DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas berakhir lebih tinggi seiring pelemahan imbal hasil obligasi

Emas berjangka naik pada hari Selasa, dengan penurunan pada imbal hasil Treasury AS yang membantu logam ini mendapatkan lebih dari sepertiga dari apa yang hilang di sehari sebelumnya, ketika sebuah reli di pasar saham AS mendorong beberapa menetap di bullion. Emas untuk pengiriman Desember naik $4,10, atau 0,3%, menjadi $1.515,70 per ons, setelah sektor komoditas menyerah $12, atau 0,8%, pada Senin. Perak September naik 20,8 sen, atau 1,2%, menjadi $17,148 per ons, menyusul penurunan 1,1%...

Dolar Mendekati Tiga Minggu Tertinggi Karena Pencairan Risiko Mengangkat Obligasi

Dolar bertahan di dekat level tiga minggu tertinggi pada hari Selasa, karena ekspektasi ekonomi global akan melepaskan stimulus baru dan peningkatan selera untuk aset berisiko mengangkat hasil pada obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi A.S menarik diri dari posisi terendah tiga tahun karena investor berujung kembali ke aset berisiko, terpikat oleh harapan untuk stimulus di ekonomi utama seperti Jerman dan China, yang meredakan kekhawatiran resesi global baru-baru ini. Fokus investor...

Emas berakhir flat, lalu bergerak lebih rendah di perdagangan elektronik pasca risalah Fed

Harga emas berakhir tidak berubah pada Rabu ini, setelah menghabiskan banyak sesi dengan kehilangan pijakannya seiring penguatan dalam indeks saham AS. Pasca harga berjangka diselesaikan, risalah dari pertemuan Juli FOMC menunjukkan bahwa pejabat Federal Reserve menghindar untuk mengatakan berapa banyak langkah pelonggaran yang mungkin ada di tahun ini. Dalam perdagangan elektronik, emas untuk pengiriman Desember berada di level $1.514,30 per ons tak lama setelah risalah Fed. Kontrak telah...

Emas kembali pulih ke $ 1.500 seiring fokus investor beralih ke Fed

Harga emas pulih ke lebih dari $ 1.500 per ounce pada hari Selasa, setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya, karena fokus beralih ke pernyataan kebijakan Federal Reserve A.S. dan kekhawatiran pertumbuhan. Spot emas naik 0,4% menjadi $ 1,501.50 per ounce pada 09:27 GMT, setelah jatuh ke level terendah satu minggu dekat $ 1,492.10 pada hari Senin. Emas berjangka AS naik 0,1% menjadi $ 1.513,40. Pasar ekuitas di seluruh dunia menguat seiring harapan untuk stimulus di negara-negara besar...

Emas Bertahan Dibawah $ 1.500 Setelah Mengalami Penurunan

Harga emas bertahan stabil pada hari Selasa setelah membukukan penurunan harian terbesar dalam sebulan terakhir pada sesi sebelumnya, turun di bawah level psikologis kunci $ 1.500 per ons. Spot gold naik 0,1% ke level $ 1,496.80 per ons pada pukul 00:50 GMT. Pada hari Senin, emas tergelincir 1,2% untuk mencapai level $ 1.495 per ons, di bawah level kunci $ 1.500. Ini menandai penurunan harian terbesar sejak 19 Juli lalu. (knc) Sumber : Reuters

Polisi Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Demonstran
Monday, 22 July 2019 17:11 WIB | GLOBAL |Global

Polisi Hong Kong hari Minggu (21/7) malam menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa pro-demokrasi yang kembali memenuhi jalan-jalan di wilayah itu. Puluhan ribu orang dilaporkan berdemonstrasi pada hari Minggu.

Jutaan orang sudah berunjuk rasa selama dua bulan terakhir, dengan demonstrasi awal terkait RUU kontroversial yang akan memungkinkan ekstradisi warga Hong Kong yang diduga melakukan kejahatan ke China daratan.

Pemimpin Hong Kong yang terpojok, Carrie Lam, telah meminta maaf atas kekacauan yang disebabkan oleh undang-undang ekstradisi dan menyatakan RUU itu sudah "mati."

Namun demonstrasi terus berlanjut dan berubah menjadi seruan untuk reformasi demokratis dan penyelidikan pengaduan terhadap kebrutalan polisi.

Gejolak sosial ini merupakan yang terburuk yang mengguncang bekas koloni Inggris itu sejak dipulangkan Inggris ke pemerintahan China 22 tahun lalu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Tawaran Beli Greenland Ditolak, Trump Tunda Pertemuan Dengan PM Denmark...
Wednesday, 21 August 2019 23:50 WIB

Presiden Donald Trump, Selasa (20/8), mengumumkan penundaan pertemuannya yang sudah dijadwalkan bulan depan dengan Perdana Menteri Denmark, karena pemimpin Denmark itu tidak berminat menjual pulau Gre...

