DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..

MINYAK WTI BERJANGKA

Minyak Pangkas Kerugian Mingguan Sebelum Data Pekerja AS Seiring Stabilnya Cina
Friday, 2 October 2015 21:05 WIB | Root

Minyak mengupas penurunan mingguan sebelum data tenaga kerja AS yang mungkin menunjukkan membaiknya pasar tenaga kerja di negara pengguna minyak terbesar di dunia itu dan di tengah tanda-tanda stabilnya ekonomi China. Berjangka di New York naik sebanyak 1,9 persen. AS mungkin menambah 201.000...


Minyak Berada di Dekat $ 45 Seiring Investor Timbang Sinyal Permintaan dari China
Friday, 2 October 2015 14:58 WIB | Root

Minyak terjebak di dekat $ 45 per barel menyusul investor menimbang data yang bertentangan tentang ekonomi di China, yang merupakan konsumen terbesar kedua di dunia, sementara indeks volatilitas harga melemah sampai ke level enam minggu terendah. Berjangka di New York naik sebanyak 1,2 persen...


Stok Melimpah Dari AS Sampai Iraq Terindikasi Berlanjut, Minyak Berharga di Bawah $ 45
Wednesday, 30 September 2015 15:01 WIB | Root

Minyak diperdagangkan di bawah $ 45 per barel seiring data industri AS menunjukkan melimpahnya persediaan di negara konsumen terbesar di dunia dan peningkatan output dari produsen terbesar kedua OPEC. Berjangka kehilangan sebanyak 1,2 persen di New York setelah menguat 1,8 persen pada hari...


Minyak Diperdagangkan di bawah $ 45; Menunggu Sinyal Permintaan AS dan Cina
Tuesday, 29 September 2015 15:07 WIB | Root

Minyak diperdagangkan di bawah $ 45 seiring investor menunggu data yang mungkin menandakan kekuatan permintaan dalam dua konsumen minyak terbesar didunia. Futures terbesar di New York sedikit berubah setelah jatuh 2,8 persen pada Senin. Keuntungan industri-perusahaan China menurun 8,8 persen pada...


Minyak Turun Pasca Jatuhnya Laba Industri di Cina Isyaratkan Lemahnya Permintaan
Monday, 28 September 2015 20:37 WIB | Root

Minyak menghentikan kenaikannya di dekat $ 45 per barel seiring penurunan laba perusahaan industri China mengisyaratkan permintaan dapat melemah di negara konsumen terbesar kedua di dunia ini. West Texas Intermediate futures fell as much as 0.9 percent after climbing 2.3 percent last week. China...


Data Isyaratkan Penguatan Permintaan 2 Konsumen Terbesar, Minyak Hentikan Gain
Monday, 28 September 2015 15:35 WIB | Root

Minyak menghentikan kenaikan di dekat level $ 45 per barel setelah ditutup dengan kenaikan mingguan kedua sebelum data yang mungkin menandakan kekuatan permintaan dari dua konsumen terbesar di dunia. West Texas Intermediate berjangka jatuh 0,9 persen setelah naik 2,3 persen minggu lalu. China...


Minyak Berfluktuasi di Dekat Level $ 45 per Barel
Friday, 25 September 2015 20:46 WIB | Root

Minyak berfluktuasi di sekitar level $ 45 per barel pekan ini seiring investor bergulat dengan tanda-tanda yang akan mengurangi berlimpahnya stok dan perlambatan pertumbuhan di China. Futures menuju kemajuan mingguan kedua menyusul stok membukukan penurunan kedua berturut-turut dan Total SA,...


Suplai Yang Turun Imbangi Pertumbuhan Produksi, Minyak Bersiap untuk Gain Mingguan
Friday, 25 September 2015 15:17 WIB | Root

Minyak menuju kenaikan mingguan kedua seiring penurunan stok minyak mentah AS melebihi keuntungan produksi di negara konsumen minyak terbesar dunia ini. Futures sedikit berubah di New York setelah menguat 1 persen pada hari Kamis. Persediaan AS turun di minggu kedua hingga 18 September...


Minyak Naik di tengah Perkiraan Penurunan Lebih Lanjut Saham Stok Minyak Mentah AS
Wednesday, 23 September 2015 21:55 WIB | Root

Minyak naik di tengah perkiraan untuk penurunan persediaan minyak mentah AS dan pemotongan lyang lebih dalam untuk investasi oleh salah satu perusahaan minyak internasional terbesar. Futures naik 0,8 persen di New York. Stok mungkin menyusut 1,25 juta barel hingga 18 September untuk penurunan...


Minyak Berfluktuasi di Dekat $ 46 Seiring Investor Menimbang Stok Dengan China
Wednesday, 23 September 2015 16:27 WIB | Root

Minyak berayun diantara keuntungan dan kerugian di dekat level $ 46 per barel seiring investor menimbang penurunan perkiraan stok minyak mentah AS terhadap indeks manufaktur China yang jatuh ke level terendah dalam lebih dari enam tahun. Berjangka untuk November di New York naik sebanyak 0,6...


