DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas merosot ke level terendah baru di 2018 terkait penguatan dolar

Harga emas menandai penurunan sesi ketiga secaraberuntun pada Kamis ini untuk mencatat level terendahnya pada 2018 seiring penguatan indeks dolar. Emas Agustus kehilangan $ 4, atau 0,3%, untuk menetap di level $ 1,270.50 per ons. Harga berakhir pada harga terendah untuk kontrak paling aktif sejak 20 Desember, menurut data FactSet. Semtara pada logam lainnya, perak Juli naik 0,1% menjadi $ 16,326 per ons. Penutupan hari Rabu di level $ 16.309 itu merupakan penyelesaian terendah sejak...

Minyak Mendekati $ 66 seiring OPEC Mencapai Kesepakatan Peningkatan Produksi

Minyak diperdagangkan mendekati $ 66 karena OPEC dan sekutunya mencapai kesepakatan awal meskipun ada tentangan kuat dari Iran untuk meningkatkan produksi. Minyak telah berfluktuasi dalam kisaran sempit bulan ini karena para pedagang mencari sinyal apakah OPEC dapat mencapai kesepakatan untuk meningkatkan output, dan jika mereka melakukannya, seberapa besar kenaikan itu. OPEC dan sekutu kini berusaha menyeimbangkan kepentingan produsen dan konsumen ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan...

Saham Hong Kong sentuh level penutupan enam bulan terendah (Review)

Saham Hong Kong berakhir di level terendah enam bulan pada hari Kamis seiring berlanjutnya konflik perdagangan China-AS yang menahan risk appetite. Indeks Hang Seng berakhir 1,4 persen lebih rendah di level 29.296,05, sedangkan Indeks China Enterprises ditutup kehilangan 1,2 persen di level 11.364,66 poin. "Ketegangan perdagangan Sino-AS dapat semakin meningkat, kata Gao Ting, Kepala Strategi China, UBS Securities. "Meskipun dampak makro kemungkinan akan terbatas, jalur negosiasi untuk...

Emas Menuju Penurunan Mingguan Kedua Seiring Menguatnya Dolar

Emas menuju penurunan mingguan kedua terkait dolar yang lebih kuat menahan ketidakpastian seputar pertumbuhan global di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan China. Bullion untuk pengiriman segera, naik 0,1% menjadi $ 1,268.45 / oz pada 9:24 pagi waktu Singapura; turun 0,8% minggu ini setelah melemah 1,5% pada minggu lalu. Logam menyentuh $ 1,261.50 pada hari Kamis, level terendah sejak 20 Desember Indeks Spot Dollar Bloomberg bertahan mendekati level tertinggi sejak Juli 2017. Dalam...

Dow Memperpanjang Penurunan Beruntunnya Menjadi 8 Hari

Saham AS berakhir lebih rendah Kamis ini, dengan Dow Jones Industrial Average memperpanjang penurunan beruntun menjadi delapan hari karena kekhawatiran perang perdagangan global terus membebani investor. Dow berakhir sekitar 195 poin lebih rendah dekat 24.463, penurunan sebesar 0,8%, menurut angka-angka awal. Serangkaian penurunan beruntun ini sama dengan penurunanan yang berakhir pada Maret 2017. S & P 500 turun 0,6%, sementara Nasdaq Composite kehilangan 0,9%.(mrv) Sumber: Marketwatch

Home

Outlook Mingguan Kitco: Kemana Harga Emas Bergerak - Lemparlah Koin, Analis
Monday, 26 February 2018 11:41 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Meskipun masih ada sentimen bullish yang cukup besar di pasar emas, para analis merekomendasikan investor untuk mengambil sikap hati-hati minggu ini seiring harga terjebak di tengah kisaran perdagangan jangka pendek.

