DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Saham Tokyo Dibuka Turun Terkait Kekhawatiran Virus yang Masih Berlangsung

Saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Senin karena kekhawatiran atas penyebaran global virus corona baru yang masih berlangsung. Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,81 persen atau 191,88 poin menjadi 23.495,71 pada awal perdagangan, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,85 persen atau 14,46 poin menjadi 1.688,41.(mrv) Sumber: AFP

Iran Ancam Hentikan Kerjasama dengan IAEA kalau Eropa Tak Adil dalam Perjanjian Nuklir
Monday, 20 January 2020 19:11 WIB | GLOBAL |Global

Ketua DPR Iran Ali Larijani mengatakan hari Minggu (19/1), kalau Eropa tidak adil dalam penggunaan mekanisme untuk menyelesaikan sengketa dalam perjanjian nuklir, Iran akan dengan serius mempertimbangkan kembali kerjasamanya dengan Badan Tenaga Atom Internasional, atau IAEA.

œApa yang dilakukan tiga negara Eropa tentang isu nuklir Iran ini sangat disayangkan, kata Larijani, yang pernah menjadi perunding nuklir utama Iran seperti dikutip dari siaran televisi pemerintah.

Jerman, Inggris, dan Perancis minggu lalu mengumumkan telah mulai menjalankan proses penyelesaian sengketa nuklir dengan Iran, yang dulu dicapai untuk melonggarkan sanksi-sanksi internasional supaya Iran menghentikan kegiatan nuklirnya.

œKami telah mengumumkan bahwa apabila Eropa, karena alasan apapun, menggunakan Pasal 37 perjanjian nuklir secara tidak adil, Iran akan mengambil keputusan serius tentang kerjasamanya dengan IAEA, kata Larijani seperti dikutip kantor berita AFP.

Ketiga negara Eropa tadi, Jerman, Perancis dan Inggris, yang ikut menandatangani perjanjian nuklir tahun 2015 yang disebut JCPOA itu bersama Cina, Rusia, Uni Eropa, mengatakan, walaupun penggunaan pasal 37 itu bisa menjurus pada pengenaan sanksi-sanksi PBB atas Iran, mereka tidak akan ikut dalam kampanye Amerika menjalankan œtekanan maksimum untuk memaksa Iran. Amerika telah menyatakan diri keluar dari perjanjian itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Australia Kecam Rasisme Terkait Virus Korona...
Friday, 14 February 2020 23:59 WIB

Australia telah memperpanjang larangan wisatawan dari Cina daratan setidaknya selama seminggu karena wabah koronavirus. Kepala petugas medis negara itu juga mengutuk xenophobia terhadap warga Australi...

Menkeu Inggris Mundur Secara Tiba-Tiba...
Friday, 14 February 2020 17:44 WIB

Menteri Keuangan Inggris Sajid Javid mengumumkan pengunduran dirinya hari Kamis (13/2), suatu perkembangan yang muncul secara tidak terduga selagi Perdana Menteri Boris Johnson mereorganisasi kabinetn...

Trump Akan Gunakan AS$3,8 Miliar Dana Militer Untuk Tembok Perbatasan...
Friday, 14 February 2020 11:23 WIB

Pemerintahan Presiden Donald Trump mentransfer AS$3,8 miliardana militer yang baru-baru ini disetujui untuk membiayai pembangunan tembok perbatasan Amerika-Meksiko yang telah lama diupayakannya. Peng...

Olimpiade Tokyo Akan Tetap Berlangsung Sesuai Rencana...
Thursday, 13 February 2020 23:52 WIB

Panitia Olimpiade Tokyo menegaskan kembali pernyataannya, Kamis (13/2), pada awal pertemuan dua hari dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC): Olimpiade 2020 tidak akan ditunda sehubungan virus yan...

Trump Desak Senat Tolak Pembatasan Kewenangan Perang...
Thursday, 13 February 2020 17:21 WIB

Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (12/2/2020), mendesak Senat agar menolak rancangan undang-undang yang mengekang kewenangannya menyerang Iran tanpa persetujuan kongres. Menurutnya, penting bagi kea...

POPULAR NEWS
Saham Tokyo Dibuka Turun Terkait Kekhawatiran Virus yang Masih Berlangsung

Saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Senin karena kekhawatiran atas penyebaran global virus corona baru yang masih berlangsung. Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,81 persen atau 191,88 poin menjadi 23.495,71 pada awal perdagangan, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,85 persen atau 14,46 poin menjadi 1.688,41.(mrv) Sumber: AFP

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.