Pentagon: Dept Negara Menyetujui Kemungkinan Penjualan Jet Tempur $8 Miliar ke Taiwan...
Wednesday, 21 August 2019 17:46 WIB

Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui kemungkinan penjualan pesawat tempur F-16 senilai $ 8 miliar ke Taiwan, kata Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan pada hari Selasa dalam pemberitahuan resmi k...

Penjualan Ransel Anti Peluru bagi Anak Sekolah Naik Hingga 300 Persen Tahun ini...
Wednesday, 21 August 2019 11:10 WIB

Setelah menikmati liburan musim panas yang panjang, anak-anak di Amerika bersiap-siap untuk kembali ke sekolah pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September. Selain menyiapkan barang keperluan s...

Staf Konsulat Inggris di Hong Kong Dikabarkan Ditahan di China...
Tuesday, 20 August 2019 23:40 WIB

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan œsangat prihatin oleh laporan bahwa seorang karyawan di konsulatnya di Hong Kong telah ditahan di China daratan. Situs berita lokal Hong Kong HK01 meny...

Macron Bahas Berbagai Masalah Dunia dengan Putin...
Tuesday, 20 August 2019 17:32 WIB

Presiden Perancis Emanuel Macron bertemu dengan presiden Rusia Vladimir Putin di tempat peristirahatan Macron di Perancis selatan, membahas berbagai masalah dunia termasuk konflik di Ukraina, Iran dan...

POPULAR NEWS
Emas berakhir lebih tinggi seiring pelemahan imbal hasil obligasi

Emas berjangka naik pada hari Selasa, dengan penurunan pada imbal hasil Treasury AS yang membantu logam ini mendapatkan lebih dari sepertiga dari apa yang hilang di sehari sebelumnya, ketika sebuah reli di pasar saham AS mendorong beberapa menetap di bullion. Emas untuk pengiriman Desember naik $4,10, atau 0,3%, menjadi $1.515,70 per ons, setelah sektor komoditas menyerah $12, atau 0,8%, pada Senin. Perak September naik 20,8 sen, atau 1,2%, menjadi $17,148 per ons, menyusul penurunan 1,1%...

Dolar Mendekati Tiga Minggu Tertinggi Karena Pencairan Risiko Mengangkat Obligasi

Dolar bertahan di dekat level tiga minggu tertinggi pada hari Selasa, karena ekspektasi ekonomi global akan melepaskan stimulus baru dan peningkatan selera untuk aset berisiko mengangkat hasil pada obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi A.S menarik diri dari posisi terendah tiga tahun karena investor berujung kembali ke aset berisiko, terpikat oleh harapan untuk stimulus di ekonomi utama seperti Jerman dan China, yang meredakan kekhawatiran resesi global baru-baru ini. Fokus investor...

Emas berakhir flat, lalu bergerak lebih rendah di perdagangan elektronik pasca risalah Fed

Harga emas berakhir tidak berubah pada Rabu ini, setelah menghabiskan banyak sesi dengan kehilangan pijakannya seiring penguatan dalam indeks saham AS. Pasca harga berjangka diselesaikan, risalah dari pertemuan Juli FOMC menunjukkan bahwa pejabat Federal Reserve menghindar untuk mengatakan berapa banyak langkah pelonggaran yang mungkin ada di tahun ini. Dalam perdagangan elektronik, emas untuk pengiriman Desember berada di level $1.514,30 per ons tak lama setelah risalah Fed. Kontrak telah...

Emas kembali pulih ke $ 1.500 seiring fokus investor beralih ke Fed

Harga emas pulih ke lebih dari $ 1.500 per ounce pada hari Selasa, setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya, karena fokus beralih ke pernyataan kebijakan Federal Reserve A.S. dan kekhawatiran pertumbuhan. Spot emas naik 0,4% menjadi $ 1,501.50 per ounce pada 09:27 GMT, setelah jatuh ke level terendah satu minggu dekat $ 1,492.10 pada hari Senin. Emas berjangka AS naik 0,1% menjadi $ 1.513,40. Pasar ekuitas di seluruh dunia menguat seiring harapan untuk stimulus di negara-negara besar...

Emas Bertahan Dibawah $ 1.500 Setelah Mengalami Penurunan

Harga emas bertahan stabil pada hari Selasa setelah membukukan penurunan harian terbesar dalam sebulan terakhir pada sesi sebelumnya, turun di bawah level psikologis kunci $ 1.500 per ons. Spot gold naik 0,1% ke level $ 1,496.80 per ons pada pukul 00:50 GMT. Pada hari Senin, emas tergelincir 1,2% untuk mencapai level $ 1.495 per ons, di bawah level kunci $ 1.500. Ini menandai penurunan harian terbesar sejak 19 Juli lalu. (knc) Sumber : Reuters

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.