DJIA
Last loading.. Chg. loading..
FTSE
Last loading.. Chg. loading..
NDXI
Last loading.. Chg. loading..
POPULAR NEWS
Emas berjangka membukukan penurunan beruntun kedua

Emas berjangka mencatat penurunan beruntun sesi kedua pada Selasa ini, diikuti aksi ambil untung dan kekuatan di pasar saham global menjadi alasan utama yang dikutip di kalangan analis untuk penurunan harga. Keresahan AS dan ketegangan dengan China terus memberi bullish untuk pasar emas, ungkap para analis. Emas Agustus turun $ 16,30, atau 0,9%, menjadi $ 1.734 per ons.(yds) Sumber: Marketwatch

Emas Melemah Seiring Reli Ekuitas Meningkatkan Minat Terhadap Aset Berisiko

Harga emas turun pada hari Rabu karena pasar ekuitas menguat terkait optimisme ekonomi dan harapan untuk langkah-langkah stimulus lebih lanjut mendorong sentimen risiko. Emas spot turun 0,2% pada $ 1,722.93 per ons, pada 1252 GMT. Emas berjangka AS turun 0,3% menjadi $ 1.729,70. Ekuitas Asia bersiap untuk mengikuti reli ekuitas global mulai Selasa, dengan harapan lebih banyak stimulus pemerintah. Pada hari Selasa, saham di AS, Eropa dan pasar negara berkembang mencapai level tertinggi sejak...

Emas Bertahan di Tertingginya 1- Minggu Terkait Ketegangan AS-Tiongkok

Harga emas pada hari Selasa bertahan pada angka sesi terakhirnya lebih dari satu minggu di tengah kekhawatiran di sekitar hubungan AS-China dan meningkatnya protes kekerasan di Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan muncul kasus virus baru, sementara optimisme pada pembukaan kembali ekonomi menghambat kenaikan logam ini. Emas spot datar di $ 1,739.48 per ons, pada 0344 GMT. Emas berjangka AS naik 0,1% menjadi $ 1,752.10. "Tampaknya ada beberapa faktor yang mendukung, dan membatasi...

Harga Emas Naik, Didukung Oleh Dolar Yang Lebih Lemah Seiring Reli Saham

Emas berjangka pada Selasa ini naik tipis di belakang dolar AS yang lebih lemah, dengan kenaikan dibatasi oleh logam mulia oleh kenaikan global dalam aset yang dianggap berisiko seperti saham. Para ahli komoditas mengatakan bahwa logam kuning telah menikmati tawaran haven seiring para investor tetap waspada dengan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Tiongkok-Amerika bahkan ketika ekonomi dibuka kembali dari penutupan paksa karena pandemi COVID-19 telah menumpulkan beberapa kilau...

Emas Melemah Seiring Investor Menilai Pemulihan, Protes di AS

Emas turun untuk hari kedua karena para pedagang menilai manfaat safe-haven di tengah reli di saham-saham dan tanda-tanda positif dari pembukaan kembali perekonomian, sementara juga fokus pada berlanjutnya kerusuhan sipil di seluruh AS. Usaha-usaha kembali beroperasi di seluruh dunia, sementara indeks manufaktur melukiskan gambaran yang lebih optimis. Aktivitas di China telah pulih hingga 80% hingga 85% dari tingkat pra-virus, menurut Bloomberg Economics. Namun, risiko terhadap pertumbuhan...

Trump Ancam Pangkas Dana AS untuk WHO
Wednesday, 8 April 2020 23:49 WIB | GLOBAL |Global

Amerika Serikat "akan menahan dengan sangat kuat dana yang diberikannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Presiden Donald Trump hari Selasa (7/4), menyebut entitas kemanusiaan PBB itu gagal dalam menghadapi serangan gencar pandemi COVID-19.

"Mereka keliru. Mereka tidak menanggapinya, kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, secara tidak langsung menyatakan WHO mungkin melakukan demikian karena bersikap segan terhadap China, di mana virus corona pertama kali dilaporkan.

Trump mengatakan WHO tampak terlalu fokus pada China. "Kita harus menyelidiki itu, lanjutnya.

AS adalah kontributor terbesar WHO.

Ketika ditanya seorang reporter apakah bijak mengurangi dana bagi organisasi itu di tengah-tengah pandemi ini, presiden membantah ia mengatakan akan melakukan itu, dan mengubah pernyataannya menjadi "Kami akan meninjaunya.

WHO tidak langsung mengomentari pernyataan Trump.

Beberapa jam sebelumnya, juru bicara PBB Stephane Dujarric menolak kritik umum terhadap WHO, dengan mengatakan organisasi tersebut telah melakukan pekerjaan luar biasa mengenai COVID, termasuk menyediakan pedoman global, membantu pemerintah dalam melakukan pelatihan dan mengirim jutaan unit peralatan utnuk membantu negara-negara menanggapi wabah.

Sementara itu Presiden Trump mengingkari laporan mengenai peringatan dini di kalangan internal pemerintahannya bahwa virus corona dapat merugikan ekonomi AS hingga triliunan dolar dan mematikan dalam jumlah besar.

Penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro, mengeluarkan peringatan awal pada 29 Januari, sewaktu telah ada kasus COVID-19 terkonfirmasi di lebih dari 12 negara, dengan mengirim memo ke Dewan Keamanan Nasional (NSC).

"Saya tidak melihatnya, kata Trump mengenai memo Navarro, seraya menyebutnya sebagai "rekomendasi. Itu perasaan yang dia miliki.

