DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas Berjangka Jatuh ke Posisi 2-Minggu Terendah

Emas terperosok ke level 2 minggu terendah seiring berkurangnya permintaan untuk aset haven di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan reli dolar. Bullion berjangka untuk pengiriman Juni kehilangan 1,1% untuk menetap di level $ 1,324 / oz pad pukul 1:30 dini hari di Comex, New York, itu merupakan penurunan ketiga berturut-turut logam kuning ini. Emas sempat menyentuh level $ 1,323.80, posisi terendah sejak 6 April. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik kelevel  tertinggi sejak 18...

Emas berjangka menetap lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam empat sesi

Emas menetap lebih tinggi pada hari Selasa ini, untuk pertama kalinya dalam empat sesi, menemukan dukungan seiring penurunan tajam dalam indeks saham AS yang memicu permintaan aset haven untuk logam mulia. Emas untuk Juni naik $ 9, atau 0,7%, untuk menetap di level $ 1,333 per ons.(yds) Sumber: Marketwatch

Peter Hug: Emas Berada dalam Mode Defensif

Pada liburan minggu lalu, saya kehilangan nuansa beberapa hari perdagangan terakhir. Kami menyebutkan bahwa gambaran teknis tampak positif dengan peringatan bahwa level $ 1.355 pada basis penutupan diperlukan untuk menciptakan momentum kenaikan lebih lanjut. Melihat grafik minggu lalu, pedagang tidak dapat mendorong emas melalui level ini. Pelemahan dalam semalam dihasilkan dari dua faktor. Yang pertama adalah pernyataan Korea Utara bahwa pihaknya siap untuk menangguhkan program nuklirnya....

Dolar AS sedikit melemah seiring yield Treasury 10-tahun sentuh 3%

Dolar AS sedikit melemah terhadap rival utamanya pada hari Selasa, tetapi tetap berada di dekat level tertinggi tiga bulan, seiring yield Treasury 10 tahun menyentuh level penting yang secara psikologis di 3% untuk pertama kalinya sejak 2014. Kenaikan yield obligasi pemerintah telah menjadi pendorong untuk greenback selama beberapa sesi terakhir, meskipun korelasi itu tidak dapat ditemukan di sesi Selasa. Indeks Dollar AS yang mengukur dolar terhadap sekeranjang enam mata uang, turun 0,2%...

Minyak Pertahankan Penurunan Terkait Permasalahan Iran

Minyak mempertahankan kerugian mendekati $ 68 per barel setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengusulkan negosiasi kesepakatan baru dengan Iran untuk menahan program nuklirnya dalam upaya untuk menjaga agar AS tetap di atas. Minyak berjangka di New York sedikit berubah pada hari Rabu setelah turun 1,4 persen pada hari Selasa. Macron mengatakan selama perjalanan ke Washington dia menginginkan perjanjian baru Iran yang akan mengekang perkembangan rudal balistik negara Timur Tengah tersebut...

Home

TD Securities: Jika Fed Sinyalkan Inflasi yang Lemah, Emas Bisa Bergerak Kembali ke $ 1.300
Tuesday, 12 December 2017 18:10 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Setelah sesi perdagangan yang mengecewakan, satu bank melihat emas bisa mengakhiri pekan ini dengan catatan positif, dengan harga mungkin bergerak naik ke level $ 1.300 per ounce jika Federal Reserve pada hari Rabu nanti mengisyaratkan inflasi yang lemah.

"Jika inflasi mengecewakan atau Fed mengkomunikasikan beberapa kehati-hatian terkait dengan persistensi inflasi yang lemah, kurva yield yang datar dapat memainkan peran besar untuk mengirimkan harga emas kembali ke kisaran $ 1.260 - $ 1.300 / oz," kata pimpinan strategi komoditas di TD Securities Bart Melek dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin.

Harga emas turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, menyentuh level terendah $ 1.241,74 per ounce pada hari Senin, seiring sentimen risiko terus mendominasi pasar. Spot emas di Kitco.com terakhir diperdagangkan di level $ 1243.60, naik 0,17% pada hari itu, sementara emas Comex terakhir diperdagangkan di level $ 1,245.90, turun 0,08% pada hari itu.

Namun, pelemahan emas sepertinya tidak akan berlanjut, kata Melek.

Pernyataan The Fed yang akan datang pada hari Rabu ini mungkin tidak se-positif yang diharapkan pasar, meski terdapat pengumuman kenaikan suku bunga.

"Meskipun Fed fund menaikkan ekspektasi untuk hari Rabu menjadi hampir 100% dan hanya ada sedikit keraguan bahwa bank sentral AS akan menarik pelatuk pada suku bunga yang lebih tinggi di bulan Desember, terlalu dini untuk terlalu negatif terhadap logam mulia," kata Melek. "Dengan inflasi yang masih jauh dari target, rendahnya partisipasi tenaga kerja AS dan pertumbuhan upah yang lemah, pesan dari FOMC mungkin akan sangat ambigu."

Inflasi cenderung menjadi pusat perhatian selama pertemuan tersebut dan the Fed dapat mengindikasikan bahwa mereka sangat berhati-hati dalam proyeksi dan juga kenaikan suku bunga di masa depan.

"Jika Janet Yellen, dalam pertemuan terakhirnya sebagai Ketua, memberikan kekhawatiran bahwa model bank sentral mungkin salah dalam menguraikan inflasi, pasar kemungkinan akan menganggap ini berarti bahwa akan ada kenaikan yang lebih sedikit daripada yang dot plots perlihatkan," kata Melek. "Dengan jalur inflasi yang masih diragukan, mungkin ada sedikit alasan bagi FOMC untuk menjadi lebih hawkish."

