DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas Naik Tipis Terkait Peningkatan Kasus Virus

Emas naik karena investor mencari aset perlindungan di tengah meningkatnya kasus virus corona, dengan Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan terjadinya infeksi global tertinggi dalam satu hari selama akhir pekan kemarin. Kasus virus di AS meningkat 2%, lebih dari rata-rata tujuh hari, menurut hitungan terbaru Universitas Johns Hopkins, sementara kasus global mencapai 11,3 juta. Meksiko menyusul Prancis dengan wabah paling mematikan kelima. Emas spot menguat 0,2% menjadi $ 1,776.01 per ons...

Emas Naik Tipis Seiring Peningkatan Kasus Virus Corona

Emas menguat karena investor mencari aset perlindungan di tengah meningkatnya kasus virus corona, dengan Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan terjadinya infeksi global tertinggi dalam satu hari selama akhir pekan kemarin. Kasus baru virus di AS meningkat 2%, lebih dari rata-rata tujuh harinya, menurut hitungan terbaru Universitas Johns Hopkins, sementara kasus global mencapai 11,4 juta. Meksiko menyusul Prancis dengan wabah paling mematikan kelima, sementara epidemi virus corona India...

Saham Tokyo Awali Pekan Ini dengan Catatan Positif

Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada Senin ini, sementara investor memantau dengan hati-hati peningkatan lanjutan pada infeksi virus corona global. Indeks acuan Nikkei 225 naik 25,74 poin atau 0,12 persen menjadi 22.332,22, sedangkan indeks Topix yang lebih luas bertambah 2,94 poin atau 0,19 persen menjadi 1.555,27.(mrv) Sumber: AFP

Emas Kembali Naik Di Dekat $ 1.800 seiring Melemahnya Dolar AS

Emas berjangka bergerak lebih tinggi pada Senin pagi, didukung sebagian oleh melemahnya dolar AS, yang memberikan landasan bagi komoditas bahkan ketika saham global menguat. Dolar AS turun 0,5%, seperti yang diukur oleh ICE Dolar AS, ukuran dolar terhadap setengah lusin mata uang. Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat aset yang dinilai dalam mata uang lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan unit moneter lain. Terhadap latar belakang itu, emas Agustus naik $ 4,30, atau 0,2%, pada $...

Dolar dalam Kisaran Ketat Jelang Laporan Data Sektor Jasa AS

Dolar tetap stabil terhadap sebagian besar mata uang pada hari Senin karena investor menunggu data yang diharapkan untuk menunjukkan sektor jasa AS berhenti berkontraksi, dan menyoroti pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona. Euro bergerak dalam kisaran kecil sebelum data ekonomi dari Jerman dan zona euro yang juga diperkirakan akan menunjukkan rebound tajam dalam aktivitas perusahaan dan penjualan ritel, yang akan meredakan kekhawatiran tentang prospek ekonomi. Meningkatnya infeksi...

AS Diam-diam Usir 2 Diplomat China
Monday, 16 December 2019 17:37 WIB | GLOBAL |Global

Amerika diam-diam mengusir dua pejabat kedutaan China September lalu, setelah mereka memasuki pangkalan militer yang sensitif di Virginia. Demikian dilaporkan Harian New York Times, Minggu (15/12).

Mengutip orang-orang yang mengetahui insiden itu, harian itu melaporkan pengusiran Amerika terhadap diplomat-diplomat China atas dugaan spionase tampaknya baru pertama kalinya terjadi dalam lebih dari 30 tahun.

Setidaknya satu dari kedua diplomat diyakini sebagai pejabat intelijen yang menyamar, kata harian tersebut.

Harian itu juga mengatakan kedua diplomat, ditemani istri mereka, tiba di pos pemeriksaan, pintu masuk ke instalasi sensitif dekat Norfolk, Virginia. Di tempat tersebut terdapat pasukan operasi khusus.

Penjaga mendapati mereka tidak memiliki izin masuk sehingga mengarahkan mereka melewati gerbang, berbalik dan keluar.

Menurut New York Times, pejabat-pejabat China itu terus masuk ke pangkalan dan menghindari personil militer yang mengejar sampai akhirnya mereka terpaksa berhenti, setelah dihadang truk pemadam kebakaran.

Dikatakan, kedua pejabat mengaku tidak memahami instruksi penjaga dan tersesat.

Beberapa pekan setelah insiden itu, Departemen Luar Negeri memberlakukan pembatasan terhadap aktivitas diplomat China, dengan alasan sebagai tanggapan atas peraturan yang sudah diterapkan Tiongkok selama bertahun-tahun yang membatasi pergerakan diplomat-diplomat Amerika.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Profesor Hukum China Pengkritik Presiden Xi Jinping Ditahan di Beijing...
Monday, 6 July 2020 23:38 WIB

Seorang profesor hukum China yang telah menulis esai-esai kritis mengenai pemerintahan Presiden Xi Jinping dilaporkan telah ditahan di Beijing. Rekan-rekan Xu Zhangrun mengatakan penulis dan akademis...

