DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Erdogan Berniat Membuka Kedutaan di Yerusalem Timur

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Minggu (17/12) mengatakan, Turki berharap bisa membuka sebuah kedutaan di Yerusalem timur, negara Palestina di masa depan. "Karena daerah itu berada di bawah pendudukan kami belum bisa kesana dan membuka kedutaan," kata Erdogan dalam pidatonya dihadapan partai yang dipimpinnya di Karaman. "Tetap Insya Allah, hari-hari itu akan berakhir, dan kami akan secara resmi membuka kedutaan kami di sana," katanya, tanpa memberi rincian waktunya. Komentar ini datang...

Saham AS Menguat Terhadap Optimisme Reformasi Perpajakan, Emas Melemah di Pasar Asia

Emas melemah setelah kemajuan pada pemotongan pajak AS mendorong saham-saham untuk mencatatkan rekor tertinggi pada hari Jumat dan meningkatkan dolar. Bullion untuk pengiriman segera turun 0,2% menjadi $1,253.84 per ons pada pukul 09:02 pagi di Singapura, menurut Bloomberg generic pricing. Indeks Bloomberg Dollar Spot mendatar setelah pada Jumat lalu naik 0.4%. Logam mulia menuju kenaikan 9,3% dalam tahun ini setelah di tahun 2016 menguat 8,1%. Penguatan dolar melemahkan emas. Reformasi...

Japan Shares Rise Amid Weaker Yen as U.S. Tax-Cut Bill Advances | Bursa Jepang Menguat Di Tengah Pelemahan Yen, Pemangkasan UUD Pajak AS Meningkat

Bursa saham Jepang menguat karena yen terus melemah setelah pemimpin Republik mendapatkan dua suara utama terkait pemotongan pajak AS pada hari Jumat. Produsen elektronik dan perbankan menjadi pendorong terbesar untuk Indeks Topix, dipimpin oleh Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., Toyota Motor Corp. dan Sony Corp. Anggota Parlemen dari partai Republik merampungkan rencana mereka untuk serangkaian pemangkasan pajak yang sangat dinanti untuk bisnis dan individu setelah perundingan legislatif...

Dolar Menguat Lebih Tinggi Terhadap Yen Di Tengah Kemajuan Atas UUD Pajak AS

Dolar naik tipis terhadap yen setelah menguat pada Jumat lalu di tengah optimisme undang-undang untuk memotong pajak AS akan diloloskan dalam minggu ini. Indeks Bloomberg Dollar Spot bertahan mendekati rata-rata pergerakan 50 hari setelah naik di atas ambang batas pekan lalu karena para pemimpin Republik merampungkan rencana mereka untuk menurunkan pajak, membuka jalan bagi kemenangan kebijakan bagi Presiden Donald Trump. Treasury menurun karena sebagian besar pasar saham Asia menguat,...

Sektor Keuangan dan Eksportir Bantu Angkat Nikkei pada Penutupan Perdagangan

Saham Jepang mencetak kenaikan terbesar mereka dalam lebih dari satu bulan pada hari Senin dengan saham finansial dan eksportir dalam peningkatan permintaan, sementara saham konstruksi melambung setelah merosot ditengah pemberitaan bahwa jaksa telah menggerebek markas setidaknya dua pembangun karena dugaan pelanggaran antimonopoli. Rata-rata saham Nikkei berakhir 1,55 persen lebih tinggi pada level 22.901,77, yang merupakan kenaikan terbesar sejak 7 November lalu dan tingkat penutupan...

Emas melonjak seiring tensi dengan Korut meningkat, namun jika perang terjadi beberapa hal dapat berubah
Saturday, 12 August 2017 04:44 WIB | GOLD CORNER |HANG SENGSaham Hong KongIndeks Hang Seng

Emas sudah reli 2,3% minggu ini menyusul meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara. Logam ini diperdagangkan di level terbaiknya dalam 2 bulan, dan mungkin bisa melewati level $1,300 untuk pertama kalinya sejak hari pemilu presiden AS.

