DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas Diperkirakan Akan Mendapat Beberapa Kilauan Setelah FOMC

Wall Street dan Main Street keduanya melihat harga emas untuk naik minggu ini, berdasarkan survei emas mingguan Kitco News. Rapat Komite Pasar Terbuka Federal AS diperkirakan akan menaikkan sebesar suku bunga 25 basis poin minggu ini. Tapi itu tidak menghalangi analis, yang melihat kenaikan suku bunga itu sudah diperhitungkan dalam harga. Delapan belas profesional pasar mengambil bagian dalam survei Wall Street. Tiga belas responden, atau 72%, memperkirakan harga bergerak lebih tinggi. Ada...

Emas Turun untuk Hari Ke-2 seiring Perang Dagang dan Fed Rate Menjadi Fokus

Emas melemah untuk hari kedua dengan perang perdagangan menjadi fokus seiring AS dan China hanya berada dalam jarak beberapa jam dari putaran tarif baru pada barang-barang satu sama lain, dan karena investor menghitung mundur untuk pertemuan pengaturan kebijakan Federal Reserve minggu ini. Bullion untuk pengiriman segera kehilangan 0,3% ke level $ 1,196.81 / oz pada pukul 9:15 pagi di Singapura; turun 0,6% hari Jumat. Indeks Bloomberg Dollar Spot menguat 0,1% setelah naik 0,2% pada hari...

Minyak Menguat, Dekati Level Tertinggi Dua Bulan

Minyak naik mendekati level tertinggi dalam lebih dari dua bulan seiring OPEC memberikan respons yang biasa-biasa saja terhadap permintaan Presiden AS Donald Trump bahwa diperlukan tindakan cepat untuk menurunkan harga, dengan mengatakan akan meningkatkan output hanya jika pelanggan memintanya. Futures di New York naik 1,2 persen setelah kenaikan 0,7 persen pada hari Jumat. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan para produsen sekutunya berjanji menghentikan penjualan volume minyak...

Aussie Jatuh, Saham Asia Bersiap untuk Penurunan Ditengah Gejolak Perdagangan

Dolar Australia merosot dan saham Asia tampak akan mengawali pekan dengan penurunan setelah China pada hari Sabtu membatalkan pembicaraan perdagangan yang direncanakan dengan pejabat AS. Yen memangkas kenaikan awal Senin pagi, dengan bergerak lebih rendah di awal hari terhadap dolar Australia dan Selandia Baru menyusul perkembangan terbaru dalam perang perdagangan. AS dan China berjarak beberapa jam dari putaran tarif baru untuk barang satu sama lain. Yen naik kurang dari 0,1 persen ke level...

Yen Naik Karena China Membatalkan Pembicaraan Perdagangan, Dolar Juga Menguat

Yen Jepang naik tipis pada Senin karena China membatalkan pembicaraan perdagangan yang direncanakan dengan AS. Dolar juga menguat menyusul berita ini. Sementara itu, tarif AS atas barang-barang China senilai $ 200 miliar dan tarif pembalasan dari Beijing senilai $ 60 miliar untuk produk AS akan ditunda hari ini. Pasangan USD / JPY turun 0,01% menjadi 112,56 pada 11:50 ET (03:50 GMT). Indeks dolar AS, yang menelusuri greenback terhadap sekumpulan mata uang, naik 0,06% menjadi 93,84. Dolar...

Home

Outlook Mingguan Kitco: Kemana Harga Emas Bergerak - Lemparlah Koin, Analis
Monday, 26 February 2018 11:41 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Meskipun masih ada sentimen bullish yang cukup besar di pasar emas, para analis merekomendasikan investor untuk mengambil sikap hati-hati minggu ini seiring harga terjebak di tengah kisaran perdagangan jangka pendek.

