DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas berakhir lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam 3 sesi

Emas naik pada Selasa, dengan harga menemukan dukungan setelah membukukan dua sesi penurunan berturut-turut. Pedagang mengamati potensi kesepakatan perdagangan AS-China dan menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, yang berakhir Rabu. Emas Februari turun $ 3,20, atau 0,2%, menjadi $ 1,468,10 per ons.(yds) Sumber: marketwatch

Harga emas menetap lebih tinggi, turun setelah keputusan Fed

Emas berjangka ditutup lebih tinggi pada Rabu ini, kemudian beringsut lebih rendah dalam perdagangan elektronik setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga utama AS stabil pada kisaran 1,5% hingga 1,75%, seperti yang diharapkan. Mengikuti berita The Fed, yang datang setelah emas berjangka diselesaikan, emas Februari berada di level $1,473.10 per ons dalam perdagangan elektronik. Itu mengakhiri sesi dengan naik sebanyak $6,90, atau 0,5%, pada $1,475 per ons.(yds) Sumber: Marketwatch

Minyak naik, perang perdagangan AS-China bebani prospek permintaan

Harga minyak naik tipis pada Selasa ini karena kesepakatan OPEC dengan produsen terkait pekan lalu guna memperdalam penurunan produksi pada tahun 2020, tetapi ketegangan perdagangan AS-China membebani prospek permintaan. Minyak mentah Brent naik 7 sen menjadi $64,32 per barel, dan minyak West Texas Intermediate naik 22 sen menjadi $59,24 per barel. Indeks acuan minyak turun masing-masing 0,2% dan 0,3% pada hari Senin. Pekan lalu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen terkait...

Emas Memperpanjang Pemulihan Terkait Kekhawatiran Perdagangan

Harga emas naik lagi pada Selasa ini karena meningkatnya kekhawatiran bahwa AS dan China tidak akan menandatangani kesepakatan perdagangan interim sebelum putaran berikutnya tarif impor AS dimulai pada hari Minggu. Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross, yang sudah mengatakan pekan lalu bahwa akan lebih baik untuk menunda kesepakatan perdagangan dengan China sampai setelah pemilihan tahun depan, mengatakan kepada Fox Business News bahwa lebih penting untuk mendapatkan kesepakatan yang baik...

Emas Sedikit Berubah Menjelang Pertemuan Fed, Batas Waktu Tarif AS

Emas diperdagangkan dalam kisaran ketat pada hari Selasa menjelang pertemuan penetapan suku bunga dua hari oleh bank sentral AS, dengan investor menunggu kejelasan tentang apakah putaran berikutnya tarif AS pada barang-barang China akan mulai berlaku akhir pekan ini. Spot gold naik 0,1% ke level $ 1,462.97 per ons pada pukul 07:34 GMT. Emas berjangka AS menguat 0,2% ke level $ 1,467,30. Baik Amerika Serikat dan China telah mengadopsi nada rekonsiliasi, dengan China mengatakan mereka berharap...

Suriah, Misil Rusia Jadi Agenda Pembicaraan Trump-Erdogan
Wednesday, 13 November 2019 23:25 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengunjungi Gedung Putih, Rabu (13/11), untuk melangsungkan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin kemungkinan akan membahas serangan Turki di Suriah Utara dan pembelian sistem pertahanan udara Rusia.

Menurut pernyataan yang dirilis Gedung Putih, agenda Rabu (13/11) termasuk konferensi pers bersama pada sore harinya.

AS dan sekutu-sekutu NATO lain telah mengungkapkan keprihatinan mereka mengenai rencana Turki membeli sistem misil S-400 Rusia. Mereka mengatakan, sistem itu tidak sesuai dengan sistem pertahanan NATO dan merupakan ancaman bagi program jet tempur Amerika F-35.

Sebagai tanggapan atas rencana itu, AS memberlakukan embargo pembelian jet tempur terbaru Amerika itu.

Seorang pejabat tinggi AS, yang berbicara kepada wartawan menjelang kunjungan Erdogan, mengatakan, isu sistem misil adalah salah satu topik yang akan dibahas langsung oleh Trump dalam pembicaraan dengan Turki.

Juru bicara Erdogan Fahrettin Altun mengatakan melalui Twitter, Turki telah secara jelas mengungkap alasannya membeli misil Rusia.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api...
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunun...

