif dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Pertumbuhan PDB tahunan kuartal kedua China turun ke level terendah 27-tahun di 6,2% seperti yang diharapkan, tetapi data pertumbuhan kuartalan 1,6% mengalahkan perkiraan. Laporan Juni tentang...

Minyak Pertahankan Kenaikan Setelah Badai Barry Mengganggu Produksi A.S.

Harga minyak terbawa suasana bullish dari minggu lalu setelah Badai Tropis Barry menutup hampir tiga perempat produksi di Teluk Meksiko AS selama akhir pekan. Kontrak berjangka di New York naik tipis, setelah menguat 4,7% minggu lalu. Barry melemah ke depresi tropis pada hari Minggu, dengan beberapa produsen bersiap untuk menata kembali platform lepas pantai mereka. Pada hari Minggu, Barry menyebabkan hampir 73% dari produksi minyak mentah di teluk ditutup, naik dari 70% pada sehari...

Wall St. Netral/Sideways Pada Harga Emas, Main St. Bullish

Pedagang dan analis Wall Street ragu-ragu atau melihat harga emas sideways dalam minggu ini, sementara Main Street tetap bullish, menurut survei emas mingguan Kitco News. Blok pemilih terbesar Wall Street berada di netral/sideways, sementara sisanya hampir terbagi rata antara bulls dan bears. Ini adalah pertama kalinya Wall Street tidak bullish sejak 10 Mei yang lalu, ketika para profesional juga netral. Enam belas profesional pasar ikut serta dalam survei Wall Street. Sebanyak tujuh...

Saham HK berakhir lebih tinggi di dorong data China yang optimis (Review)

Saham Hong Kong berakhir naik pada hari Senin setelah penjualan ritel China yang optimis dan angka-angka output pabrik menunjuk ke beberapa stabilisasi di ekonomi terbesar kedua di dunia, dan seiring pertumbuhan ekonomi kuartal kedua China memenuhi harapan. Pada penutupan perdagangan, indeks Hang Seng naik 83,26 poin, atau 0,29%, ke level 28.554,88. Indeks Hang Seng China Enterprises naik 0,47% ke level 10.838,99. Sub-indeks saham energi pada Hang Seng naik 0,1%, sementara sektor TI naik...

India Naikkan Tarif Impor atas 28 Produk Amerika
Monday, 17 June 2019 17:15 WIB | GLOBAL |Global

India telah menaikkan tarif impor atas 28 jenis barang buatan Amerika, dalam sengketa dagang antara kedua negara yang terus meningkat. Tindakan balasan itu dilancarkan beberapa hari setelah Amerika mencabut India dari daftar negara yang diberi akses khusus untuk mengekspor barangnya ke Amerika.

œIndia telah membuka kartunya di atas meja, kata pakar perdagangan India Biswajit Dhar dari Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi.

œPemerintah Amerika telah menaikkan taruhannya dan mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut. Karena itu India terpaksa membalas, tambahnya.

Sengketa perdagangan itu meningkat menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke India bulan ini. Pompeo telah mendesak India supaya memberikan akses pasar lebih luas kepada perusahaan Amerika dan sekaligus menurunkan hambatan-hambatan perdagangan.

Para pakar khawatir ketegangan yang meningkat ini akan berdampak pada kemitraan strategis Amerika-India yang ditujukan untuk melawan pengaruh China yang terus bertambah kuat di kawasan itu.

Barang-barang Amerika yang dikenai tarif impor lebih tinggi itu mulai hari Minggu termasuk kacang almond, apel, kenari dan buncis, dan juga sejumlah produk yang menggunakan baja tahan karat. India adalah pengimpor terbesar kacang almond dan pembeli terbesar kedua apel Amerika. Tarif yang dikenakan India itu akan berdampak pada barang-barang buatan Amerika bernilai 240 juta dollar.

Kenaikan tarif India itu diumumkan setahun lalu untuk membalas kenaikan tarif oleh Amerika atas baja dan aluminium, tapi ditunda pelaksanaannya beberapa kali sambil kedua pihak berusaha memperkecil perbedaan antara mereka.

Tapi India mengumumkan tarif impornya permulaan bulan ini setelah Amerika mencabut India dari daftar negara berkembang yang diberi akses khusus ke pasar Amerika. Kata Amerika, kelonggaran tarif itu dicabut karena India tidak memberi peluang cukup bagi barang buatannya masuk ke pasar India. Tarif itu akan berdampak pada impor India yang bernilai 5,6 milyar dollar dari Amerika.

Kementrian perdagangan India menyebut keputusan Amerika itu œdisayangkan.

Presiden Donald Trump telah berulang kali menyebut India sebagai salah satu negara yang menjalankan praktek dagang tidak adil terhadap Amerika, dan minta India supaya membereskan ketimpangan perdagangan bilateral berjumlah 142-milyar dollar yang menguntungkan India sekitar 30 milyar dollar.