Menurut banyak analis, teknikal jangka pendek emas terjebak di wilayah netral; harga bisa dengan mudah jatuh ke level $ 1.300 per ounce, dan harga bisa bangkit kembali untuk menguji level resistance di $ 1.360 per ounce. Emas berjangka April menetap di level $ 1,330.30 per ounce Jumat lalu, turun hampir 2% dari minggu sebelumnya. Selloff itu terjadi setelah logam kuning naik lebih dari 3% pada minggu sebelumnya, persentase kenaikan terbaiknya dalam hampir dua tahun.

Bukan hanya emas yang menderita; Harga perak juga terseret lebih rendah, diperdagangkan terakhir di $ 16,55 per ounce hari Jumat, turun hampir 1% sejak pekan lalu. Pasar terus berjuang karena harga tidak dapat menembus level resistance di atas $ 17 per ounce.

Analis mengatakan bahwa koreksi emas setelah pelarian gagal ke atas level $ 1.360 bukanlah kejutan yang signifikan. Tapi pertanyaan yang harus dijawab sekarang: apakah pasar masih mempunyai koreksi lebih jauh sebelum bergerak lebih tinggi?

"Saya mempertahankan pandangan positif saya akan emas. Jika menurut Anda pertumbuhan ekonomi global terlihat goyah, maka Anda ingin memiliki emas, "kata Ole Hansen, pimpinan strategi komoditas Saxo Bank. "Tapi saya pikir Anda perlu bermain emas dengan hati-hati dan menunggu pelariannya (breakout)."

Dalam waktu dekat, dia mengatakan bahwa investor perlu bersiap untuk melihat harga emas turun ke level $ 1.300 per ounce seiring yield obligasi dan dolar AS bergerak lebih tinggi.

Greg Harmon, presiden Dragonfly Capital, menggambarkan pasar emas sebagai aset yang berjuang mencari arah dalam lingkungan momentum nol.

"Jika saya ditanya bagaimana saya bermain pasar ini, saya akan mengatakan: 'Jangan dan cari aset lain untuk diperdagangkan,'" katanya.

Fawad Razaqzada, analis teknikal di City Index, mengatakan bahwa meskipun prospek teknis emas tidak jelas, dia mengatakan bahwa menurutnya risiko tersebut condong ke sisi negatif karena dia mengharapkan dolar AS untuk menemukan beberapa momentum dalam waktu dekat. Dia menambahkan bahwa kenaikan dolar AS baru-baru ini dari level terendah tiga tahun bisa mewakili dukungan jangka panjang.

"Saya bullish pada dolar AS, jadi saya kira saya bearish pada emas," kata analis. "Dolar AS terlihat oversold dan fundamental tidak mendukung harga yang lebih rendah ini." (Sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS
Wall St. dan Main St. Lihat Harga Emas Lebih Tinggi...
Monday, 18 June 2018 17:03 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat harga emas untuk naik minggu ini, berdasarkan survei mingguan Kitco News. Logam ini berada dalam rentang perdagangan terbatas untuk sebagian besar pekan l...

Wall St. dan Main St. Lihat Harga Emas Naik Selama Pekan FOMC ...
Monday, 11 June 2018 11:11 WIB

Wall Street dan Main Street sama-sama melihat harga emas untuk naik minggu ini meskipun Komite Pasar Terbuka Federal secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga AS lagi, berdasarkan survei ming...

INTL FCStone: Emas Akan Bergerak Lebih Baik Di Bulan Juni seiring Reli Dolar AS Tertahan ...
Tuesday, 5 June 2018 05:12 WIB

Emas akan memiliki bulan yang lebih baik pada bulan Juni menyusul penurunan ke bawah level psikologis kunci $ 1.300 per ounce pada bulan Mei, kata IntL FCStone, menambahkan bahwa rally dolar AS akan k...

Kenaikan Harga Diharapkan untuk Berlanjut...
Tuesday, 29 May 2018 05:14 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat emas untuk melanjutkan pemulihan harga minggu ini, berdasarkan survei emas mingguan Kitco News. Emas naik kembali level $ 1.300-an-ons selama bagian akhir...

