DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Minyak dekati level $ 62 terkait pemangkasan pasokan oleh OPEC

Minyak diperdagangkan mendekati $ 62 per barel karena kekhawatiran peningkatan pengeboran minyak Amerika dapat merusak upaya OPEC untuk mengurangi kelebihan pasokan global. Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 4,2% pekan lalu karena pasar ekuitas rebound serta pelemahan dolar mendorong permintaan komoditas. Pengeboran minyak AS meningkatkan jumlah rig yang mengeksplorasi minyak menjadi yang tertinggi sejak April 2015, Ungkap Baker Hughes pada pekan lalu. Hedge fund...

Emas Meningkat Terkait Penurunan Dolar, Risalah Fed

Emas menigkat karena pelemahan akan dolar, dengan investor menunggu rilis risalah pertemuan 30-31 Federal Reserve pada hari Rabu, dan karena inflasi tetap berada pada fokus. Bullion untuk pengiriman segera + 0,3% menjadi $ 1,350.34 / oz pada pukul 09:59 pagi di Singapura, menurut harga Bloomberg. Logam + 2,3% pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak September. Indeks Bloomberg Dollar Spot -0,2% setelah -1,3% pekan lalu Dalam logam mulia lainnya: Perak + 0,4% menjadi $ 16,7177 / oz....

Pasar Asia terus terdorong untuk kenaikan

Saham Asia lebih tinggi pada Senin ini karena kepercayaan pada ekuitas terus berlanjut, dengan beberapa pasar di zona ini dibuka kembali setelah liburan Tahun Baru Imlek. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,2%, yang merupakan indeks acuan Singapura naik 0,5% dan Nikkei Stock Average Jepang naik 1,1%, dibantu oleh beberapa pelemahan yen setelah kenaikan tajam pekan lalu. Saham di Australia juga meningkat sementara saham di Selandia Baru berkinerja buruk. Pasar di China, Hong Kong dan Taiwan...

Saham Tokyo dibuka menguat Ikuti Saham Wall Street

Saham Tokyo dibuka menguat pada hari Senin, didukung oleh investor atas kenaikan lanjutan di Wall Street pekan lalu. Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,72% atau 155,32 poin menjadi 21,875.57 pada awal perdagangan sementara indeks Topix yang lebih tinggi naik 0,82% atau 14,28 poin pada level 1.751,65.(yds) Sumber: AFP

Emas Berjangka Turun Seiring Penguatan Dolar

Emas berjangka melemah pada Senin ini, menghapus sebagian dari keuntungan minggu lalu, karena dolar yang menguat membebani logam tersebut, dan saat liburan Hari Presiden di AS memberi banyak pedagang penutupan sesi. Emas April turun $ 5,40, atau 0,4% menjadi $ 1,350.80 per ons dalam perdagangan elektronik, sementara perak Maret sedikit melemah, atau 0,3% menjadi $ 16,66 per ons. Penurunan tersebut terjadi karena dolar yang  stabil sedikit menguat terhadap rival-rival utamanya. Dolar...

Home

Level puncak 2016 emas sekarang terlihat mudah dijangkau setelah lonjakan besar logam ini
Tuesday, 29 August 2017 20:27 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Korea Utara lagi-lagi terlihat seperti Public Enemy No. 1, dengan jumlah korban Harvey menambah suram mood di pasar.

Peluncuran rudal Korut di wilayah udara Jepang telah membantu menempatkan S & P berada di jalur untuk bergabung dalam kemerosotan saham. Sementara itu, emas dan asset haven lainnya membukukan kenaikan yang cukup besar yang mana memicu obrolan tentang berapa banyak lagi kenaikan yang bisa mereka raih.

Untuk emas, kesempatan untuk bergerak ke sekitaran $ 1.375 per ounce terlihat "terbuka lebar," tulis pedagang Petros Steriotis dalam percakapan via telepon hari ini.

Level itu berada di sekitar dimana emas menyentuh level puncak pada bulan Agustus 2016, dan Steriotis memperkirakan level itu terlihat mudah dijangkau. Logam kuning ini diperdagangkan pada sekitar $ 1.330 per ounce - level tertinggi 11 bulan terbaru setelah pergerakan kuat kemarin.

Emas terlihat bagus setelah menjalankan tahun ini "terjebak dalam kisaran" antara sekitar $ 1.200 dan $ 1.300, kata David Madden dari CMC Markets UK. "Sekarang, emas sudah membuat terobosan penting di atas jangkauan, dan kita bisa melihat kenaikan lebih lanjut," katanya. (sdm)

Sumber: Marketwatch

RELATED NEWS
Reli Emas Tertahan, Pemberhentian Selanjutnya adalah Level $1300...
Tuesday, 20 February 2018 05:26 WIB

Pasar ekuitas tutup hari ini; Namun, pasar berjangka tetap dibuka. Ekuitas berjangka bergerak lebih tinggi, yang mana akan membuat indeks berjangka menghijau untuk hari ketujuh berturut-turut. Baru ti...