Menurut banyak analis, teknikal jangka pendek emas terjebak di wilayah netral; harga bisa dengan mudah jatuh ke level $ 1.300 per ounce, dan harga bisa bangkit kembali untuk menguji level resistance di $ 1.360 per ounce. Emas berjangka April menetap di level $ 1,330.30 per ounce Jumat lalu, turun hampir 2% dari minggu sebelumnya. Selloff itu terjadi setelah logam kuning naik lebih dari 3% pada minggu sebelumnya, persentase kenaikan terbaiknya dalam hampir dua tahun.

Bukan hanya emas yang menderita; Harga perak juga terseret lebih rendah, diperdagangkan terakhir di $ 16,55 per ounce hari Jumat, turun hampir 1% sejak pekan lalu. Pasar terus berjuang karena harga tidak dapat menembus level resistance di atas $ 17 per ounce.

Analis mengatakan bahwa koreksi emas setelah pelarian gagal ke atas level $ 1.360 bukanlah kejutan yang signifikan. Tapi pertanyaan yang harus dijawab sekarang: apakah pasar masih mempunyai koreksi lebih jauh sebelum bergerak lebih tinggi?

"Saya mempertahankan pandangan positif saya akan emas. Jika menurut Anda pertumbuhan ekonomi global terlihat goyah, maka Anda ingin memiliki emas, "kata Ole Hansen, pimpinan strategi komoditas Saxo Bank. "Tapi saya pikir Anda perlu bermain emas dengan hati-hati dan menunggu pelariannya (breakout)."

Dalam waktu dekat, dia mengatakan bahwa investor perlu bersiap untuk melihat harga emas turun ke level $ 1.300 per ounce seiring yield obligasi dan dolar AS bergerak lebih tinggi.

Greg Harmon, presiden Dragonfly Capital, menggambarkan pasar emas sebagai aset yang berjuang mencari arah dalam lingkungan momentum nol.

"Jika saya ditanya bagaimana saya bermain pasar ini, saya akan mengatakan: 'Jangan dan cari aset lain untuk diperdagangkan,'" katanya.

Fawad Razaqzada, analis teknikal di City Index, mengatakan bahwa meskipun prospek teknis emas tidak jelas, dia mengatakan bahwa menurutnya risiko tersebut condong ke sisi negatif karena dia mengharapkan dolar AS untuk menemukan beberapa momentum dalam waktu dekat. Dia menambahkan bahwa kenaikan dolar AS baru-baru ini dari level terendah tiga tahun bisa mewakili dukungan jangka panjang.

"Saya bullish pada dolar AS, jadi saya kira saya bearish pada emas," kata analis. "Dolar AS terlihat oversold dan fundamental tidak mendukung harga yang lebih rendah ini." (Sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS
Emas Diperkirakan Akan Mendapat Beberapa Kilauan Setelah FOMC...
Monday, 24 September 2018 11:35 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat harga emas untuk naik minggu ini, berdasarkan survei emas mingguan Kitco News. Rapat Komite Pasar Terbuka Federal AS diperkirakan akan menaikkan sebesar s...

Semua Tanda Menunjuk Ke Atas Untuk Emas - Expert...
Tuesday, 18 September 2018 04:47 WIB

Emas telah diperdagangkan dalam kisaran terkompresi sepanjang minggu tetapi logam kuning memiliki peluang lebih tinggi untuk menembus ke atas daripada bergerak ke bawah, kata Todd "Bubba" Horwitz dari...

Perjuangan Emas Berlanjut...
Thursday, 13 September 2018 04:15 WIB

Tidak ada animo untuk logam saat mereka bergejolak dalam konsolidasi di pola yang stagnan. Satu hari lagi di luar kalender, hari lainnya di mana logam-logam tidak melakukan apa-apa. Ini adalah pola ya...

Emas Kehilangan Sinarnya seiring Harga Turun ke 'Sweet Spot' $ 1200 ...
Monday, 3 September 2018 20:38 WIB

Emas kehilangan sinarnya untuk investor seiring harga telah jatuh ke posisi terendah 20-bulan menyusul depresiasi mata uang pasar berkembang. Harga turun 3% dalam beberapa pekan terakhir - membuat ha...