Emas dipandang sebagai asset save haven yang investor pilih selama periode-periode ketidakpastian. Di tengah kembali meningkatnya tensi dengan Korut. Capital Economics memutuskan untuk melihat bagaimana logam kuning ini merespon pada resiko perisitiwa geopolitik sejak 1985. Apa yang riset perusahaan temukan mungkin akan mengejutkan anda.

Menurut analis Simona Gambarini, harga emas œcenderung naik pada antisipasi dari konflik tetapi sering jatuh ketika ketegangan berubah menjadi perang sesungguhnya.

Selain itu, peristiwa yang berhubungan dengan AS cenderung memiliki pengaruh yang lebih besar. œHal ini terutama dikarenakan fakta bahwa dalam konflik atau krisis yang melibatkan AS secara langsung, investor menjadi lebih mungkin untuk mencari perlindungan di asset seperti emas yang tidak menanggung resiko dan juga mendapat manfaat dari depresiasi dolar, Gambarini menuliskan.

Pada akhirnya, tidak semua konflik memberi pengaruh pada harga emas. œMemang, kenaikan terbesar untuk harga emas terjadi ketika AS membom Libya di 1986, di awal-awal perang Teluk pada 1990, dan yang belakangan ini, di saat serangan-serangan ISIS menempatkan stok minyak di Timur Tengah berada dalam resiko.

Adapun untuk kemana emas bisa bergerak dari sini, Capital Economics mengatakan bahwa œsampai ada beberapa kepastian bagaimana situasi geopolitik saat ini akan berkembang, harga emas mungkin akan tetap tersokong dengan baik dan bahkan bisa naik ke level $1,350 per ons.

Yang menarik, chart juga menunjukkan kemungkinan lonjakan pada harga emas. Pada hari Kamis, CEO DoubleLine Jeffrey Gundlach menuliskan bahwa chart emas mempunyai pola cup and handle, dan mengatakan itu merupakan œsalah satu dari pola chart ter-bullish yang ada.

Dengan melakukan beberapa analisis teknis dasar, pelarian ke atas level $ 1.300 memberikan pergerakan ke area $ 1,460 di crosshairs.

Emas naik 11% sejauh ini di 2017. (sdm)

Sumber: Business Insider

RELATED NEWS
TD Securities: Jika Fed Sinyalkan Inflasi yang Lemah, Emas Bisa Bergerak Kembali ke $ 1.300...
Tuesday, 12 December 2017 18:10 WIB

Setelah sesi perdagangan yang mengecewakan, satu bank melihat emas bisa mengakhiri pekan ini dengan catatan positif, dengan harga mungkin bergerak naik ke level $ 1.300 per ounce jika Federal Reserve ...

Emas Keluar dari 'Kutukan Desember' Namun Perak Tidak Demikian - Analis...
Tuesday, 5 December 2017 19:58 WIB

Emas tidak mungkin mengakhiri tahun ini di level terendah tahunan, meski tidak akan mampu melepaskan diri dari kutukan Desember seluruhnya, menurut seorang analis komoditas. Sejak 2013, emas telah me...

Analis: Harga emas sentuh $ 1.300? Tergantung pada Senat AS ...
Tuesday, 28 November 2017 14:59 WIB

Semua mata tertuju pada Capitol Hill minggu ini untuk pemungutan suara reformasi pajak di Senat AS. Menurut salah satu analis, lanskap politik bisa menentukan apakah emas akan melaju ke atas level $ 1...

Saxo Bank: Inilah Peluang Terbaik Emas untuk Tembus $ 1.300 ...
Friday, 24 November 2017 02:42 WIB

Pedagang emas harus bersabar seiring pasar tetap terjebak dalam kisaran perdagangan yang sempit, menurut seorang analis komoditas yang melihat potensi pertumbuhan harga lebih tinggi menjelang akhir ta...