Investor Jangan Takut pada Yield Obligasi di tingkat 3%...
Tuesday, 13 February 2018 05:10 WIB

Pasar emas tidak perlu takut pada kenaikan yield obligasi, seiring ekspektasi inflasi membuat suku bunga riil tetap turun, menurut satu perusahaan investasi. Dalam sebuah laporan, Senin, Maxwell Gold...

BNP Paribas: Emas Akan Pertahankan Gain sampai Paruh Pertama 2018 ...
Monday, 5 February 2018 14:58 WIB

Emas akan mempertahankan kenaikan Januari-nya sampai paruh pertama 2018, menurut BNP Paribas, namun akan menghadapi tekanan ke bawah pada paruh kedua tahun ini seiring Federal Reserve mulai melanjutka...

Pasar Emas Mungkin Jalani Awal yang Tenang MInggu ini Jelang FOMC Dan Data Pekerjaan...
Monday, 29 January 2018 11:47 WIB

Meskipun harga emas berada menjauh level tertinggi 1,5 tahun yang terlihat di tengah pekan lalu, pasar masih berpegang pada kenaikan tersebut dan banyak analis mengatakan bahwa mereka masih melihat po...

Emas Gagal Melompat; Biarkan Momen Penjualan Dimulai ...
Tuesday, 23 January 2018 05:40 WIB

Sebagai bull jangka panjang emas dan perak, selalu sulit untuk menulis secara negatif tentang logam tersebut, tapi sebagai teknisi pasar, saya juga harus membaca grafik dan mengikuti jejak kaki yang m...

POPULAR NEWS
Minyak dekati level $ 62 terkait pemangkasan pasokan oleh OPEC

Minyak diperdagangkan mendekati $ 62 per barel karena kekhawatiran peningkatan pengeboran minyak Amerika dapat merusak upaya OPEC untuk mengurangi kelebihan pasokan global. Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 4,2% pekan lalu karena pasar ekuitas rebound serta pelemahan dolar mendorong permintaan komoditas. Pengeboran minyak AS meningkatkan jumlah rig yang mengeksplorasi minyak menjadi yang tertinggi sejak April 2015, Ungkap Baker Hughes pada pekan lalu. Hedge fund...

Emas Meningkat Terkait Penurunan Dolar, Risalah Fed

Emas menigkat karena pelemahan akan dolar, dengan investor menunggu rilis risalah pertemuan 30-31 Federal Reserve pada hari Rabu, dan karena inflasi tetap berada pada fokus. Bullion untuk pengiriman segera + 0,3% menjadi $ 1,350.34 / oz pada pukul 09:59 pagi di Singapura, menurut harga Bloomberg. Logam + 2,3% pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak September. Indeks Bloomberg Dollar Spot -0,2% setelah -1,3% pekan lalu Dalam logam mulia lainnya: Perak + 0,4% menjadi $ 16,7177 / oz....

Pasar Asia terus terdorong untuk kenaikan

Saham Asia lebih tinggi pada Senin ini karena kepercayaan pada ekuitas terus berlanjut, dengan beberapa pasar di zona ini dibuka kembali setelah liburan Tahun Baru Imlek. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,2%, yang merupakan indeks acuan Singapura naik 0,5% dan Nikkei Stock Average Jepang naik 1,1%, dibantu oleh beberapa pelemahan yen setelah kenaikan tajam pekan lalu. Saham di Australia juga meningkat sementara saham di Selandia Baru berkinerja buruk. Pasar di China, Hong Kong dan Taiwan...

Saham Tokyo dibuka menguat Ikuti Saham Wall Street

Saham Tokyo dibuka menguat pada hari Senin, didukung oleh investor atas kenaikan lanjutan di Wall Street pekan lalu. Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,72% atau 155,32 poin menjadi 21,875.57 pada awal perdagangan sementara indeks Topix yang lebih tinggi naik 0,82% atau 14,28 poin pada level 1.751,65.(yds) Sumber: AFP

Emas Berjangka Turun Seiring Penguatan Dolar

Emas berjangka melemah pada Senin ini, menghapus sebagian dari keuntungan minggu lalu, karena dolar yang menguat membebani logam tersebut, dan saat liburan Hari Presiden di AS memberi banyak pedagang penutupan sesi. Emas April turun $ 5,40, atau 0,4% menjadi $ 1,350.80 per ons dalam perdagangan elektronik, sementara perak Maret sedikit melemah, atau 0,3% menjadi $ 16,66 per ons. Penurunan tersebut terjadi karena dolar yang  stabil sedikit menguat terhadap rival-rival utamanya. Dolar...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.