Jika Fed memang kurang agresif dari yang diperkirakan saat ini, dolar AS mungkin akan mendapatkan beberapa tekanan ke bawah dan kurva imbal hasil bisa tetap berada pada lintasan datar, yang bisa berarti bahwa biaya carry and opportunity untuk menahan emas akan rendah, pimpinan strategi komoditas itu mengungkapkan.

"Pimpinan Fed yang baru dinominasikan, Powell, tampaknya hanya mendukung pendekatan bertahap untuk pengetatan kebijakan dan dia menyatakan bahwa masih terdapat kekenduran di pasar tenaga kerja," kata Melek. "Ini merupakan kabar yang baik untuk emas dan perak, jika pandangan ini diungkapkan oleh FOMC. Dengan demikian, kembalinya emas ke tingkat 200dma ($ 1,267 / oz) masih mengkin terjadi dalam hari-hari menjelang keputusan tingkat suku bunga. " (Sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS
Peter Hug: Emas Berada dalam Mode Defensif ...
Tuesday, 24 April 2018 05:44 WIB

Pada liburan minggu lalu, saya kehilangan nuansa beberapa hari perdagangan terakhir. Kami menyebutkan bahwa gambaran teknis tampak positif dengan peringatan bahwa level $ 1.355 pada basis penutupan di...

TD Securities: Emas Akan Melihat Level Tertinggi Baru setelah Pasar 'Move On' dari Prospek Hawkish Fed ...
Tuesday, 17 April 2018 16:36 WIB

Pergerakan positif harga emas baru-baru ini telah tertahan oleh pandangan Federal Reserve yang hawkish, TD Securities mengatakan dalam sebuah laporan. œTensi tinggi internasional, USD yang agak lem...

Saxo Bank: Emas Kecewakan Para Bulls, Tertahan oleh Logam Putih ...
Monday, 9 April 2018 20:59 WIB

Para bulls emas sekali lagi kecewa dengan kurangnya pergerakan logam kuning ini untuk menembus level resisten kunci di level $ 1,355 per ounce, Saxo Bank mengatakan, menambahkan bahwa logam mulia seda...

Bloomberg Intelligence: Bersiaplah, 'Breakout Besar untuk Emas' akan Datang...
Monday, 2 April 2018 11:37 WIB

Rally emas kemungkinan akan terjadi di bulan April, kata analis strategi komoditas Bloomberg Intelligence Mike McGlone, menambahkan bahwa tidak banyak yang mengerti bagaimana itu bisa terjadi. "Sesua...

Emas dan Kenaikan Suku Bunga Fed...
Tuesday, 27 March 2018 04:44 WIB

Emas terus diperdagangkan pada pola penguatan sejak the Fed mulai menaikkan suku bunga. Hal itu terdiri dari pola pelemahan jelang pertemuan Fed yang diantisipasi, sedikit lebih rendah pada saat pengu...

POPULAR NEWS
Emas Berjangka Jatuh ke Posisi 2-Minggu Terendah

Emas terperosok ke level 2 minggu terendah seiring berkurangnya permintaan untuk aset haven di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan reli dolar. Bullion berjangka untuk pengiriman Juni kehilangan 1,1% untuk menetap di level $ 1,324 / oz pad pukul 1:30 dini hari di Comex, New York, itu merupakan penurunan ketiga berturut-turut logam kuning ini. Emas sempat menyentuh level $ 1,323.80, posisi terendah sejak 6 April. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik kelevel  tertinggi sejak 18...

Emas berjangka menetap lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam empat sesi

Emas menetap lebih tinggi pada hari Selasa ini, untuk pertama kalinya dalam empat sesi, menemukan dukungan seiring penurunan tajam dalam indeks saham AS yang memicu permintaan aset haven untuk logam mulia. Emas untuk Juni naik $ 9, atau 0,7%, untuk menetap di level $ 1,333 per ons.(yds) Sumber: Marketwatch

Peter Hug: Emas Berada dalam Mode Defensif

Pada liburan minggu lalu, saya kehilangan nuansa beberapa hari perdagangan terakhir. Kami menyebutkan bahwa gambaran teknis tampak positif dengan peringatan bahwa level $ 1.355 pada basis penutupan diperlukan untuk menciptakan momentum kenaikan lebih lanjut. Melihat grafik minggu lalu, pedagang tidak dapat mendorong emas melalui level ini. Pelemahan dalam semalam dihasilkan dari dua faktor. Yang pertama adalah pernyataan Korea Utara bahwa pihaknya siap untuk menangguhkan program nuklirnya....

Dolar AS sedikit melemah seiring yield Treasury 10-tahun sentuh 3%

Dolar AS sedikit melemah terhadap rival utamanya pada hari Selasa, tetapi tetap berada di dekat level tertinggi tiga bulan, seiring yield Treasury 10 tahun menyentuh level penting yang secara psikologis di 3% untuk pertama kalinya sejak 2014. Kenaikan yield obligasi pemerintah telah menjadi pendorong untuk greenback selama beberapa sesi terakhir, meskipun korelasi itu tidak dapat ditemukan di sesi Selasa. Indeks Dollar AS yang mengukur dolar terhadap sekeranjang enam mata uang, turun 0,2%...

Minyak Pertahankan Penurunan Terkait Permasalahan Iran

Minyak mempertahankan kerugian mendekati $ 68 per barel setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengusulkan negosiasi kesepakatan baru dengan Iran untuk menahan program nuklirnya dalam upaya untuk menjaga agar AS tetap di atas. Minyak berjangka di New York sedikit berubah pada hari Rabu setelah turun 1,4 persen pada hari Selasa. Macron mengatakan selama perjalanan ke Washington dia menginginkan perjanjian baru Iran yang akan mengekang perkembangan rudal balistik negara Timur Tengah tersebut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.