Aung San Suu Kyi Hadir di Pengadilan Den Haag Ketika Myanmar Dituduh Melakukan Genosida...
Wednesday, 11 December 2019 18:27 WIB

Penasihat negara Myanmar, pemenang hadiah Nobel, Aung San Suu Kyi, hadir di Mahkamah Internasional di Den Haag, Selasa untuk membela pemerintahnya dari tuduhan genosida. Militer Myanmar dituduh melak...

Inggris Bersiap Pemilu, Perjuangan Berat Brexit Diperkirakan Berlanjut...
Wednesday, 11 December 2019 11:01 WIB

Para pemimpin politik Inggris melakukan persiapan terakhir menjelang pemilihan umum pada Kamis (12/12), yang didominasi oleh masalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Sebuah laporan baru dari kelompo...

Polisi Hong Kong Klaim Jinakkan 2 Bom Rakitan di Kampus...
Tuesday, 10 December 2019 23:56 WIB

Polisi Hong Kong mengatakan mereka telah menjinakkan dua bom besar rakitan yang penuh paku di sebuah universitas. Polisi mengatakan petugas penjinak bom bergegas ke kampus Wah Yan di distrik Wanchai ...

Trump, Demokrat Hampir Sepakat Tentang Revisi Kesepakatan Dagang...
Tuesday, 10 December 2019 19:01 WIB

Laporan-laporan berita mengatakan Partai Demokrat dan Gedung Putih hampir sepakat mengenai perubahan pada perjanjian perdagangan yang ditandatangani oleh Amerika, Kanada, dan Meksiko tahun lalu. Perja...

POPULAR NEWS
Emas berakhir lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam 3 sesi

Emas naik pada Selasa, dengan harga menemukan dukungan setelah membukukan dua sesi penurunan berturut-turut. Pedagang mengamati potensi kesepakatan perdagangan AS-China dan menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, yang berakhir Rabu. Emas Februari turun $ 3,20, atau 0,2%, menjadi $ 1,468,10 per ons.(yds) Sumber: marketwatch

Harga emas menetap lebih tinggi, turun setelah keputusan Fed

Emas berjangka ditutup lebih tinggi pada Rabu ini, kemudian beringsut lebih rendah dalam perdagangan elektronik setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga utama AS stabil pada kisaran 1,5% hingga 1,75%, seperti yang diharapkan. Mengikuti berita The Fed, yang datang setelah emas berjangka diselesaikan, emas Februari berada di level $1,473.10 per ons dalam perdagangan elektronik. Itu mengakhiri sesi dengan naik sebanyak $6,90, atau 0,5%, pada $1,475 per ons.(yds) Sumber: Marketwatch

Minyak naik, perang perdagangan AS-China bebani prospek permintaan

Harga minyak naik tipis pada Selasa ini karena kesepakatan OPEC dengan produsen terkait pekan lalu guna memperdalam penurunan produksi pada tahun 2020, tetapi ketegangan perdagangan AS-China membebani prospek permintaan. Minyak mentah Brent naik 7 sen menjadi $64,32 per barel, dan minyak West Texas Intermediate naik 22 sen menjadi $59,24 per barel. Indeks acuan minyak turun masing-masing 0,2% dan 0,3% pada hari Senin. Pekan lalu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen terkait...

Emas Memperpanjang Pemulihan Terkait Kekhawatiran Perdagangan

Harga emas naik lagi pada Selasa ini karena meningkatnya kekhawatiran bahwa AS dan China tidak akan menandatangani kesepakatan perdagangan interim sebelum putaran berikutnya tarif impor AS dimulai pada hari Minggu. Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross, yang sudah mengatakan pekan lalu bahwa akan lebih baik untuk menunda kesepakatan perdagangan dengan China sampai setelah pemilihan tahun depan, mengatakan kepada Fox Business News bahwa lebih penting untuk mendapatkan kesepakatan yang baik...

Emas Sedikit Berubah Menjelang Pertemuan Fed, Batas Waktu Tarif AS

Emas diperdagangkan dalam kisaran ketat pada hari Selasa menjelang pertemuan penetapan suku bunga dua hari oleh bank sentral AS, dengan investor menunggu kejelasan tentang apakah putaran berikutnya tarif AS pada barang-barang China akan mulai berlaku akhir pekan ini. Spot gold naik 0,1% ke level $ 1,462.97 per ons pada pukul 07:34 GMT. Emas berjangka AS menguat 0,2% ke level $ 1,467,30. Baik Amerika Serikat dan China telah mengadopsi nada rekonsiliasi, dengan China mengatakan mereka berharap...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.