Pemerintah Amerika juga khawatir akan peraturan baru India yang katanya berdampak pada perusahaan e-commerce Amerika seperti Amazon dan Walmart di India.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Korut Kritik Rencana Latihan Militer AS-Korsel...
Tuesday, 16 July 2019 23:41 WIB

Korea Utara telah mengkritik rencana Amerika untuk mengadakan latihan militer bersama bulan depan dengan Korea Selatan, dan mengisyaratkan latihan itu dapat berdampak negatif pada pembicaraan nuklir t...

Uni Eropa Menjatuhkan Sanksi pada Turki Atas Pemboran Gas Siprus...
Tuesday, 16 July 2019 17:06 WIB

Para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin meningkatkan tekanan terhadap Turki setelah menyetujui sejumlah sanksi awal terhadap negara tersebut atas pengeboran gas di perairan Siprus tempat anggota...

Huawei Berencana PHK Besar-besaran di AS...
Tuesday, 16 July 2019 11:43 WIB

Raksasa teknologi China, Huawei Technologies, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada operasi bisnisnya di Amerika Serikat di tengah masalah pembatasan penjualan yang dik...

Perang Tarif dengan AS, Pertumbuhan Ekonomi China Kian Melambat...
Monday, 15 July 2019 23:39 WIB

Pertumbuhan ekonomi China melambat ke level terendah dalam triwulan terakhir dalam 10 tahun ini di tengah perang tarif dengan Amerika, menambah tekanan pada negara itu untuk mengatasi penurunan yang m...

Cuitan Trump soal Anggota DPR AS "Non Kulit Putih" Picu Kemarahan...
Monday, 15 July 2019 17:22 WIB

Serangkaian tweet Presiden Donald Trump pada hari Minggu (14/7) pagi, yang oleh para pengecamnya langsung dianggap rasis dan xenofobik telah memicu kontroversi baru yang menyasar beberapa anggota baru...

POPULAR NEWS
Harga emas menetap di level puncak hampir 2 pekan

Emas berjangka naik tipis pada Senin ini, yang menetap di level tertinggi dalam hampir dua pekan terakhir karena harga melanjutkan kenaikan baru-baru ini seiring harapan pemagkasan suku bunga Federal Reserve AS pada akhir bulan. Emas untuk pengiriman Agustus di Comex naik $1,30, atau sekitar 0,1%, menjadi $1,413,50 per ons. Itu merupakan penyelesaian kontrak paling aktif paling tinggi sejak 3 Juli, yang melihat penyelesaian di $1.420,90 -- tertinggi sejak Mei 2013, data FactSet menunjukkan....

Emas stabil ditengah data China yang bervariasi, ekuitas yang lebih tinggi batasi kenaikan

Harga Emas stabil pada hari Senin pasca data menunjukkan pertumbuhan ekonomi china melambat ke level terendah dalam sekitar 27 tahun, sementara kenaikan dalam ekuitas menahan minat terhadap emas bullion, karena investor terpikat pada beberapa data positif dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Pertumbuhan PDB tahunan kuartal kedua China turun ke level terendah 27-tahun di 6,2% seperti yang diharapkan, tetapi data pertumbuhan kuartalan 1,6% mengalahkan perkiraan. Laporan Juni tentang...

Minyak Pertahankan Kenaikan Setelah Badai Barry Mengganggu Produksi A.S.

Harga minyak terbawa suasana bullish dari minggu lalu setelah Badai Tropis Barry menutup hampir tiga perempat produksi di Teluk Meksiko AS selama akhir pekan. Kontrak berjangka di New York naik tipis, setelah menguat 4,7% minggu lalu. Barry melemah ke depresi tropis pada hari Minggu, dengan beberapa produsen bersiap untuk menata kembali platform lepas pantai mereka. Pada hari Minggu, Barry menyebabkan hampir 73% dari produksi minyak mentah di teluk ditutup, naik dari 70% pada sehari...

Wall St. Netral/Sideways Pada Harga Emas, Main St. Bullish

Pedagang dan analis Wall Street ragu-ragu atau melihat harga emas sideways dalam minggu ini, sementara Main Street tetap bullish, menurut survei emas mingguan Kitco News. Blok pemilih terbesar Wall Street berada di netral/sideways, sementara sisanya hampir terbagi rata antara bulls dan bears. Ini adalah pertama kalinya Wall Street tidak bullish sejak 10 Mei yang lalu, ketika para profesional juga netral. Enam belas profesional pasar ikut serta dalam survei Wall Street. Sebanyak tujuh...

Saham HK berakhir lebih tinggi di dorong data China yang optimis (Review)

Saham Hong Kong berakhir naik pada hari Senin setelah penjualan ritel China yang optimis dan angka-angka output pabrik menunjuk ke beberapa stabilisasi di ekonomi terbesar kedua di dunia, dan seiring pertumbuhan ekonomi kuartal kedua China memenuhi harapan. Pada penutupan perdagangan, indeks Hang Seng naik 83,26 poin, atau 0,29%, ke level 28.554,88. Indeks Hang Seng China Enterprises naik 0,47% ke level 10.838,99. Sub-indeks saham energi pada Hang Seng naik 0,1%, sementara sektor TI naik...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.