Peringatan tertulis Navarro berikutnya kepada NSC pada 23 Februari menyebutkan "pandemi COVID-19 yang berkembang sepenuhnya dapat menjangkiti hingga 100 juta warga Amerika dan mematikan antara 1 juta dan 2 juta orang, sebut berbagai sumber di Gedung Putih.

"Saya penggembira bagi negara ini. Saya tidak ingin menciptakan kekacauan dan kejutan, kata Trump, mengindikasikan bahwa seandainyapun ia tahu prediksi mengerikan tersebut ketika itu, ia tidak akan mengungkapkannya kepada umum.

Source : VOA

RELATED NEWS
Kemarahan Global Meningkat atas Kematian George Floyd...
Wednesday, 3 June 2020 18:31 WIB

Kemarahan meningkat di seluruh dunia pada kematian George Floyd, laki-laki Amerika keturunan Afrika yang meninggal minggu lalu setelah ditangkap oleh polisi di jalan kota di Minneapolis, Minnesota. D...

Pemimpin Hong Kong Tuduh AS Gunakan 'Standar Ganda' Terkait Protes...
Wednesday, 3 June 2020 09:15 WIB

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, mengatakan protes dengan kekerasan di Amerika Serikat merupakan contoh pemerintah negara asing yang menerapkan standar ganda bila berkenaan dengan pendekatan Chi...

Korea Selatan Membuka Kembali Pengaduan WTO Atas Pembatasan Ekspor Jepang...
Tuesday, 2 June 2020 23:35 WIB

Korea Selatan mengatakan akan membuka kembali keluhan terhadap Jepang di Organisasi Perdagangan Dunia atas kontrol ketat Tokyo atas ekspor bahan-bahan utama yang digunakan di sektor teknologi Korea Se...

WHO Tetapkan Amerika Latin Sebagai Pusat Baru Wabah Covid-19...
Tuesday, 2 June 2020 18:59 WIB

Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO), Senin (1/6), menyatakan Amerika Latin adalah pusat baru pandemi virus corona, karena angka kematian harian di kawasan itu kini melebihi an...

Protes Solidaritas Ras AS Merebak di Kota-Kota di Seluruh Dunia...
Tuesday, 2 June 2020 10:23 WIB

Protes telah merebak di kota-kota di seluruh dunia dalam solidaritas dengan demonstrasi Black Lives Matter di Amerika Serikat. Protes menyusul kematian George Floyd di Minnesota, seorang pria kulit h...

POPULAR NEWS
Emas berjangka membukukan penurunan beruntun kedua

Emas berjangka mencatat penurunan beruntun sesi kedua pada Selasa ini, diikuti aksi ambil untung dan kekuatan di pasar saham global menjadi alasan utama yang dikutip di kalangan analis untuk penurunan harga. Keresahan AS dan ketegangan dengan China terus memberi bullish untuk pasar emas, ungkap para analis. Emas Agustus turun $ 16,30, atau 0,9%, menjadi $ 1.734 per ons.(yds) Sumber: Marketwatch

Emas Melemah Seiring Reli Ekuitas Meningkatkan Minat Terhadap Aset Berisiko

Harga emas turun pada hari Rabu karena pasar ekuitas menguat terkait optimisme ekonomi dan harapan untuk langkah-langkah stimulus lebih lanjut mendorong sentimen risiko. Emas spot turun 0,2% pada $ 1,722.93 per ons, pada 1252 GMT. Emas berjangka AS turun 0,3% menjadi $ 1.729,70. Ekuitas Asia bersiap untuk mengikuti reli ekuitas global mulai Selasa, dengan harapan lebih banyak stimulus pemerintah. Pada hari Selasa, saham di AS, Eropa dan pasar negara berkembang mencapai level tertinggi sejak...

Emas Bertahan di Tertingginya 1- Minggu Terkait Ketegangan AS-Tiongkok

Harga emas pada hari Selasa bertahan pada angka sesi terakhirnya lebih dari satu minggu di tengah kekhawatiran di sekitar hubungan AS-China dan meningkatnya protes kekerasan di Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan muncul kasus virus baru, sementara optimisme pada pembukaan kembali ekonomi menghambat kenaikan logam ini. Emas spot datar di $ 1,739.48 per ons, pada 0344 GMT. Emas berjangka AS naik 0,1% menjadi $ 1,752.10. "Tampaknya ada beberapa faktor yang mendukung, dan membatasi...

Harga Emas Naik, Didukung Oleh Dolar Yang Lebih Lemah Seiring Reli Saham

Emas berjangka pada Selasa ini naik tipis di belakang dolar AS yang lebih lemah, dengan kenaikan dibatasi oleh logam mulia oleh kenaikan global dalam aset yang dianggap berisiko seperti saham. Para ahli komoditas mengatakan bahwa logam kuning telah menikmati tawaran haven seiring para investor tetap waspada dengan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Tiongkok-Amerika bahkan ketika ekonomi dibuka kembali dari penutupan paksa karena pandemi COVID-19 telah menumpulkan beberapa kilau...

Emas Melemah Seiring Investor Menilai Pemulihan, Protes di AS

Emas turun untuk hari kedua karena para pedagang menilai manfaat safe-haven di tengah reli di saham-saham dan tanda-tanda positif dari pembukaan kembali perekonomian, sementara juga fokus pada berlanjutnya kerusuhan sipil di seluruh AS. Usaha-usaha kembali beroperasi di seluruh dunia, sementara indeks manufaktur melukiskan gambaran yang lebih optimis. Aktivitas di China telah pulih hingga 80% hingga 85% dari tingkat pra-virus, menurut Bloomberg Economics. Namun, risiko terhadap pertumbuhan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.