DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Saham AS berakhir variatif; Nasdaq derita penurunan mingguan 0,6%

Saham AS ditutup beragam untuk sesi yang berombak hari  Jumat, dengan Dow Jones Industrial Average mengambil kembali sebagian kecil dari penurunan lebih dari 300 poin sesi sebelumnya. Nasdaq Composite yang berteknologi tinggi tertinggal di belakang, jatuh 0,5% untuk mengakhiri hari di sekitar level 7,449, menurut angka awal, dan membuatnya merasakan penurunan mingguan 0,6%. S & P 500 berakhir kurang dari 0,1% lebih rendah di dekat level 2,768, hampir tidak berubah pada minggu ini....

Saham Shanghai Reli setelah Didorong Pernyataan yang Positif (Review)

Saham Shanghai rebound dari penurunan di awal perdagangan dengan melonjak lebih dari dua persen pada hari Jumat setelah pejabat ekonomi top membuat pernyataan terkoordinasi yang jarang ditujukan untuk menopang kepercayaan investor di pasar negara yang bermasalah. Benchmark Shanghai Composite Index melonjak 2,58 persen, atau 64,05 poin, di level 2.550,47 tetapi masih menyelesaikan minggu ini 2,1 persen lebih rendah. Indeks Composite Shenzhen, yang mengikuti saham di bursa kedua China, juga...

Euro temukan pijakan seiring Uni Eropa ringankan kritik Italia

Pasar valuta asing mencerminkan peningkatan sentimen risiko setelah data lamban pada pertumbuhan ekonomi China diimbangi oleh kata-kata dukungan pemerintah Cina pada hari Jumat. Selain itu, seorang pejabat Uni Eropa berusaha meredakan ketegangan dengan Italia atas rencana fiskal pemerintah, membantu menenangkan kekhawatiran terjadinya bentrokan anggaran antara Roma - Brussels dan meningkatkan euro. Komisaris Urusan Ekonomi Eropa Pierre Moscovici mengatakan Italia sangat berkomitmen untuk Uni...

Home

TD Securities: Jika Fed Sinyalkan Inflasi yang Lemah, Emas Bisa Bergerak Kembali ke $ 1.300
Tuesday, 12 December 2017 18:10 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Setelah sesi perdagangan yang mengecewakan, satu bank melihat emas bisa mengakhiri pekan ini dengan catatan positif, dengan harga mungkin bergerak naik ke level $ 1.300 per ounce jika Federal Reserve pada hari Rabu nanti mengisyaratkan inflasi yang lemah.

"Jika inflasi mengecewakan atau Fed mengkomunikasikan beberapa kehati-hatian terkait dengan persistensi inflasi yang lemah, kurva yield yang datar dapat memainkan peran besar untuk mengirimkan harga emas kembali ke kisaran $ 1.260 - $ 1.300 / oz," kata pimpinan strategi komoditas di TD Securities Bart Melek dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin.

Harga emas turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, menyentuh level terendah $ 1.241,74 per ounce pada hari Senin, seiring sentimen risiko terus mendominasi pasar. Spot emas di Kitco.com terakhir diperdagangkan di level $ 1243.60, naik 0,17% pada hari itu, sementara emas Comex terakhir diperdagangkan di level $ 1,245.90, turun 0,08% pada hari itu.

Namun, pelemahan emas sepertinya tidak akan berlanjut, kata Melek.

Pernyataan The Fed yang akan datang pada hari Rabu ini mungkin tidak se-positif yang diharapkan pasar, meski terdapat pengumuman kenaikan suku bunga.

"Meskipun Fed fund menaikkan ekspektasi untuk hari Rabu menjadi hampir 100% dan hanya ada sedikit keraguan bahwa bank sentral AS akan menarik pelatuk pada suku bunga yang lebih tinggi di bulan Desember, terlalu dini untuk terlalu negatif terhadap logam mulia," kata Melek. "Dengan inflasi yang masih jauh dari target, rendahnya partisipasi tenaga kerja AS dan pertumbuhan upah yang lemah, pesan dari FOMC mungkin akan sangat ambigu."

Inflasi cenderung menjadi pusat perhatian selama pertemuan tersebut dan the Fed dapat mengindikasikan bahwa mereka sangat berhati-hati dalam proyeksi dan juga kenaikan suku bunga di masa depan.

"Jika Janet Yellen, dalam pertemuan terakhirnya sebagai Ketua, memberikan kekhawatiran bahwa model bank sentral mungkin salah dalam menguraikan inflasi, pasar kemungkinan akan menganggap ini berarti bahwa akan ada kenaikan yang lebih sedikit daripada yang dot plots perlihatkan," kata Melek. "Dengan jalur inflasi yang masih diragukan, mungkin ada sedikit alasan bagi FOMC untuk menjadi lebih hawkish."