Wall St. Masih Optimis Pada Emas; Main St. Berbalik Ke Bullish...
Monday, 27 August 2018 21:18 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat harga emas yang lebih tinggi minggu ini, survei mingguan emas Kitco News menunjukkan. Ini mencatatkan pembalikan tajam untuk Main Street, setelah 74% dari...

POPULAR NEWS
Emas Diperkirakan Akan Mendapat Beberapa Kilauan Setelah FOMC

Wall Street dan Main Street keduanya melihat harga emas untuk naik minggu ini, berdasarkan survei emas mingguan Kitco News. Rapat Komite Pasar Terbuka Federal AS diperkirakan akan menaikkan sebesar suku bunga 25 basis poin minggu ini. Tapi itu tidak menghalangi analis, yang melihat kenaikan suku bunga itu sudah diperhitungkan dalam harga. Delapan belas profesional pasar mengambil bagian dalam survei Wall Street. Tiga belas responden, atau 72%, memperkirakan harga bergerak lebih tinggi. Ada...

Emas Turun untuk Hari Ke-2 seiring Perang Dagang dan Fed Rate Menjadi Fokus

Emas melemah untuk hari kedua dengan perang perdagangan menjadi fokus seiring AS dan China hanya berada dalam jarak beberapa jam dari putaran tarif baru pada barang-barang satu sama lain, dan karena investor menghitung mundur untuk pertemuan pengaturan kebijakan Federal Reserve minggu ini. Bullion untuk pengiriman segera kehilangan 0,3% ke level $ 1,196.81 / oz pada pukul 9:15 pagi di Singapura; turun 0,6% hari Jumat. Indeks Bloomberg Dollar Spot menguat 0,1% setelah naik 0,2% pada hari...

Minyak Menguat, Dekati Level Tertinggi Dua Bulan

Minyak naik mendekati level tertinggi dalam lebih dari dua bulan seiring OPEC memberikan respons yang biasa-biasa saja terhadap permintaan Presiden AS Donald Trump bahwa diperlukan tindakan cepat untuk menurunkan harga, dengan mengatakan akan meningkatkan output hanya jika pelanggan memintanya. Futures di New York naik 1,2 persen setelah kenaikan 0,7 persen pada hari Jumat. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan para produsen sekutunya berjanji menghentikan penjualan volume minyak...

Aussie Jatuh, Saham Asia Bersiap untuk Penurunan Ditengah Gejolak Perdagangan

Dolar Australia merosot dan saham Asia tampak akan mengawali pekan dengan penurunan setelah China pada hari Sabtu membatalkan pembicaraan perdagangan yang direncanakan dengan pejabat AS. Yen memangkas kenaikan awal Senin pagi, dengan bergerak lebih rendah di awal hari terhadap dolar Australia dan Selandia Baru menyusul perkembangan terbaru dalam perang perdagangan. AS dan China berjarak beberapa jam dari putaran tarif baru untuk barang satu sama lain. Yen naik kurang dari 0,1 persen ke level...

Yen Naik Karena China Membatalkan Pembicaraan Perdagangan, Dolar Juga Menguat

Yen Jepang naik tipis pada Senin karena China membatalkan pembicaraan perdagangan yang direncanakan dengan AS. Dolar juga menguat menyusul berita ini. Sementara itu, tarif AS atas barang-barang China senilai $ 200 miliar dan tarif pembalasan dari Beijing senilai $ 60 miliar untuk produk AS akan ditunda hari ini. Pasangan USD / JPY turun 0,01% menjadi 112,56 pada 11:50 ET (03:50 GMT). Indeks dolar AS, yang menelusuri greenback terhadap sekumpulan mata uang, naik 0,06% menjadi 93,84. Dolar...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.