DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas berakhir lebih rendah terkait rebound pasar saham

Emas berjangka melemah pada Senin, berakhir lebih rendah karena optimisme baru di sektor perdagangan serta pembicaraan stimulus oleh pembuat kebijakan global melemahkan selera investor untuk aset haven. Emas untuk pengiriman Desember turun $12, atau 0,8%, berakhir pada $1.511,60 per ons, sedangkan perak September turun 18,2 sen, atau 1,1%, berakhir pada $16,94 per ons. Emas mengalami penurunan harian keduanya setelah berakhir pada level tertinggi lebih dari enam tahun pada Kamis. Dalam...

Emas berakhir lebih tinggi seiring pelemahan imbal hasil obligasi

Emas berjangka naik pada hari Selasa, dengan penurunan pada imbal hasil Treasury AS yang membantu logam ini mendapatkan lebih dari sepertiga dari apa yang hilang di sehari sebelumnya, ketika sebuah reli di pasar saham AS mendorong beberapa menetap di bullion. Emas untuk pengiriman Desember naik $4,10, atau 0,3%, menjadi $1.515,70 per ons, setelah sektor komoditas menyerah $12, atau 0,8%, pada Senin. Perak September naik 20,8 sen, atau 1,2%, menjadi $17,148 per ons, menyusul penurunan 1,1%...

Dolar Mendekati Tiga Minggu Tertinggi Karena Pencairan Risiko Mengangkat Obligasi

Dolar bertahan di dekat level tiga minggu tertinggi pada hari Selasa, karena ekspektasi ekonomi global akan melepaskan stimulus baru dan peningkatan selera untuk aset berisiko mengangkat hasil pada obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi A.S menarik diri dari posisi terendah tiga tahun karena investor berujung kembali ke aset berisiko, terpikat oleh harapan untuk stimulus di ekonomi utama seperti Jerman dan China, yang meredakan kekhawatiran resesi global baru-baru ini. Fokus investor...

Emas turun 1% seiring ekuitas dan Imbal Hasil Treasury AS naik

Emas melemah 1% pada hari Senin seiring pemulihan di pasar saham dan naiknya imbal hasil obligasi AS mengurangi beberapa daya tarik safe-haven logam, dan mendorong investor untuk membukukan keuntungan. Harga emas spot turun 1,06% pada $ 1,497.85 per ounce. Emas berjangka AS tergelincir 1% menjadi $ 1,508.1. Imbal hasil AS naik pada hari Senin, bergerak lebih jauh dari rekor terendah setelah kurva yield AS yang diawasi ketat antara obligasi dua dan 10 tahun berbalik untuk pertama kalinya...

Saham Hong Kong berakhir dengan keuntungan besar (Review)

Saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada hari Senin pasca kenaikan dari Wall Street seiring investor menyambut baik komentar positif pada pembicaraan perdagangan oleh penasihat perdagangan Donald Trump. Indeks Hang Seng menguat 2,17 persen atau 557,62 poin berakhir pada level 26.291,84. Indeks Shanghai Composite naik 2,10 persen, atau 59,28 poin, ke level 2.883,10 dan Indeks Shenzhen Composite, yang menelusuri saham-saham di bursa kedua China, naik 3,05 persen, atau 46,49 poin, ke...

Huawei Bantu Korea Utara Bangun Jaringan Nirkabel
Tuesday, 23 July 2019 08:20 WIB | GLOBAL |Global

Huawei Technologies, perusahaan teknologi raksasa China yang terjerat dalam sengketa dagang antara Beijing dan Amerika, secara diam-diam membantu Korea Utara membangun jaringan nirkabel komersial dalam beberapa tahun terakhir ini. Berita itu diterbitkan harian The Washington Post hari Senin.

Harian the Washington Post melaporkan, kajian terhadap dokumen internal perusahaan dan sumber-sumber yang dekat dengan operasional Huawei menunjukkan bahwa perusahaan itu bermitra dengan perusahaan milik pemerintah China, Panda International Information Technology, pada sejumlah proyek dengan Korea Utara selama rentang waktu sedikitnya delapan tahun.