Jika Fed memang kurang agresif dari yang diperkirakan saat ini, dolar AS mungkin akan mendapatkan beberapa tekanan ke bawah dan kurva imbal hasil bisa tetap berada pada lintasan datar, yang bisa berarti bahwa biaya carry and opportunity untuk menahan emas akan rendah, pimpinan strategi komoditas itu mengungkapkan.

"Pimpinan Fed yang baru dinominasikan, Powell, tampaknya hanya mendukung pendekatan bertahap untuk pengetatan kebijakan dan dia menyatakan bahwa masih terdapat kekenduran di pasar tenaga kerja," kata Melek. "Ini merupakan kabar yang baik untuk emas dan perak, jika pandangan ini diungkapkan oleh FOMC. Dengan demikian, kembalinya emas ke tingkat 200dma ($ 1,267 / oz) masih mengkin terjadi dalam hari-hari menjelang keputusan tingkat suku bunga. " (Sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS
Reli Emas Bergulir...
Tuesday, 16 October 2018 04:14 WIB

Pada hari Jumat kami mengajukan pertanyaan - bisakah rally emas berlanjut? Pasar telah berbicara dengan kata ya. Emas diperdagangkan di level setinggi $ 1,237 pagi ini. Tingkat kunci berikutnya untuk...

Apa yang Akan Memicu "Reli Bull Luar Biasa" Emas?...
Monday, 8 October 2018 20:56 WIB

Emas kan menghadapi tantangan dalam waktu dekat, tetapi beberapa tahun ke depan, pengetatan yang berlebihan oleh Fed dapat mengirim ekonomi ke dalam resesi dan mendorong harga emas naik secara substan...

TDS Lihat Harga Emas Di Level $ 1.300 / Oz Pada Akhir 2019...
Tuesday, 2 October 2018 21:22 WIB

Harga emas mungkin tetap di bawah tekanan dalam waktu dekat tetapi kemungkinan akan rally pada akhir tahun dan 2019 dengan bantuan pelemahan dolar AS pada akhirnya dan banyak faktor lainnya, kata TD S...

Emas Diperkirakan Akan Mendapat Beberapa Kilauan Setelah FOMC...
Monday, 24 September 2018 11:35 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat harga emas untuk naik minggu ini, berdasarkan survei emas mingguan Kitco News. Rapat Komite Pasar Terbuka Federal AS diperkirakan akan menaikkan sebesar s...

Semua Tanda Menunjuk Ke Atas Untuk Emas - Expert...
Tuesday, 18 September 2018 04:47 WIB

Emas telah diperdagangkan dalam kisaran terkompresi sepanjang minggu tetapi logam kuning memiliki peluang lebih tinggi untuk menembus ke atas daripada bergerak ke bawah, kata Todd "Bubba" Horwitz dari...

POPULAR NEWS
Saham AS berakhir variatif; Nasdaq derita penurunan mingguan 0,6%

Saham AS ditutup beragam untuk sesi yang berombak hari  Jumat, dengan Dow Jones Industrial Average mengambil kembali sebagian kecil dari penurunan lebih dari 300 poin sesi sebelumnya. Nasdaq Composite yang berteknologi tinggi tertinggal di belakang, jatuh 0,5% untuk mengakhiri hari di sekitar level 7,449, menurut angka awal, dan membuatnya merasakan penurunan mingguan 0,6%. S & P 500 berakhir kurang dari 0,1% lebih rendah di dekat level 2,768, hampir tidak berubah pada minggu ini....

Saham Shanghai Reli setelah Didorong Pernyataan yang Positif (Review)

Saham Shanghai rebound dari penurunan di awal perdagangan dengan melonjak lebih dari dua persen pada hari Jumat setelah pejabat ekonomi top membuat pernyataan terkoordinasi yang jarang ditujukan untuk menopang kepercayaan investor di pasar negara yang bermasalah. Benchmark Shanghai Composite Index melonjak 2,58 persen, atau 64,05 poin, di level 2.550,47 tetapi masih menyelesaikan minggu ini 2,1 persen lebih rendah. Indeks Composite Shenzhen, yang mengikuti saham di bursa kedua China, juga...

Euro temukan pijakan seiring Uni Eropa ringankan kritik Italia

Pasar valuta asing mencerminkan peningkatan sentimen risiko setelah data lamban pada pertumbuhan ekonomi China diimbangi oleh kata-kata dukungan pemerintah Cina pada hari Jumat. Selain itu, seorang pejabat Uni Eropa berusaha meredakan ketegangan dengan Italia atas rencana fiskal pemerintah, membantu menenangkan kekhawatiran terjadinya bentrokan anggaran antara Roma - Brussels dan meningkatkan euro. Komisaris Urusan Ekonomi Eropa Pierre Moscovici mengatakan Italia sangat berkomitmen untuk Uni...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.