Minyak Tertahan di dekat $ 47 Pasca Tingkat Suku Bunga Fed Tidak Berubah
Friday, 18 September 2015 09:51 WIB | Root

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 47 per barel setelah Federal Reserve meninggalkan suku bunga tidak berubah. Berjangka berada di level lebih rendaht di New York setelah naik 5,7 persen pada Rabu dalam penurunan tak terdugastok minyak mentah AS. Dolar turun menyusul bank sentral AS...


Minyak Turun Terkait Kekhwatiran Melimpahnya Pasokan Global
Friday, 18 September 2015 03:17 WIB | Root

Minyak turun dari harga penutupan tertinggi di bulan ini ditengah spekulasi bahwa penurunan tak terduga dalam stok minyak mentah AS tidak cukup untuk meringankan melimpahnya pasokan global. Minyak berjangka turun sebanyak 1,7% di New York setelah naik 5,7% pada Rabu. Persediaan minyak mentah...


Minyak Raih Kenaikan Tertinggi dalam Dua Minggu Pasca Turunnya Persediaan AS
Thursday, 17 September 2015 12:02 WIB | Root

Minyak mendapatkan kenaikan tertinggi bulan ini setelah laporan pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun seiring kilang meningkatkan tingkat operasi. Stok tergelincir 2,1 juta barel pekan lalu, menurut Administrasi Informasi Energi. Kilang meningkatkan tingkat operasi untuk...


Minyak naik seiring WTI-Brent Mempersempit Selisih dalam Delapan Bulan
Wednesday, 16 September 2015 11:15 WIB | Root

Minyak naik menyusul perbedaan antara harga patokan AS dan global menyempit ke level terkecil dalam delapan bulan di tengah meningkatnya pengiriman ke Laut Utara dan jatuhnya stok di pusat penyimpanan terbesar AS. Selisih antara West Texas Intermediate dan Brent ditutup di level $ 2.04,...


Minyak Ditutup Dengan Penurunan Mingguan Terkait Prospek Goldman
Saturday, 12 September 2015 11:03 WIB | Root

Minyak jatuh di New York, ditutup dengan penurunan mingguan, menyusul Goldman Sachs Group Inc mengatakan surplus pasokan global bisa memaksa harga ke level serendah $ 20 per barel. Bank mengatakan melimpahnya minyak dunia lebih besar daripada yang diperkirakan, bahkan outuput shale AS diperdiksi...


Minyak Kurangi Gain Mingguan Kedua di tengah Tanda Surplus Akan Bertahan
Saturday, 5 September 2015 03:54 WIB | Root

Minyak mengupas kemajuan mingguan kedua di tengah tanda-tanda surplus global masih akan terjadi, melanjutkan penurunan setelah melompat singkat seiring data AS menunjukkan tingkat pengangguran berada di level terendah sejak 2008. Futures tergelincir 0,6 persen di New York, memangkas keuntungan...


Minyak Kikis Reli Terbesar dalam 25 Tahun Seiring Langkah OPEC Diragukan
Wednesday, 2 September 2015 05:45 WIB | Root

Minyak memutus reli terbesarnya selama tiga hari dalam 25 tahun seiring memudarnya spekulasi bahwa OPEC mungkin berkoordinasi dengan negara lain untuk menahan pasokan dan mengurangi surplus minyak mentah global. Futures tergelincir sebanyak 6,7 persen di New York setelah melonjak 27 persen dalam...


Minyak Kikis Gain Mingguan Terbesar Sejak April
Saturday, 29 August 2015 03:19 WIB | Root

Minyak jatuh, mengikis kenaikan mingguan terbesar mereka sejak April di New York, seiring tanda-tanda penguatan ekonomi AS sedikit mengurangi kekhawatiran akan memperlambatnya bahwa permintaan Cina. Futures tergelincir hari ini setelah rally 10 persen yang merupakan terbesar dalam lebih dari enam...


Minyak Raih Gain Tertinggi Dalam 3 Bulan Seiring Tumbuhnya Ekonomi AS
Friday, 28 August 2015 04:44 WIB | Root

Minyak mendapatkan kenaikan tertinggi dalam tiga bulan ke level lebih dari $ 40 per barel seiring data menunjukkan tumbuhnya ekonomi AS yang melebihi perkiraan sebelumnya. Futures naik sebanyak 4,9 persen. Produk domestik bruto naik pada 3,7 persen tingkat tahunan di kuartal kedua, melebihi semua...


Minyak Naik Dari Level 6 Tahun Terendah Seiring Pulihnya Pasar Dari Gejolak Cina
Wednesday, 26 August 2015 02:46 WIB | Root

Minyak mengalami rebound dari level terendah dalam enam tahun, mengikuti jejak saham yang kembali pulih, mata uang negara berkembang dan komoditas lainnya setelah kekhawatiran atas perekonomian China memicu sell-off kemarin. Futures naik sebanyak 4,2 persen di New York seiring hasrat investor...



DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.