The Post, sebutan bagi harian ini, menyebutkan sumber informasinya “ terdiri atas perintah kerja terdahulu, kontrak-kontrak, dan tabel data “ adalah mantan pegawai Huawei yang menganggap informasi dimaksud dapat menjadi konsumsi publik, namun tidak mau identitasnya disebut karena khawatir akan aksi balasan.

Bantuan Huawei untuk Korea Utara segera menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan itu, yang menggunakan teknologi Amerika pada produknya, melanggar ketentuan kendali ekspor Amerika tentang penyediaan peralatan kepada Pyongyang. Rezim komunis yang tertutup itu terus berada di bawah sanksi ekonomi internasional terkait pengembangan senjata nuklirnya dan pelanggaran hak asasi manusia.

Pemerintahan Presiden Donald Trump, mengutip kekhawatiran akan keamanan nasional, memberi sanksi kepada Huawei pada bulan Mei, melarang perusahaan-perusahaan Amerika menjual suku cadang ke Huawei tanpa lisensi khusus karena khawatir produknya dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen untuk Beijing. China telah menetapkan Huawei sebagai œjuara nasional.

Namun setelah Trump bertemu Presiden China, Xi Jinping pada KTT Ekonomi G-20 di Jepang satu bulan lalu, pemimpin Amerika ini, dalam upayanya memulai kembali pembicaraan dagang dengan China, menyetujui permintaan Xi untuk memperbarui penjualan suku cadang Amerika kepada Huawei, namun menekankan bahwa hal tersebut hanya terjadi jika penjualan dimaksud tidak mengancam keamanan nasional Amerika.

Di luar isu keterlibatan Huawei di Korea Utara, Amerika telah menuduh perusahaan itu menipu bank dan melanggar larangan berdagang dengan Iran. Perusahaan ini mengaku tidak bersalah.

Dalam penyataan, Huawei mengatakan œtidak mempunyai bisnis di Korea Utara, tetapi menolak menjawab pertanyaan apakah perusahaan ini pernah bekerja di sana.

œHuawei berkomitmen penuh untuk mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku di negara dan wilayah tempat kami beroperasi, perusahaan itu menyatakan, œtermasuk seluruh kendali ekspor serta perundangan dan peraturan terkait sanksi PBB, Amerika, dan Uni Eropa."

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, bertemu Senin dengan jajaran eksekutif perusahaan semi-konduktor dan perangkat lunak terkait isu ekonomi, termasuk penjualan produk mereka ke Huawei. Meskipun Trump dan Xi sepakat untuk membuka kembali penjualan yang tidak mengancam keamanan nasional Amerika, Amerika belum merinci penjualan apa yang diizinkan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Penjualan Ransel Anti Peluru bagi Anak Sekolah Naik Hingga 300 Persen Tahun ini...
Wednesday, 21 August 2019 11:10 WIB

Setelah menikmati liburan musim panas yang panjang, anak-anak di Amerika bersiap-siap untuk kembali ke sekolah pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September. Selain menyiapkan barang keperluan s...

Staf Konsulat Inggris di Hong Kong Dikabarkan Ditahan di China...
Tuesday, 20 August 2019 23:40 WIB

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan œsangat prihatin oleh laporan bahwa seorang karyawan di konsulatnya di Hong Kong telah ditahan di China daratan. Situs berita lokal Hong Kong HK01 meny...

Macron Bahas Berbagai Masalah Dunia dengan Putin...
Tuesday, 20 August 2019 17:32 WIB

Presiden Perancis Emanuel Macron bertemu dengan presiden Rusia Vladimir Putin di tempat peristirahatan Macron di Perancis selatan, membahas berbagai masalah dunia termasuk konflik di Ukraina, Iran dan...