Ketiga Penggerak Ini Akan Dukung Emas Dalam Jangka Pendek - ING...
Tuesday, 22 May 2018 05:01 WIB

Bahkan meski emas terus diperdagangkan di bawah level $ 1.300, "kasus mendasar untuk memegang" logam kuning tetap utuh, kata bank Belanda ING, mencatatkan tiga penggerak utama yang akan memberikan duk...

POPULAR NEWS
Emas merosot ke level terendah baru di 2018 terkait penguatan dolar

Harga emas menandai penurunan sesi ketiga secaraberuntun pada Kamis ini untuk mencatat level terendahnya pada 2018 seiring penguatan indeks dolar. Emas Agustus kehilangan $ 4, atau 0,3%, untuk menetap di level $ 1,270.50 per ons. Harga berakhir pada harga terendah untuk kontrak paling aktif sejak 20 Desember, menurut data FactSet. Semtara pada logam lainnya, perak Juli naik 0,1% menjadi $ 16,326 per ons. Penutupan hari Rabu di level $ 16.309 itu merupakan penyelesaian terendah sejak...

Minyak Mendekati $ 66 seiring OPEC Mencapai Kesepakatan Peningkatan Produksi

Minyak diperdagangkan mendekati $ 66 karena OPEC dan sekutunya mencapai kesepakatan awal meskipun ada tentangan kuat dari Iran untuk meningkatkan produksi. Minyak telah berfluktuasi dalam kisaran sempit bulan ini karena para pedagang mencari sinyal apakah OPEC dapat mencapai kesepakatan untuk meningkatkan output, dan jika mereka melakukannya, seberapa besar kenaikan itu. OPEC dan sekutu kini berusaha menyeimbangkan kepentingan produsen dan konsumen ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan...

Saham Hong Kong sentuh level penutupan enam bulan terendah (Review)

Saham Hong Kong berakhir di level terendah enam bulan pada hari Kamis seiring berlanjutnya konflik perdagangan China-AS yang menahan risk appetite. Indeks Hang Seng berakhir 1,4 persen lebih rendah di level 29.296,05, sedangkan Indeks China Enterprises ditutup kehilangan 1,2 persen di level 11.364,66 poin. "Ketegangan perdagangan Sino-AS dapat semakin meningkat, kata Gao Ting, Kepala Strategi China, UBS Securities. "Meskipun dampak makro kemungkinan akan terbatas, jalur negosiasi untuk...

Emas Menuju Penurunan Mingguan Kedua Seiring Menguatnya Dolar

Emas menuju penurunan mingguan kedua terkait dolar yang lebih kuat menahan ketidakpastian seputar pertumbuhan global di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan China. Bullion untuk pengiriman segera, naik 0,1% menjadi $ 1,268.45 / oz pada 9:24 pagi waktu Singapura; turun 0,8% minggu ini setelah melemah 1,5% pada minggu lalu. Logam menyentuh $ 1,261.50 pada hari Kamis, level terendah sejak 20 Desember Indeks Spot Dollar Bloomberg bertahan mendekati level tertinggi sejak Juli 2017. Dalam...

Dow Memperpanjang Penurunan Beruntunnya Menjadi 8 Hari

Saham AS berakhir lebih rendah Kamis ini, dengan Dow Jones Industrial Average memperpanjang penurunan beruntun menjadi delapan hari karena kekhawatiran perang perdagangan global terus membebani investor. Dow berakhir sekitar 195 poin lebih rendah dekat 24.463, penurunan sebesar 0,8%, menurut angka-angka awal. Serangkaian penurunan beruntun ini sama dengan penurunanan yang berakhir pada Maret 2017. S & P 500 turun 0,6%, sementara Nasdaq Composite kehilangan 0,9%.(mrv) Sumber: Marketwatch

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.