Harga Emas Masih Bisa Mengejutkan Dengan 'Akhir yang Kuat' di 2017...
Friday, 17 November 2017 03:30 WIB

Para bears emas berwaspada, harga bisa mengakhiri tahun dengan "akhir yang kuat" tahun ini, kata seorang analis. "Saya tetap konstruktif di GLD dalam waktu dekat, mengharapkan akhir yang kuat untuk t...

POPULAR NEWS
Erdogan Berniat Membuka Kedutaan di Yerusalem Timur

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Minggu (17/12) mengatakan, Turki berharap bisa membuka sebuah kedutaan di Yerusalem timur, negara Palestina di masa depan. "Karena daerah itu berada di bawah pendudukan kami belum bisa kesana dan membuka kedutaan," kata Erdogan dalam pidatonya dihadapan partai yang dipimpinnya di Karaman. "Tetap Insya Allah, hari-hari itu akan berakhir, dan kami akan secara resmi membuka kedutaan kami di sana," katanya, tanpa memberi rincian waktunya. Komentar ini datang...

Saham AS Menguat Terhadap Optimisme Reformasi Perpajakan, Emas Melemah di Pasar Asia

Emas melemah setelah kemajuan pada pemotongan pajak AS mendorong saham-saham untuk mencatatkan rekor tertinggi pada hari Jumat dan meningkatkan dolar. Bullion untuk pengiriman segera turun 0,2% menjadi $1,253.84 per ons pada pukul 09:02 pagi di Singapura, menurut Bloomberg generic pricing. Indeks Bloomberg Dollar Spot mendatar setelah pada Jumat lalu naik 0.4%. Logam mulia menuju kenaikan 9,3% dalam tahun ini setelah di tahun 2016 menguat 8,1%. Penguatan dolar melemahkan emas. Reformasi...

Japan Shares Rise Amid Weaker Yen as U.S. Tax-Cut Bill Advances | Bursa Jepang Menguat Di Tengah Pelemahan Yen, Pemangkasan UUD Pajak AS Meningkat

Bursa saham Jepang menguat karena yen terus melemah setelah pemimpin Republik mendapatkan dua suara utama terkait pemotongan pajak AS pada hari Jumat. Produsen elektronik dan perbankan menjadi pendorong terbesar untuk Indeks Topix, dipimpin oleh Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., Toyota Motor Corp. dan Sony Corp. Anggota Parlemen dari partai Republik merampungkan rencana mereka untuk serangkaian pemangkasan pajak yang sangat dinanti untuk bisnis dan individu setelah perundingan legislatif...

Dolar Menguat Lebih Tinggi Terhadap Yen Di Tengah Kemajuan Atas UUD Pajak AS

Dolar naik tipis terhadap yen setelah menguat pada Jumat lalu di tengah optimisme undang-undang untuk memotong pajak AS akan diloloskan dalam minggu ini. Indeks Bloomberg Dollar Spot bertahan mendekati rata-rata pergerakan 50 hari setelah naik di atas ambang batas pekan lalu karena para pemimpin Republik merampungkan rencana mereka untuk menurunkan pajak, membuka jalan bagi kemenangan kebijakan bagi Presiden Donald Trump. Treasury menurun karena sebagian besar pasar saham Asia menguat,...

Sektor Keuangan dan Eksportir Bantu Angkat Nikkei pada Penutupan Perdagangan

Saham Jepang mencetak kenaikan terbesar mereka dalam lebih dari satu bulan pada hari Senin dengan saham finansial dan eksportir dalam peningkatan permintaan, sementara saham konstruksi melambung setelah merosot ditengah pemberitaan bahwa jaksa telah menggerebek markas setidaknya dua pembangun karena dugaan pelanggaran antimonopoli. Rata-rata saham Nikkei berakhir 1,55 persen lebih tinggi pada level 22.901,77, yang merupakan kenaikan terbesar sejak 7 November lalu dan tingkat penutupan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.