AS Uji Rudal Darat Pertama yang Sebelumnya Dilarang dalam Perjanjian INF...
Tuesday, 20 August 2019 13:17 WIB

Pentagon mengatakan, Amerika telah mengadakan ujicoba rudal penjelajah yang diluncurkan dari darat dan berhasil mengenai sasarannya setelah terbang lebih dari 500 kilometer. Rudal itu diluncurkan har...

Warga Hong Kong Lakukan Aksi Protes secara Damai...
Monday, 19 August 2019 23:29 WIB

Puluhan ribu demonstran pro-demokrasi berarak-arakan secara damai melalui jalan-jalan Hong Kong pada hari Minggu, pekan ke-11 dalam serangkaian protes anti-pemerintah. Front Hak Asasi Manusia Sipil, ...

POPULAR NEWS
Emas berakhir lebih rendah terkait rebound pasar saham

Emas berjangka melemah pada Senin, berakhir lebih rendah karena optimisme baru di sektor perdagangan serta pembicaraan stimulus oleh pembuat kebijakan global melemahkan selera investor untuk aset haven. Emas untuk pengiriman Desember turun $12, atau 0,8%, berakhir pada $1.511,60 per ons, sedangkan perak September turun 18,2 sen, atau 1,1%, berakhir pada $16,94 per ons. Emas mengalami penurunan harian keduanya setelah berakhir pada level tertinggi lebih dari enam tahun pada Kamis. Dalam...

Emas berakhir lebih tinggi seiring pelemahan imbal hasil obligasi

Emas berjangka naik pada hari Selasa, dengan penurunan pada imbal hasil Treasury AS yang membantu logam ini mendapatkan lebih dari sepertiga dari apa yang hilang di sehari sebelumnya, ketika sebuah reli di pasar saham AS mendorong beberapa menetap di bullion. Emas untuk pengiriman Desember naik $4,10, atau 0,3%, menjadi $1.515,70 per ons, setelah sektor komoditas menyerah $12, atau 0,8%, pada Senin. Perak September naik 20,8 sen, atau 1,2%, menjadi $17,148 per ons, menyusul penurunan 1,1%...

Dolar Mendekati Tiga Minggu Tertinggi Karena Pencairan Risiko Mengangkat Obligasi

Dolar bertahan di dekat level tiga minggu tertinggi pada hari Selasa, karena ekspektasi ekonomi global akan melepaskan stimulus baru dan peningkatan selera untuk aset berisiko mengangkat hasil pada obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi A.S menarik diri dari posisi terendah tiga tahun karena investor berujung kembali ke aset berisiko, terpikat oleh harapan untuk stimulus di ekonomi utama seperti Jerman dan China, yang meredakan kekhawatiran resesi global baru-baru ini. Fokus investor...

Emas turun 1% seiring ekuitas dan Imbal Hasil Treasury AS naik

Emas melemah 1% pada hari Senin seiring pemulihan di pasar saham dan naiknya imbal hasil obligasi AS mengurangi beberapa daya tarik safe-haven logam, dan mendorong investor untuk membukukan keuntungan. Harga emas spot turun 1,06% pada $ 1,497.85 per ounce. Emas berjangka AS tergelincir 1% menjadi $ 1,508.1. Imbal hasil AS naik pada hari Senin, bergerak lebih jauh dari rekor terendah setelah kurva yield AS yang diawasi ketat antara obligasi dua dan 10 tahun berbalik untuk pertama kalinya...

Saham Hong Kong berakhir dengan keuntungan besar (Review)

Saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada hari Senin pasca kenaikan dari Wall Street seiring investor menyambut baik komentar positif pada pembicaraan perdagangan oleh penasihat perdagangan Donald Trump. Indeks Hang Seng menguat 2,17 persen atau 557,62 poin berakhir pada level 26.291,84. Indeks Shanghai Composite naik 2,10 persen, atau 59,28 poin, ke level 2.883,10 dan Indeks Shenzhen Composite, yang menelusuri saham-saham di bursa kedua China, naik 3,05 persen, atau 46,49 poin, ke...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.