Wilayah di Spanyol Kembali Terapkan Lockdown...
Monday, 6 July 2020 17:00 WIB

Salah Satu wliayah di Spanyol barat laut kembali memberlakukan karantina wilayah sepekan penuh karena pihak berwenang mengkhawatirkan wabah baru Covid-19, meskipun pemerintah federal telah mengakhiri ...

Inggris Akan Larang Huawei Bangun Jaringan 5G...
Monday, 6 July 2020 10:28 WIB

Media-media Inggris hari Minggu (5/7) melaporkan pemerintah Inggris berencana mengakhiri keikutsertaan perusahaan telekomunikasi rakasa China, Huawei, untuk membangun jaringan telpon 5G Inggris; suatu...

Kolombia Tangkap Tersangka Serangan Bom di Akademi Kepolisian...
Saturday, 4 July 2020 01:40 WIB

Kolombia menangkap delapan pemberontak sayap kiri yang dituduh menewaskan sedikitnya 22 orang dalam serangan bom terhadap sebuah akademi kepolisian. Laskar Pembebasan Nasional (ELN) mengaku bertanggu...

Senat AS Setujui RUU yang Menarget Entitas terkait UU Keamanan Hong Kong...
Friday, 3 July 2020 17:34 WIB

Senat Amerika hari Kamis (2/7) menyetujui RUU yang akan menghukum individu atau perusahaan yang melakukan bisnis dengan pejabat China yang bertanggung jawab dalam penerapan undang-undang keamanan baru...

POPULAR NEWS
Emas Naik Tipis Terkait Peningkatan Kasus Virus

Emas naik karena investor mencari aset perlindungan di tengah meningkatnya kasus virus corona, dengan Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan terjadinya infeksi global tertinggi dalam satu hari selama akhir pekan kemarin. Kasus virus di AS meningkat 2%, lebih dari rata-rata tujuh hari, menurut hitungan terbaru Universitas Johns Hopkins, sementara kasus global mencapai 11,3 juta. Meksiko menyusul Prancis dengan wabah paling mematikan kelima. Emas spot menguat 0,2% menjadi $ 1,776.01 per ons...

Emas Naik Tipis Seiring Peningkatan Kasus Virus Corona

Emas menguat karena investor mencari aset perlindungan di tengah meningkatnya kasus virus corona, dengan Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan terjadinya infeksi global tertinggi dalam satu hari selama akhir pekan kemarin. Kasus baru virus di AS meningkat 2%, lebih dari rata-rata tujuh harinya, menurut hitungan terbaru Universitas Johns Hopkins, sementara kasus global mencapai 11,4 juta. Meksiko menyusul Prancis dengan wabah paling mematikan kelima, sementara epidemi virus corona India...

Saham Tokyo Awali Pekan Ini dengan Catatan Positif

Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada Senin ini, sementara investor memantau dengan hati-hati peningkatan lanjutan pada infeksi virus corona global. Indeks acuan Nikkei 225 naik 25,74 poin atau 0,12 persen menjadi 22.332,22, sedangkan indeks Topix yang lebih luas bertambah 2,94 poin atau 0,19 persen menjadi 1.555,27.(mrv) Sumber: AFP

Emas Kembali Naik Di Dekat $ 1.800 seiring Melemahnya Dolar AS

Emas berjangka bergerak lebih tinggi pada Senin pagi, didukung sebagian oleh melemahnya dolar AS, yang memberikan landasan bagi komoditas bahkan ketika saham global menguat. Dolar AS turun 0,5%, seperti yang diukur oleh ICE Dolar AS, ukuran dolar terhadap setengah lusin mata uang. Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat aset yang dinilai dalam mata uang lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan unit moneter lain. Terhadap latar belakang itu, emas Agustus naik $ 4,30, atau 0,2%, pada $...

Dolar dalam Kisaran Ketat Jelang Laporan Data Sektor Jasa AS

Dolar tetap stabil terhadap sebagian besar mata uang pada hari Senin karena investor menunggu data yang diharapkan untuk menunjukkan sektor jasa AS berhenti berkontraksi, dan menyoroti pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona. Euro bergerak dalam kisaran kecil sebelum data ekonomi dari Jerman dan zona euro yang juga diperkirakan akan menunjukkan rebound tajam dalam aktivitas perusahaan dan penjualan ritel, yang akan meredakan kekhawatiran tentang prospek ekonomi. Meningkatnya infeksi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.